TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hati-hati! Sering tak disadari, air kotor dapat menyebabkan tipes

Bacaan 3 menit
Hati-hati! Sering tak disadari, air kotor dapat menyebabkan tipes

Teruslah membaca untuk mengetahui hubungan antara tipes dan air yang kotor, gejala, serta cara penanganannya

Demam tifoid atau yang lebih akrab disebut dengan tipes ialah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ. Penyakit ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat karena bisa menimbulkan komplikasi yang fatal. Siapa sangka bila, air kotor merupakan salah satu penyebab tipes atau demam tifoid yang umum terjadi.

Demam tifoid atau tipes

penyebab tipes 2

Baru-baru ini, sebuah laporan yang cukup mengejutkan terkait demam tifoid dirilis oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Sekitar 22 juta kasus demam tifoid dan 22.000 kasus kematian akibat tipes dilaporkan terjadi setiap tahun. Selain itu, 6 juta kasus paratifoid juga dilaporkan terjadi setiap tahun.

Negara-negara berkembang seperti Mesir, Pakistan, Meksiko, negara-negara di Benua Afrika dan Amerika Selatan dilaporkan sebagai negara dengan kasus demam tifoid terbesar.

Bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini memang belum ada laporan terbaru mengenai jumlah kasus demam tifoid di Tanah Air setiap tahunnya. Namun itu bukan berarti kita boleh menganggap remeh penyakit ini.

Penyebab tipes dan gejala yang harus diwaspadai

penyebab tipes 1

Air kotor dapat menjadi penyebab tipes

Beberapa gejala awal tipes yang harus diwaspadai ialah pegal, rasa sakit di sekujur tubuh, sakit pada perut, tidak nafsu makan, pusing, demam dengan suhu antara 39,5 sampai 40 derajat Celcius, dan muntah-muntah. Kadang kala disertai dengan batuk kering.

Meski pada umumnya gejala demam tifoid muncul secara bertahap, tetapi gejala demam tifoid juga dapat timbul secara mendadak pada anak-anak.

Orang-orang yang hobi traveling ke luar negeri berpeluang terjangkit penyakit ini ketika mereka berkunjung ke suatu negara dengan sanitasi yang berkualitas rendah atau suatu negara yang sedang mengalami banjir. Sebab air kotor dapat menjadi salah satu penyebab tipes.

Pasalnya, bakteri Salmonella paratyphi yang terkandung dalam urin atau feses penderita demam tifoid dibuang dalam saluran pembuangan atau got. Ketika air dalam saluran pembuangan meluap ke jalan-jalan dan halaman rumah, pada saat itulah bakteri jahat ini menyebar ke mana-mana. Hal-hal ini lah yang dapat menjadi penyebab tipes.

Baca juga: 9 Gejala tipes pada anak yang jarang disadari dan cara mencegahnya

Penanganan tipes

Penyebab tipes

Diperlukan beberapa saat sebelum bakteri Salmonella paratyphi berkembang biak dalam tubuh dan melancarkan serangannya yang membuat Anda jatuh sakit. Bakteri akan berinkubasi selama 6 sampai 30 hari sebelum menjadi penyebab utama dari demam tifoid.

Segera kunjungi dokter apabila gejala demam tifoid sudah tampak pada anak, Anda atau anggota keluarga lainnya. Anda dapat meminta dokter untuk melakukan tes darah, tes urin maupun tes sumsum tulang untuk memastikan apakah Anda benar-benar menderita penyakit tifoid atau tidak.

Antibiotik adalah jenis obat yang umum digunakan untuk membunuh bakteri Salmonella. Namun, beberapa dokter mungkin tidak akan meresepkannya untuk Anda, dengan pertimbangan efek samping antibiotik untuk tubuh Anda di masa depan.

Penggunaan antibiotik yang berlebihan justru akan membuat bakteri Salmonella menjadi kebal, dan demam tifoid pun berpeluang untuk kambuh suatu saat nanti.

Jenis obat selain antibiotik yang biasa diresepkan oleh dokter untuk menyembuhkan demam tifoid adalah tiamfenikol, kortimoksazol, sefalosporin dan golongan fluorokuinolon. Tapi sangat tak dianjurkan Anda mengkonsumsi obat-obatan ini sebelum berkonsultasi dengan ahlinya, yaitu dokter.

Penyakit ini akan lebih cepat disembuhkan apabila segera ditangani, dan penderita akan sembuh total dalam jangka waktu 10 hari sejak mendapatkan pengobatan.

Referensi : Hello Sehat, WebMD 

Baca juga :

Waspadai Demam Tifoid di Musim Penghujan

 

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Hati-hati! Sering tak disadari, air kotor dapat menyebabkan tipes
Bagikan:
  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti