TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penyakit Tipes Menular Lewat Makanan, Begini Tips Aman Kulineran Bersama Keluarga!

Bacaan 4 menit
Penyakit Tipes Menular Lewat Makanan, Begini Tips Aman Kulineran Bersama Keluarga!

Penyakit tipes bisa menular lewat makanan yang terkontaminasi.

Wisata kuliner kini menjadi salah satu aktivitas yang tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban. Kemunculan ragam makanan unik dan lezat seolah tak ada habisnya. Namun tahukah Parents, di balik tampilannya yang menarik nan menggugah selera, aneka jajanan juga bisa menjadi perantara penularan penyakit tipes atau demam tifoid, lo.

Lantas, bagaimana agar kegiatan kulineran bersama keluarga tetap bisa dilakukan dengan aman dan nyaman tanpa cemas soal penularan penyakit tipes? Yuk, baca ulasan selengkapnya berikut ini!

Artikel terkait: Ibu hamil terkena penyakit tipes, berbahayakah bagi janin? Ini penjelasannya!

Makanan Anda Bebas Kontaminasi, Yakin?

penularan penyakit tipes

Peluncuran Kampanye #SantapAman dalam rangka Hari Kesehatan Nasional

Kontaminasi makanan adalah terpaparnya bahan makanan dengan zat atau organisme berbahaya, misalnya seperti virus dan bakteri. Dalam banyak kasus, hal ini terjadi secara tidak sengaja, entah karena lalai atau semata-mata ketidaktahuan.

Sebenarnya, risiko kontaminasi makanan maupun minuman bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Mulai dari tahap pemilihan bahan makanan, proses memasak, pengemasan, penyimpanan, pengiriman, hingga tahap penyajian.

penularan penyakit tipes

Makanan terkontaminasi kuman bisa menjadi perantara infeksi tifoid dan hepatitis A

Terlebih di tengah melonjaknya tren food delivery, risiko semacam ini perlu mendapat perhatian ekstra. Pasalnya, cukup sulit untuk memastikan apakah makanan atau minuman yang dikonsumsi keluarga terbebas dari kontaminasi kuman.

Nah, salah satu penyakit yang dapat menular lewat makanan yang terkontaminasi adalah demam tifoid, masyarakat awam biasa juga menyebutnya dengan julukan penyakit tipes. Demam tifoid terjadi karena penanganan makanan yang tidak tepat sehingga terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.

Artikel terkait: Jangan keliru bedakan gejala tipes dan DBD, begini kata dokter anak!

Kenali Gejala Demam Tifoid

penularan penyakit tipes

Menurut WHO, setiap tahunnya diperkirakan 11–20 juta orang sakit karena demam tifoid, bahkan mengakibatkan kematian sebanyak 128.000-161.000 orang di seluruh dunia. Adapun di Indonesia, demam tifoid termasuk salah satu penyakit endemik.

“Prevalensi demam tifoid cukup tinggi yaitu mencapai 500 kasus per 100.000 penduduk per tahun,” papar dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI dalam acara Peluncuran Kampanye #SantapAman yang digagas oleh Sanofi Pasteur Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

Gejala demam tifoid sendiri sangat bervariasi, dari yang tanpa gejala, gejala ringan, gejala berat, hingga bisa timbul komplikasi yang bisa mengancam jiwa. Namun secara umum, demam tifoid dapat dikenali dari sejumlah tanda seperti:

  • Demam yang meningkat secara bertahap hingga mencapai 40°C dan akan lebih tinggi pada malam hari
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Tidak enak badan
  • Kelelahan dan lemas
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut
  • Diare pada anak-anak dan konstipasi pada orang dewasa
  • Pembesaran ginjal dan hati
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muncul ruam pada kulit
  • Linglung

Hanya saja, sebagian orang terkadang menganggap remeh gejala demam tifoid. 

“Padahal demam tifoid yang tidak ditangani bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti usus bocor hingga kematian,” kata dr. Suzy.

Artikel terkait: Kenali gejala dan pencegahan penyakit tipes, Parents wajib tahu!

Vaksinasi, Langkah Tepat Lindungi Keluarga dari Penularan Penyakit Tipes

Penyakit Tipes Menular Lewat Makanan, Begini Tips Aman Kulineran Bersama Keluarga!

Risiko terpapar kuman berbahaya peyebab demam tifoid dapat Parents minimalkan dengan cara rutin mencuci tangan dan menjaga higienitas saat menyiapkan makanan. Pastikan kebersihan bahan pangan, alat yang digunakan, hingga dapur tempat memasak.

Selain itu, langkah pencegahan yang tidak kalah penting adalah vaksinasi. Vaksin akan memberikan perlindungan optimal bagi keluarga agar terbebas dari penyakit akibat konsumsi makanan dan minuman terkontaminasi kuman.

Cara kerja vaksinasi untuk penyakit tifoid yaitu dengan meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi bakteri Salmonella typhi. Nah, ada tiga poin utama yang perlu Parents ketahui perihal vaksinasi ini:

  • Vaksin untuk mencegah demam tifoid bisa diberikan sejak umur 2 tahun sampai dengan usia dewasa.
  • Cukup satu dosis saja, akan memberikan perlindungan selama kurang lebih tiga tahun.
  • Vaksinasi tifoid harus diulang setiap tiga tahun sekali.

Penyakit Tipes Menular Lewat Makanan, Begini Tips Aman Kulineran Bersama Keluarga!

Sebelum menerima vaksin, pastikan Parents dan keluarga dalam kondisi sehat dan fit. Orang dengan penyakit penyerta, misalnya seperti diabetes, juga tetap bisa menerima vaksin selama kondisinya terkontrol.

“Berbeda dengan vaksin COVID-19, tidak usah khawatir soal komorbid karena semua bisa vaksin tifoid, kok. Asalkan, kondisi fisik stabil dan penyakitnya terkontrol,” tegas dr. Suzy.

“Mengingat Indonesia masih merupakan negara endemik tifoid, maka vaksinasi merupakan langkah optimal dan efektif untuk mencegah demam tifoid. Dengan begitu, kita bisa kulineran enak dengan aman,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya tren belanja makanan di luar rumah, Sanofi Pasteur Indonesia menginisiasi kampanye bertajuk #SantapAman dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Kegiatan ini betujuan untuk mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk menjaga diri dari penularan penyakit tifoid atau tipes dan hepatitis A dengan vaksinasi. Jadi, Parents jangan lupa lindungi diri dan keluarga dengan vaksinasi, ya!

****

Baca juga:

Hati-hati! Sering tak disadari, air kotor dapat menyebabkan tipes

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Kapsul Cacing Bisa Sembuhkan Penyakit Tifus, Mitos atau Fakta?

Anak Demam Setelah Imunisasi? Ini 8 Tips untuk Mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Penyakit Tipes Menular Lewat Makanan, Begini Tips Aman Kulineran Bersama Keluarga!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti