TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

Bacaan 5 menit
Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa disebabkan oleh makanan yang tercemar bakteri. Bakteri apa saja? Ini daftarnya!

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Keracunan makanan disebabkan oleh bakteri yang mencemari bahan makanan, baik mentah maupun matang, yang kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Agar lebih waspada, simak penjelasan mengenai jenis bakteri penyebab keracunan makanan berikut ini dan cara mengatasinya.

Artikel Terkait: 7 Tips Penting Untuk Mencegah Anak Keracunan Makanan

Apa Saja Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan?

Berikut adalah jenis bakteri yang paling umum menyebabkan keracunan makanan pada keluarga.

Daftar isi

  • 1. Campylobacter
  • 2. E. Coli
  • 3. Listeria
  • 4. Salmonella

1. Campylobacter

Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

Bakteri Campylobacter. Sumber: Badgut

Bakteri yang satu ini hidup di saluran pencernaan atau usus binatang ternak, khususnya unggas.

Bakteri Campylobacter sering ditemukan pada ayam atau kalkun. Selain itu, bakteri Campylobacter juga terdapat pada kerang.

Anda bisa saja terpapar bakteri ini karena mengonsumsi daging ayam atau kerang yang belum matang sepenuhnya, produk susu yang tidak dipasteurisasi sebelumnya, dan air yang terkontaminasi.

Oleh karena itu, agar tidak terpapar bakteri tersebut, Parents harus memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang dan hanya mengonsumsi susu serta produk olahan hewan lain yang sudah dipasteurisasi.

Selain itu, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang hewan ternak atau hewan peliharaan untuk meminimalisasi risiko terpapar bakteri.

Dikutip dari Alodokter, infeksi dari Campylobacter sendiri tergolong ringan, tetapi dapat berdampak buruk untuk orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.

Gejala keracunan makanan dari Campylobacter adalah sebagai berikut:

  • Diare
  • Muntah
  • Sakit Perut
  • Demam

Gejala-gejala tersebut tidak langsung muncul setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri, tapi diperlukan waktu sekitar 2 hingga 5 hari untuk infeksinya menyebar dan menyebabkan gejala.

Darria Long, MD, asisten klinik di Universitas Kedokteran Tenesse menyatakan bahwa kebanyakan orang yang mengalami keracunan makanan karena bakteri Campylobacter akan sembuh dengan sendirinya.

2. E. Coli

Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

E.Coli penyebab keracunan makanan. Sumber: BBC

Escherichia coli atau E.Coli adalah bakteri yang hidup di saluran cerna manusia dan hewan.

Meskipun ada jenis bakteri E.Coli yang tidak berbahaya dan dapat membantu proses pencernaan makanan, ada pula jenis bakteri ini juga bisa menyebabkan penyakit.

Makanan yang tercemar bakteri E.Coli dapat menyebabkan gejala keracunan makanan seperti berikut:

  • Diare, terkadang diare parah hingga mengeluarkan darah
  • Muntah-muntah
  • Sakit di bagian perut

Umumnya, bakteri E.Coli yang berbahaya ini ditemukan di daging giling, susu yang tidak dipasteurisasi, dan produk segar lainnya seperti bayam atau selada. Gejala keracunan makanan akibat bakteri E.Coli bisa muncul dengan sangat cepat dan dapat berlangsung hingga lebih dari 10 hari.

Dilansir dari Insider, dalam beberapa kasus yang serius, infeksi bakteri E.Coli dapat menyebabkan kondisi yang disebut dengan Hemolytic Uremic Syndrome (HUS).

Penyakit yang menyerang ginjal ini memiliki gejala seperti jarang berkemih, air seni yang berwarna gelap, dan wajah pucat.

Untuk menghindari risiko terpapar bakteri ini, selalu masak daging hingga matang dan selalu cuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

Artikel Terkait: Bun, Begini Pertolongan Pertama Anak Keracunan Makanan!

3. Listeria

Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

Bakteri Listeria yang ditemukan di jamur enoki. Sumber: Embio Diagnostics

Bakteri yang bernama listeria monocytogenes biasanya hidup di air, tanah, dan feses hewan.

Listeria umumnya mencemari makanan dingin atau makanan siap saji. Belakangan ini, ditemukan bakteri Listeria di produk jamur enoki.

Selain jamur enoki, bakteri Listeria bisa ditemukan pada produk makanan di bawah ini:

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  • Makanan laut mentah seperti sashimi atau sushi
  • Makanan laut siap saji seperti ikan asap
  • Buah dan sayur yang tidak higienis
  • Susu yang tidak dipasteurisasi
  • Makanan di prasmanan
  • Daging siap saji yang tak perlu dimasak ulang, misalnya sosis atau ham
  • Makanan siap saji yang tersisa dan tidak dipanaskan ulang lebih dari sehari

Biasanya gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Listeria ini adalah diare dan demam.

Gejala tersebut muncul agak lama setelah mengonsumsi makanan yang tercemar, bisa sekitar satu minggu hingga satu bulan.

Infeksi Listeria bisa juga menyebar hingga ke sistem saraf, dan mengakibatkan gejala seperti sakit kepala, leher kaku, kejang, dan kehilangan keseimbangan.

Pada ibu hamil, biasanya infeksi bakteri listeria tidak berat, namun bisa berdampak buruk pada janin.

Kematian dalam kandungan atau infeksi pada bayi yang baru lahir bisa saja terjadi.

4. Salmonella

Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan

Bakteri Salmonella. Sumber: Life Science News

Bakteri Salmonella seringkali mencemari telur, susu, unggas, dan makanan laut.

Salmonella adalah bakteri penyebab keracunan makanan yang paling umum ditemukan dalam kasus keracunan makanan.

Makanan yang tercemar bakteri Salmonella dapat menyebabkan Gastroentritis dengan gejala mual, muntah, kram perut, diare, dan darah di feses.

Mengutip Hello Sehat, gejala-gejala tersebut bisa dialami selama dua hingga tujuh hari.

Bakteri Salmonella jenis tertentu juga bisa menyebabkan demam tifoid atau tifus.

Untuk mengurangi risiko terpapar Salmonella, sebisa mungkin hindari memakan telur setengah matang, masak daging dengan temperatur yang tepat, dan jangan membiarkan makanan terbuka selama lebih dari dua jam.

Selain itu, Parents pun diharapkan dapat menggunakan talenan atau peralatan masak yang berbeda untuk bahan mentah dan makanan yang sudah matang.

Sebelum memasak, cuci bersih tangan dan peralatan yang akan digunakan agar tak terkontaminasi bakteri.

Artikel Terkait: Waspadai Bakteri Cronobacter yang Kerap Ada di Pompa ASI

Semoga informasi mengenai bakteri penyebab keracunan makanan di atas bisa berguna, ya.

Serta yang paling penting, jaga kebersihan dengan baik dan benar dalam menyiapkan makanan yang bergizi untuk keluarga.

***

Baca Juga:

Aturan Pakai Obat Dexamethasone, Jangan Diberikan Sembarangan!

Apa Itu Skoring TB Anak dan Kapan Harus Dilakukan?

Bolehkah Ibu yang Keracunan Makanan Tetap Menyusui Bayinya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Termasuk E. Coli, Ini 4 Bakteri yang Sering Sebabkan Keracunan Makanan
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti