Waspadai gejala sepsis pada bayi, infeksi yang lebih berbahaya dari stroke

Waspadai gejala sepsis pada bayi, infeksi yang lebih berbahaya dari stroke

Kenali lebih dalam tentang infeksi darah pada bayi, lebih berbahaya daripada stroke.

Sepsis atau infeksi darah merupakan salah satu penyebab umum kematian di antara anak-anak di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini adalah suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan sedemikian rupa sehingga memengaruhi organ dan menyebabkan kematian.

Apa itu infeksi darah pada bayi?

infeksi darah 2

Sepsis neonatorum adalah infeksi darah yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Infeksi ini rentan menyerang bayi baru lahir dari usia 2 bulan hingga 3 tahun karena kekebalan tubuh mereka yang belum berkembang sepenuhnya.

Ada berbagai penyebab sepsis neonatorum. Di antaraya  termasuk beberapa jenis bakteri, virus, dan jamur.

Selain itu, ada pula beberapa penyebab sepsis neonatorum lainnya, seperti:

a. Infeksi saat persalinan (early onset)

Kasus infeksi ini terjadi dalam jangka waktu 24 hingga 72 jam pasca persalinan. Infeksi ini bisa disebabakan oleh infeksi bakteri yang berasal dari ibu, seperti Group B Streptococcus (GBS), Staphylococcus, E.coli, H. influenza, dan L. monocytogenes. Selain itu, virus Herpes Simpleks (HSV) juga bisa menyebabkan infeksi darah pada bayi baru lahir.

Perlu diketahui, bila risiko infeksi ini lebih besar jika bayi prematur, ibu hamil bisa mengalami demam tinggi dan ketuban pecah dini lebih dari 18 jam sebelum persalinan, plasenta atau air ketuban yang terinfeksi, dan adanya bakteri GBS pada janin di dalam kandungan.

b. Infeksi terjadi setelah persalinan (late onset)

Infeksi ini terjadi dalam jangka waktu 4 hingga 90 hari setelah bayi lahir. Penyebab infeksi ini seringkali berasal dari bakteri Staphylococcus aureus, Klebsiella, Pseudomonas, Acinetobacter, Serratia, bakteri anaerob, dan jamur Candida.

Menginap di rumah sakit dalam jangka waktu yang panjang, bayi prematur, dan lahir dengan berat badan rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ini.

Baca juga: Balita meninggal karena sepsis, ayahnya memberi peringatan pada semua orang

Gejala infeksi darah pada bayi

infeksi darah 1

Seringkali anak-anak atau bayi tidak menunjukan gejala saat mengalami infeksi darah. Namun perlu diperhatikan bila mereka selalu mengalami demam yang naik turun dari 100,4 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celsius.

Selain itu, perhatikan pula gejala lainnya, seperti:

  • Sering merasa lelah
  • Rewel
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit bernapas (bahkan kadang-kadang berhenti bernapas selama 10 detik)
  • Kurang buang air kecil
  • Pucat
  • Ruam pada kulit
  • Tonjolan titik lunak (fontanelles) di dahi
  • Kejang pada bayi baru lahir
  • Mudah tersinggung
  • Perubahan denyut jantung
  • Kebingungan

Akibat gejala infeksi darah pada bayi seringkali tidak jelas dan pasti. Maka, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada dokter bila mereka mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes laboratorium untuk mengonfirmasi atau mengobati infeksi tersebut. Pertama-tama biasanya dokter akan mencari terlebih dahulu infeksi pada daerah telinga, tenggorokan, atau paru-paru saat bayi demam.

Bila tidak ada gejala infeksi lain, dokter akan meminta tes tertentu untuk dilakukan.

Risiko dan komplikasi infeksi darah

infeksi darah

Infeksi darah pada bayi berisiko fatal bila tidak didiagnosis lebih awal. Bahkan, para ahli menyatakan bahwa infeksi ini memiliki risiko lebih fatal dibandingkan serangan jantung atau stroke.

Dalam kasus terburuk, infeksi ini bisa menyebabkan tekanan darah menurun, jantung melemah, atau beberapa organ dalam tubuh berhenti bekerja tiba-tiba. Bayi mungkin mengalami syok septik yang pada gilirannya dapat menyebabkan kegagalan multi-organ.

Faktanya, sepsis adalah salah satu tantangan utama di unit perawatan intensif di rumah sakit, dimana ia merupakan salah satu penyebab utama kematian.

Cara mencegah infeksi darah pada anak

Pada umumnya, infeksi darah tidak dapat dicegah karena berasal dari dalam tubuh itu sendiri. Namun tak ada salanya bila kita mencoba mencegah infeksi ini dengan beberapa cara, seperti:

1. Melakukan imunisasi atau vaksin sesuai dengan jadwalnya. Infeksi darah pada bayi kemungkinan besar dapat dicegah selama orangtua rutin membawanya melakukan imunisasi atau vaksin secara menyeluruh dan tepat waktu.

2. Pastikan untuk membersihkan setiap luka, dan abrasi dengan antiseptik.

3. Jangan pernah menyepelekan demam dan ruam yang terjadi pada kulit bayi. Ketika melihat gejala-gejala sepsis tersebut kita harus segera membawa bayi ke dokter. Sebab infeksi darah yang terdeteksi dini kemungkinan besar dapat disembuhkan.

4. Sebisa mungkin jauhkan bayi dari orang yang menderita infeksi apa pun, seperti infeksi paru-paru atau infeksi kulit. Ini akan membantu mencegah bayi mendapatkan infeksi dari orang yang telah terinfeksi.

5. Berikan bayi ASI ekslusif selama 6 bulan. Setelah itu, lanjutkan dengan memberikannya menu gizi seimbang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

6. Jaga selalu kebersihan dengan mencuci tangan secara teratur setiap akan atau setelah melakukan aktivitas.

Yang terpenting, kita harus selalu memerhatikan perubahan yang dialami si kecil, terutama gejala yang mencurigakan. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Bunda.

Referensi: First Cry Parenting, Baby Center, Alo Dokter
Baca juga:

Kaki bayi ini membengkak dan infeksi setelah menjalani transfusi darah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner