TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Bacaan 5 menit
Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Simak perbedaan batuk kering dan berdahak berikut ini, Parents!

Selain demam, batuk kering bisa menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai dari Covid-19. Pasalnya, gejala batuk ini dapat menularkan virus melalui droplet atau percikan air liur penderita yang mengalami gejala ini.

Namun, sebenarnya seperti apa batuk kering tersebut? Apa yang membedakan batuk kering dengan batuk berdahak biasa?

Artikel terkait: Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Perbedaan batuk kering akibat virus dengan batuk berdahak

Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Secara umum, batuk merupakan reaksi alami yang mengisyaratkan bahwa tubuh dimasuki oleh benda asing dalam sistem pernapasan. Tidak hanya itu, batuk juga merupakan salah satu gejala yang biasanya muncul karena penyakit atau adanya infeksi virus tertentu.

Menurut tim pakar gugus tugas penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, batuk juga merupakan salah satu gejala Covid-19 yang perlu diwaspadai. Pasalnya, selain batuk bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi batuk juga bisa menyebarkan droplet yang dapat menularkan virus ke orang sehat.

“Gejala awalnya bisa demam, bisa tinggi hingga 38 derajat. Lalu, batuk kering dan sesak napas. Kalau sudah memiliki gejala itu, harus waspada,” ujar Wiku seperti yang dilansir dari laman Liputan 6.

Ia juga kembali melanjutkan, “Maka, kita juga harus menjaga jarak, agar droplet tidak mengenai kita saat seseorang batuk. Kita tidak tahu cara kerja musuh, dalam hal ini virus corona. Jadi, dengan jaga jarak setidaknya satu meter dari orang sakit, itu kita sedang memutus kontak agar virus tidak menyebar.”

Perbedaan batuk yang perlu dipahami

Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Gejala infeksi corona terbilang umum, atau sangat mirip dengan gejala penyakit umum lainnya. Sehingga hal ini kerap menjadi salah satu kekhawatiran bagi banyak orang karena mereka tidak bisa membedakan gejala yang dialami.

Meski demikian, gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam. Menurut data World Health Organization (WHO), 67,7% pasien pun mengalami batuk kering. Jenis batuk ini tentunya tidak memproduksi dahak. Batuk biasanya terjadi karena tenggorokan yang gatal.

Dilansir dari laman BBC News, batuk yang menjadi gejala Covid-19 juga biasanya ditandai dari frekuensi batuk yang cenderung berkelanjutan, biasanya terjadi tanpa sebab. Batuk kering yang terjadi juga merupakan batuk yang tidak disertai lendir atau dahak.

Saat seseorang batuk dan ditutup menggunaan tisu, biasanya batuk kering ini pun ditandai oleh tidak adanya zat atau cairan lengket yang ditemukan pada permukaan tisu yang digunakan.

Artikel terkait: Tak merasakan gejala, Bintang film Marvel Idris Elba positif corona

Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Di samping itu, batuk berdahak juga sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Saat saluran pernapasan terinfeksi seperti ketika terserang flu, maka tubuh pun akan memproduksi lebih banyak lendiri untuk mengeluarkan organisme yang menjadi penyebab infeksi.

Nah, batuk berdahak ini merupakan respon alami tubuh manusia untuk mengeluarkan lendir di saluran pernapasan tersebut.

Maka, jika mengalami batuk berdahak, sering bersin, hidung meler, dan merasa sakit kepala, biasanya itu menjadi tanda bahwa seseorang sedang sakit. Namun, sakit yang dialami tersebut kemungkinan besar tidak sebabkan oleh Covid-19 atau infeksi virus corona.

Di sisi lain, Dr. Waleed Javaid dari rumah sakit Mount Sinai Downtown di New York juga menjelaskan, 33,4% pasien Covid-19 juga mengalami gejala tidak umum seperti produksi lendir. Itu berarti, sebagian kecil pasien paparan virus corona juga ada yang mengalami batuk berdahak.

“Batuk adalah hal yang perlu diwaspadai secara keseluruhan. Namun, batuk kering cenderung lebih menganggu,” jelas Waleed seperti yang dikutip dari laman New York Post.

Perhatikan kombinasi gejala yang muncul

batuk kering

Meski demikian, batuk kering juga bisa terjadi karena alasan yang berbeda. Jadi, tidak semua jenis batuk tersebut menandakan seseorang terpapar virus corona. Waleed memaparkan, yang perlu diperhatikan adalah kombinasi dari gejala yang dialami.

“Kombinasi gejala lebih penting. Jika mengalami batuk, demam tinggi di atas 37,8 derajat celcius, itu sudah bisa menjadi tanda waspada.

Sebagai langkah berjaga-jaga agar virus tidak menyebar, maka seseorang yang mengalami batuk kering disertai demam tinggi dianjurkan untuk tetap di rumah selama 7 – 14 hari. Selama itu, fokus pada upaya penyembuhan diri sambil serta terus pantau gejala apa saja yang muncul. Jika demam dan batuk tidak kunjung sembuh, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Artikel terkait: Tak perlu panik! Lakukan ini untuk mencegah terpaparnya virus corona

Atasi batuk dengan cara ini:

Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak

Batuk kering disebabkan oleh banyak faktor dan cenderung berlangsung lama. Beberapa hal yang bisa Parents lakukan saat mengalami kondisi ini di antaranya adalah:

  • Rutin minum air hangat agar tenggorokan tenang dan lembab
  • Berkumur menggunakan air garam untuk mengurangi pembengkakan di tenggorokan akibat radang.
  • Konsumsi sekitar 1 – 2 sendok madu secara langsung atau pun dicampur air hangat dan air lemon. Ini dapat mengurangi iritasi tenggorokan yang menyebabkan batuk kering terjadi.
  • Gunakan alat pelembab udara atau humidfier
  • Konsumsi makanan probiotik seperti kimchi, tempe, yogurt, dan lainnya.
  • Minum obat medis seperti dextromethorphan HBr dan obat medis yang biasa digunakan untuk mengatasi jenis batuk ini. Namun, konsumsi obat sebaiknya tidak dalam jangka waktu yang lama. Sehingga jika batuk tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama disertai muncul gejala lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Semoga bermanfaat!

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

***

Referensi: Liputan 6, Kesehatan Kontan, Instagram BBC News, Alodokter, Hello Sehat

Baca juga:

Batuk kering dan berdahak, bisakah diatasi dengan obat yang sama?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Batuk kering tanda gejala infeksi virus corona, ini bedanya dengan batuk berdahak
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti