9 Gejala tipes pada anak yang jarang disadari dan cara mencegahnya

lead image

Bisa membahayakan, setiap orangtua perlu mengetahui 9 gejala utama dan pencegahan tipes pada anak agar tidak semakin parah.

Saat musim penghujan ini, tifus (tipes) merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai terutama pada anak-anak. Tipes pada anak disebabkan oleh bakteri yang biasanya terdapat dalam makanan terkontaminasi, yakni Salmonella typhi. Kondisi ini memang cukup umum terjadi, khususnya di negara berkembang seperti di Indonesia.

Anak yang mengonsumsi makanan terkontasminasi bisa mengembangkan penyakit ini lebih parah, khususnya bila daya tahan tubuhnya sedang lemah. Data menyebutkan, sekitar 200.000 orang meninggal akibat penyakit ini setiap tahunnya, di seluruh dunia. 

Oleh karena itu, penting bagi Parents untuk peka terhadap gejala dan pencegahannya. Lalu apa saja gejala yang dimaksud?

Gejala tipes pada anak

tipes pada anak

Biasanya penyakit ini bisa terjadi 3-4 minggu lamanya dengan masa inkubasi sekitar 1-2 minggu. Keenam gejala yang harus diwaspadai, antara lain: 

– Demam tinggi, sekitar 40 derajat celcius

– Nafsu makan semakin hari semakin buruk

– Diare terus menerus

– Nyeri pada seluruh tubuh

– Lesu dan kelelahan yang ekstrem

– Sakit kepala hebat

– Muncul ruam

– Batuk kering

– Terjadi penurunan berat badan

Selain itu, pada beberapa orang biasanya juga mengalami sakit perut dan nyeri di bagian dada. Demam pun bersifat konstan. 

Adapun anak yang tidak mengalami komplikasi biasanya menunjukkan perubahan pada minggu ke-3 atau ke-4. Ada juga anak yang bisa mengalaminya kembali setelah merasa sehat selama 1-2 minggu.

Oleh karena itu, penderita tifus memang disarankan untuk beristirahat secara total selama belum benar-benar sembuh agar tidak kambuh atau menyebabkan komplikasi.

Komplikasi tipes pada anak

tipes pada anak

Pada banyak kasus, tifus bisa berujung pada komplikasi perdarahan usus atau usus berlubang. Kondisi ini tentu fatal dan membahayakan kesehatan anak.

Usus yang bocor tersebut akan menyebabkan gejala yang parah, mulai dari mual, muntah, hingga terjadi sepsis atau infeksi aliran darah. Selain itu, ada juga kemungkinan komplikasi serius lainnya, seperti: 

– Pneumonia atau infeksi pada paru yang meradang dan membuat paru-paru bengkak, atau dikenal dengan paru-paru basah.

– Miokarditis atau peradangan pada otot jantung 

– Pankreatitis atau peradangan pada pankreas

– Endokarditis atau peradangan selaput dan katup jantung

– Infeksi ginjal maupun kandung kemih

– Meningitis atau radang selaput dan cairan otak

– Masalah psikis seperi halusinasi dan paranoid

Pencegahan tipes pada anak

Pada banyak kasus, tifus bisa diobati dengan konsumsi antibiotik, salah satunya chloremphenicol maupun jenis lainnya. Dokter akan memeriksa dan meresepkan obat sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pasien. 

Namun, Parents sebaiknya jangan khawatir karena tipes pada anak bisa dicegah. Beberapa rekomendasi cara pencegahannya yakni dengan membiasakan sanitasi yang bersih dan melakukan vaksin.

Beberapa panduan terkait sanitasi antara lain: 

  1. Hindari makanan mentah

Walau telah dicuci atau disimpan dengan baik, kita tak pernah tahu kemungkinan bahwa air maupun tempat penyimpanan makanan yang digunakan telah terinfeksi bakteri. Oleh karena itu, pastikan anak tidak mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang.

2. Biasakan cuci tangan

Setelah melakukan kegiatan apapun atau sebelum makan, biasakan si kecil untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sederhana Bun, namun kebiasaan baik ini tentu bisa mengurangi sedikit kemungkinan anak terkontaminasi bakteri berbahaya penyebab tifus.

3. Minum air putih yang diolah

Daya tahan tubuh si kecil memang masih rentan sehingga konsumsi air putih harus diperhatikan. Pilihlah air minum yang aman dan tidak terkontaminasi bakteri sehingga penting untuk mengonsumsi air putih yang telah diolah dan disterilisasi.

4. Pilih makanan yang baru dimasak

Saat Parents tengah membawa si kecil makan di luar, usahakan makanan yang dikonsumsi ialah makanan panas yang baru dimasak. Sebab, tidak ada jaminan bahwa makanan yang disimpan dalam suhu ruangan tidak terkontaminasi.

5. Ikuti anjuran dokter

Bila anak Anda mengalami tifus dan dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik, sebaiknya lakukan Bun. Hal ini tentu untuk mencegah infeksi datang kembali pada tubuhnya.

 

Itulah berbagai gejala dan cara pencegahan tipes untuk anak. Segera konsultasikan bila si kecil mengalami berbagai gejala yang telah disebutkan di atas. Lakukan juga pencegahan yang direkomendasikan untuk menghindari paparan dan komplikasi.

 

Referensi : Mayo Clinic, WebMD, Kidshealth.org

Baca Juga : 

Atasi Demam Pada Anak Dengan Cara Yang Sesuai Dengan Usianya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.