Catat! Ini daftar makanan yang bisa bantu menaikan berat janin

Catat! Ini daftar makanan yang bisa bantu menaikan berat janin

Apa saran dari dokter kandungan untuk meningkatkan berat janin?

Mendengar penjelasan dokter kandungan yang mengatakan bahwa berat janin tidak mengalami peningkatan, tentu bisa bikin hati Bunda khawatir? Bunda pun akhirnya segera mencari tahu cara tepat menaikan berat badan janin.

Salah satu pendapat yang sering beredar terkait dengan menaikan berat badan janin adalah ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan manis.

menaikan berat badan janin

Benarkah meningkatkan pertumbuhan berat badan janin Bumil perlu banyak mengonsumsi makanan manis?

Dalam hal ini, dr Ivander Utama SpOG menjelaskan, makanan manis yang sudah dikonsumsi setiap hari sebenarnya sudah cukup. Artinya, ibu hamil sebenarnya tidak perlu menambah asupan manis hanya untuk menaikan berat badan janin.

Penting untuk diketahui bahwa menaikan berat badan janin ini memang tergantung dari asupan makanan bernutrisi.

“Bayi akan bertumbuh besar sesuai dengan usia kehamilan ibu bila janin mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup. Namun jika mendapatkan asupan makanan manis secara berlebihan, justru bisa berpotensi merusak janin itu sendiri,” tegasnya.

Hal ini dikarenakan makanan manis dapat membuat berat badan janin naik berlebihkahan, dan bisa merusak kromosom bayi. “Kelak, di masa depan, bayi justru bisa berpotensi mendapatkan penyakit metabolik seperti darah tinggi, kencing manis, hingga obesitas pada masa kanak-kanak.”

menaikan berat badan janin

Oleh karena itu meningkatkan berat badan janin bukan dengan cara mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng ini mengingatkan pada ibu hamil bahwa asupan gula untuk bumil sebenarnya sudah didapatkan dari makanan sehari-hari. Tambahan untuk mengonsumsi es krim, cokelat, atau susu hamil yang berlebihan justru tidak dianjurkan.

Makanan paling dianjurkan untuk menaikan berat badan janin adalah makanan mengandung protein tinggi. Sementara untuk makanan manis, yang disarankan adalah makanan yang mengandung gula alami, seperti buah-buahan.

“Pada prinsipnya, saat hamil tidak ada makanan yang dilarang asal dikonsumsi dengan tepat. Termasuk dengan mengonsumsi umbi-umbian, di mana kadar karbohidrat ini akan diubah menjadi manis saat masuk dalam saluran pencernaan. Jadi, kita mendapatkan gula bukan hanya dari makanan manis saja.”

Ia juga menambahkan bahwa, untuk menaikan berat badan janin agar cepat besar, yang diperlukan adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan serat

“Untuk menaikan berat badan janin agar cepat besar, yang diperlukan adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan serat. Jadi tidak perlu menjadikan makanan manis sebagai makanan utama.”

menaikan berat badan janin

Berikut beberapa jenis protein yang baik untuk menaikan berat badan janin:

  • Telur
  • Daging merah
  • Ikan
  • Daging unggas
  • Kacang-kacangan
  • Susu
  • Tahu atau produk kedelai
  • Gandum
  • Sayur brokoli.

Panduan gizi umum untuk ibu hamil

Jika gizi ibu hamil baik, janin di dalam rahim mungkin tidak akan memiliki masalah berat badan dan kesehatan lainnya. Berikut pedoman harian untuk makan sehat selama kehamilan dari Cleveland Clinic:

  • Kalsium: Kalsium dibutuhkan dalam tubuh untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Asam folat: Asam folat digunakan untuk membuat darah tambahan yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. ACOG dan March of Dimes merekomendasikan 400 mikrogram (mcg) per hari untuk ibu hamil.
  • Zat Besi: Zat besi adalah bagian penting dari sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. ACOG merekomendasikan Bumil menerima 27 mg zat besi sehari dari makanan dan vitamin prenatal. Sumber yang baik termasuk produk gandum, daging sapi tanpa lemak, buah kering, kacang kering, ikan sarden dan sayuran berdaun hijau.
  • Vitamin A: ACOG merekomendasikan Bumil menerima 770 mcg Vitamin A setiap hari. Makanan yang kaya akan Vitamin A adalah sayuran berdaun hijau, tumbuhan berwarna kuning atau oranye (misnya wortel atau ubi manis), susu, dan hati hewan.
  • Vitamin D: Vitamin D bekerja dengan kalsium untuk membantu tulang dan gigi bayi berkembang. Ini juga penting untuk kesehatan kulit dan penglihatan. Semua wanita, termasuk mereka yang hamil, membutuhkan 600 unit internasional vitamin D sehari. Sumber yang baik adalah susu yang diperkaya dengan vitamin D dan ikan berlemak seperti salmon. Paparan sinar matahari juga dapat mengubah bahan kimia di kulit menjadi vitamin D.
  • DHA: American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), merekomendasikan wanita hamil dan menyusui harus mengusahakan asupan rata-rata harian minimal 200 mg asam docosahexaenoic (DHA) harian.
  • Protein: Protein diperlukan untuk energi dan untuk membangun dan memperbaiki otak, otot, darah dll. Setiap orang membutuhkan jumlah protein yang berbeda tergantung ukuran tubuhnya. Jadi, konsultasilah ke dokter gizi.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga:

Bahaya anemia pada ibu hamil dan janin, kenali 9 gejalanya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner