11 Fakta tentang persalinan prematur yang wajib Bunda ketahui

11 Fakta tentang persalinan prematur yang wajib Bunda ketahui

Kami merangkum 11 fakta tentang persalinan prematur, simak info lengkapnya berikut ini.

Setiap kehamilan memiliki batas waktu yang disebut hari perkiraan lahir (HPL) yang membantu Bunda mengetahui kapan buah hati akan lahir. Namun, kenyataannya tak semua HPL tepat, karena ada beberapa ibu hamil yang harus melahirkan lebih awal atau mengalami persalinan prematur.

Dapat dikatakan prematur ketika bayi lahir lebih cepat dari perkiraan waktu seharusnya, biasanya sebelum 40 minggu masa kehamilan. Menurut Dr. Katleen Del Prado, ahli obstetri dan ginekologi di Quezon, Filipina, prematur terjadi pada usia kandungan antara 20 hingga 37 minggu.

“Persalinan prematur terjadi ketika muncul rasa sakit akan bersalin, atau kontraksi uterus yang berujung pada terbukanya leher rahim (serviks). Hal ini terjadi pada usia kehamilan antara 20 minggu hingga kurang dari 37 minggu,” jelas Katleen.

Artikel terkait : Ada 3 tahap melahirkan normal, dan ini yang akan Bunda alami di tiap tahapannya!

11 Fakta penting tentang persalinan prematur 

persalinan prematur

Untuk itu, berikut adalah fakta-fakta penting terkait kelahiran prematur yang patut Bunda ketahui:

1. Bunda tak perlu takut!

Dr. Katleen Del Prado mengatakan kelahiran prematur umumnya menjadi penyebab utama kematian bayi di dunia. Berdasarkan data WHO, setiap tahunnya sekitar 15 juta bayi di dunia lahir lebih cepat dari waktu seharusnya .

Lalu, sekitar 1 juta bayi meninggal karena waktu kelahiran yang prematur. Serta, pada anak usia di bawah 5 tahun, kondisi prematur menjadi sebab utama kematian bayi.

2. Hamil kembar atau lebih dapat meningkatkan risiko melahirkan prematur

persalinan prematur

Hal itu karena kehamilan lebih dari satu bayi memberikan peregangan yang lebih di uterus. Adapun faktor risiko lain yang memperbesar kemungkinan kelahiran prematur antara lain:

  • Ibu hamil mengalami kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, anemia, dan masalah penggumpalan darah
  • Pernah melahirkan prematur sebelumnya
  • Hamil setelah program bayi tabung
  • Kelainan pada janin
  • Masalah pada uterus, leher rahim, dan pada ari-ari (plasenta)
  • Hamil lagi setelah kurang dari 6 bulan melahirkan
  • Kurang atau sama sekali tidak memeriksakan diri sebelum melahirkan
  • Berat badan berlebih atau berat badan kurang sebelum kehamilan
  • Merokok, konsumsi alkohol, atau konsumsi narkoba selama kehamilan
  • Stres akut

Menurut American Pregnancy Assosiation, kelahiran prematur terjadi sekitar 12% dari seluruh kehamilan. Namun, calon ibu berisiko lebih besar mengalami kelahiran prematur apabila di saat yang sama ia mengalami tiga hal berikut ini:

  • Bayi kembar 3 (triplets)
  • Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya
  • Masalah pada uterus dan serviks

3. Melahirkan prematur karena risiko yang tidak diketahui

Meskipun ibu hamil tidak memiliki faktor-faktor penyebab kelahiran prematur, tapi tetap saja kemungkinan kelahiran prematur bisa terjadi. Begitu pula sebaliknya, meskipun ibu hamil mengalami salah satu faktor penyebab persalinan prematur, tidak otomatis akan mengalami kelahiran prematur juga.

4. Kelahiran prematur karena infeksi

11 Fakta tentang persalinan prematur yang wajib Bunda ketahui

Dr. Katleen Del Prado yang mendalami sub spesialis perinatology dan kehamilan mengatakan jika prematur juga sering disebabkan oleh infeksi saluran kencing dan vagina.

“Penyebab persalinan prematur yang sering muncul ialah infeksi saluran kencing dan infeksi vagina. Namun, infeksi lain pada organ misalnya di paru-paru (pneumonia), infeksi di mulut (penyakit periodontal) juga dapat memicu terjadinya kelahiran prematur,” katanya.

Penyebab lain kelahiran prematur:

  • Tegangan pada uterus atau kondisi yang membuat uterus meregang, misalnya ketika air ketuban berlebihan, atau badan bayi terlalu besar
  • Diabetes mellitus yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan volume air ketuban
  • Gangguan pada serviks atau pembukaan leher rahim yang terjadi walaupun tanpa disertai kontraksi uterus. “Sebenarnya hal tersebut tidak termasuk kelahiran prematur, tapi termasuk tanda-tanda utama terbukanya jalan lahir lebih lebih cepat dari seharusnya,” jelas Dr. Katleen Del Prado
  • Kelahiran prematur mendadak, terjadi sebanyak 2-3 kasus dari seluruh kejadian melahirkan prematur
  • Persalinan terjadi dengan sendirinya, dan atau ketika ketuban pecah lebih cepat dari seharusnya

“Ada banyak penyebab kelahiran prematur, tapi yang harus dipahami adalah bagaimana proses persalinan terjadi, ” ungkap Dr. Katleen Del Predo.

“Persalinan terjadi karena kontraksi uterus dan pembukaan pada leher rahim. Mekanisme dasarnya bahwa peradangan, ketegangan otot, pembukaan serviks secara tiba-tiba yang diikuti kontraksi akan berujung pada persalinan,” sambungnya.

5. Ciri-ciri kelahiran prematur mirip dengan kelahiran pada periode normal

11 Fakta tentang persalinan prematur yang wajib Bunda ketahui

Seperti pada persalinan normal, kelahiran prematur juga Bunda akan mengalami gejala berikut ini:

  • Kontraksi yang terjadi secara terus menerus, terjadi 5 kali atau lebih dalam satu jam, yang terasa seperti nyeri saat haid atau mungkin lebih sakit lagi
  • Rasa pegal dan sakit pada punggung yang muncul terus menerus atau kadang muncul dan hilang
  • Cairan ketuban terus mengalir dari vagina, tanda ketuban sudah pecah
  • tekanan pada panggul atau perut bagian bawah
  • Keluar flek dari vagina, bahkan darah
  • Keputihan pada vagina, terasa basah, berdarah, bahkan disertai lendir
  • Merasa mual, diare, atau rasa tidak nyaman pada pencernaan

“Ibu hamil akan merasakan sakit seperti rasa sakit pada persalinan umumnya. Kontraksi biasanya muncul setiap jam dan jarak kontraksi selanjutnya lebih singkat, sampai kontraksi muncul lebih sering yaitu setiap 2-3 menit,” ujar Dr. Katleen Del Predo.

“Rasa sakitnya seperti rasa sakit ketika menstruasi, rasa nyeri pada perut bagian bawah, dan menyebar ke punggung. Ada cairan, atau lendir di vagina, terjadi kontraksi di uterus, dan pembukaan serviks setelah pemeriksaan internal secara digital oleh dokter,” imbuhnya.

Segera hubungi dokter apabila Bunda mengalami tanda-tanda dan gejala di atas, ya.

6. Dokter dapat membantu menghentikan dan mengurangi risiko kelahiran dini

11 Fakta tentang persalinan prematur yang wajib Bunda ketahui

Pengobatan dapat dilakukan untuk menghentikan kontraksi dan menunda kelahiran, serta menjaga bayi tetap di dalam rahim sampai waktunya ia lahir.

“Pilihan pengobatan sangat tergantung pada individu, karena pengobatan yang dilakukan bukan tanpa efek samping, maka pengobatan tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu yang terlalu lama. Reaksi obat juga tergantung pada kondisi pasien yang mungkin dapat menerima atau tidak menerima perngobatan, tergantung situasinya,” kata Dr. Del Prado

7. Gejala persalinan prematur dapat berhenti dengan sendirinya

American College of Obstetrric and Ginecology (AGOC) mengungkapkan hal ini terjadi pada 3 dari 10 ibu hamil. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan lebih dari 50% ibu hamil yang pernah mengalami gejala kelahiran prematur dapat melahirkan bayinya dengan segera, yaitu pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih.

Artikel terkait : Komplikasi jangka pendek dan panjang yang rawan dialami bayi prematur, Parents perlu tahu

8. Persalinan prematur dapat diatur jadwalnya

Nah, kelahiran jenis ini tidak selalu terjadi secara mengejutkan. Menurut National Health Service, pada beberapa kasus, kelahiran prematur sengaja direncanakan dan didorong untuk terjadi lebih cepat karena lebih baik untuk kondisi bayi.

Contohnya yaitu ketika ibu hamil memiliki masalah pada tekanan darah, seperti preeklampsia.

9. Dokter melakukan pemeriksaan panggul untuk memastikan risiko persalinan prematur

Dokter akan memeriksa apabila terjadi perubahan pada leher rahim dan memonitor kontraksi.

10. Tindakan untuk mengontrol terjadinya kelahiran prematur sangat tergantung pada kondisi masing-masing individu

Setiap perempuan memiki riwayat kesehatan, faktor risiko, dan pengalaman kehamilan yang berbeda. Tidak semua yang mengalami gejala kelahiran prematur harus dilakukan tindakan ikat leher rahim atau prosedur penjahitan rahim.

Tindakan-tindakan di atas adalah tindakan yang dilakukan pada kondisi rahim lemah. Yakni, keadaan leher rahim terlalu cepat memendek dan membuka terlalu cepat selama kehamilan.

Tindakan ikat leher rahim (cervical cerclage) atau disebut dengan penjahitan rahim (cervical stitch) juga dapat dilakukan untuk mencegah keguguran atau pun kelahiran prematur.

11. Mengurangi faktor risiko prematur dengan mencegahnya

persalinan prematur

Mulailah berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kehamilan sejak sebelum masa kehamilan. Dr. Katleen Del Predo sangat menyarankan untuk mulai berkonsultasi dengan dokter sebelum hamil.

Dengan begitu, Bunda dapat merencanakan kehamilan yang baik, mengontrol kondisi kronis secara efektif, dan melakukan perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan.

Sementara bagi yang sudah hamil, berkonsultasilah secara rutin dengan dokter kandungan, terutama sejak awal-awal masa kehamilan.

Langkah-langkah di bawah ini dapat Bunda lakukan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur dan menjalani kehamilan yang lebih sehat:

  • Konsumsi makanan bergizi dan diet seimbang, minum vitamin bila perlu
  • Pertahankan berat badan ideal sebelum kehamilan
  • Hindari produk yang mengandung zat-zat berbahaya bagi ibu dan janin, seperti tembakau, narkoba, dan alkohol
  • Periksakan diri secara rutin ke dokter, terutama jika memiliki gangguan kesehatan tertentu seperti hipertensi dan diabetes
  • Mengobati segala jenis infeksi yang dialami, idealnya harus sudah sembuh dari semua infeksi sejak sebelum kehamilan
  • Istirahat dan tidur yang cukup
  • Mengurangi sumber-sumber stres, aktivitas yang berat, dan hindari berdiri terlalu lama
  • Berdiskusi dengan dokter tentang jarak kehamilan dan pilihan alat kontrasepsi

Demikian fakta-fakta tentang persalinan prematur. Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila Bunda mengalaminya.

Referensi : Artikel ini disadur dari tulisan Regina Posadas di theAsianparent Singapore

Baca juga :

5 Hal Penting Tentang Kelahiran Bayi Prematur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

febri

app info
get app banner