Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Kondisi seperti apa yang mengizinkan ibu hamil untuk berpuasa dari kacamata medis? Simak penjelasan berikut ini.

Memasuki bulan Ramadhan, sering kali muncul pertanyaan bolehkah ibu hamil berpuasa? Sebenarnya Islam telah memberi keringanan ibu hamil untuk tidak berpuasa, terlebih jika khawatir dengan kondisinya dan janin yang sedang dikandung.

Walau demikian, tetap masih ada ibu hamil yang ingin berpuasa di bulan Ramadhan, bahkan selama satu bulan penuh. Kalau begitu, apakah berpuasa akan berpengaruh kepada kesehatan ibu hamil dan apa pendapat medis terkait kondisi ini?

Pertanyaan tentang bolehkah ibu hamil berpuasa ini dijawab oleh dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, Msc. Mengutip dari kolom dokter laman Detik Health,  ia menegaskan kalau ibu hamil boleh saja berpuasa. Namun dengan catatan sebaiknya berkonsultasi dahulu kepada dokter kandungan.

Tujuannya, untuk mengetahui apakah kondisi kehamilannya aman untuk menjalankan ibadah puasa atau tidak. Mengingat janin yang dikandung harus mendapat asupan cairan nutrisi selama 24 jam tanpa henti, yang disalurkan dari tubuh ibu melalui plasenta dan tali pusat.

Usia kandungan berapa ibu hamil aman berpuasa?

bolehkah ibu hamil berpuasa

Menurut dr. Yassin, sebaiknya ibu hamil tidak berpuasa ketika usia kandungannya masih trimester pertama. Sebab, di waktu ini, ibu hamil akan melewati masa adaptasi yang terkadang bisa merepotkan.

“Keluhan yang sering muncul berupa mual, muntah, pusing, gangguan keluhan salurna cerna sangat lazim menyertai. Pada kondisi mual dan muntah hebat, berpuasa sudah pasti dilarang,” ujar spesialis obstetri dan ginekologi, RSPI Pondok Indah.

Artikel terkait : Perlu tahu! Ini hukum berpuasa Ramadan untuk ibu hamil

dr. Yassin menambahkan, trimester pertama juga merupakan waktu bagi janin mengalami pertumbuhan berbagai organ. Seperti otak, saraf, jantung, ginjal, saluran cerna hingga siap memasuki tahap maturasi organ pada trimester kedua.

“Plasenta juga dalam masa perkembangan yang penting di trimester pertama. Ini merupakan fase krusial sebuah kehamilan. Sebaiknya ibu hamil tidak berpuasa pada trimester pertama, karena ibu perlu asupan nutrisi dan cairan yang cukup, selain harus menghadapi berbagai keluhan pada masa adaptasi ini,” sambungnya.

Trimester kedua dan ketiga

bolehkah ibu hamil berpuasa

Memasuki trimester kedua dan ketiga, ibu hamil mulai bisa beradaptasi dengan kondisinya. Beragam keluhan yang muncul di trismester pertama juga perlahan hilang, serta pembentukan organ dan plasenta sudah lengkap, hingga siap mengalami maturasi.

Di tahap ini, ibu hamil juga realtif lebih tahan terhadap stres yang dialami, termasuk stres terhadap lapar dan haus. Maka dari itu, selama tidak ada masalah, keluhan dan kondisi yang memberatkan, ibu hamil diizinkan berpuasa, tapi ada baiknya jika selalu dalam pengawasan dokter.

Bolehkah ibu hamil berpuasa bila mengalami beberapa keluhan?

bolehkah ibu hamil berpuasa

Lebih lanjut dokter kandungan yang berpraktik di Klinik Bamed ini pun menegaskan hanya kehamilan sehat tanpa komplikasi atau keluhan yang dapat berpuasa. Sedangkan jika ibu hamil mengalami beberapa faktor ‘penyulit’, maka ia tidak dianjurkan berpuasa, begitu juga dengan yang memerlukan pengobatan tertentu.

Selain itu, ibu hamil dengan kondisi berikut ini juga yang disarankan untuk tidak berpuasa :

  • Hiperemesis gravidarum atau morning sickness yang ekstrem
  • Perdarahan
  • Kontraksi atau ancaman persalinan prematur
  • Hamil kembar (risiko kehamilan meningkat)
  • Berbagai penyakit penyerta, seperti hipertensi, preeklampsia, diabetes, asma, dan lainnya
  • Kondisi lain atas penilaian dokter

Kondisi ibu hamil harus membatalkan puasanya

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Jika ibu hamil berpuasa, lalu mengalami keluhan ini, maka harus segera membatalkan puasanya dan periksa ke dokter. Adapun jenis keluhannya, yaitu:

  • Lemas
  • Pusing
  • Sesak
  • Keringat dingin
  • Berdebar-debar
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Jumlah buang air kecil sedikit
  • Diare

Ibu hamil penting memerhatikan asupan makanan saat sahur dan buka puasa

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Dalam hal ini, setidaknya ada dua hal yang harus ibu hamil perhatikan, yaitu jenis makanan atau minuman dan jumlahnya. Untuk jenis makanan atau minuman, ibu hamil disarankan menghindari makanan cepat saji atau junk food dan yang mengandung pengawet.

“Hindari juga makanan dengan gula atau pemanis berlebihan saat sahur dan berbuka. Hal ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah naik secara mendadak, tapi selanjutnya juga turun secara cepat hingga berpotensi menimbulkan hipoglikemi dengan keluhan pusing atau lemas,” jelas Yassin.

Lalu, hindari makanan bersantan dan mengandung minyak berlebih, karena akan menghambat pengosongan lambung. Sebaiknya Bunda menyiapkan makanan sahur dan berbuka yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Serta, perbanyak makan sayur dan buah sebagai sumber vitamind dan mineral.

Artikel terkait : Berbedakah Kondisi Bayi Bila Ibu Puasa Saat Hamil?

Tak luput, karbohidrat kompleks seperti kentang, gandum, beras merah, sereal, roti gandum, bisa menjadi pilihan saat sahur karena tahan lebih lama untuk dicerna. Dengan demikian, ini dapat menunda timbulnya rasa lapar.

Ketika berbuka, makananan atau minuman dengan gula sederhana mampu memulihkan kadar gula yang rendah setelah seharian berpuasa.

Di samping itu, bagi ibu hamil yang memiliki penyaki mag, harus mengindari makanan yang terlalu pedas, mengandung asam, dan yang menghasilkan gas seperti sayur kol. Tidak lupa juga untuk mengonsumsi suplemen multivitamin dan kalsium sebagai pelengkap nutrisi kehamilan.

Berapa banyak kalori dan cairan yang ibu hamil butuhkan dan bagaimana mengaturnya saat berpuasa?

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Pastikan jumlah kalori tercukupi

Setelah mengetahui jenis makanan yang baik dan harus dihindari ibu hamil selama puasa, kini ibu hamil perlu mengetahui jumlah asupan kalori yang dibutuhkan.

Meski sedang berpuasa, asupan kalori ibu hamil tidak boleh kurang dari biasanya. Selama hamil, Bunda membutuhkan tambahan 300-500 kal dari kebutuhan kalori asal, atau total yang dibutuhkan ibu hamil sekitar 2100-2500 kal setiap hari.

Jika sebelum puasa Bunda bisa mencukupi kalori tersebut dalam tiga sesi makan, yaitu pagi, siang, dan malam, tapi berbeda dengan saat puasa. Sebab, saat puasa, porsi makan besar hanya terbagi dua, yaitu sahur dan berbuka. Atau Bunda juga bisa menambah porsi makan ketiga saat menjelang tidur.

“Perlu diingat, berat badan ibu hamil perlu tambahan sekitar 0,3 sampai 0,5 kilogram per minggu. Apabila berat badan tetap atau bahkan berkurang, sebaiknya puasa dihentikan saja,” kata Yassin.

Jumlah cairan

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Sama halnya dengan kalori, asupan cairan juga penting diperhatikan. Ibu hamil harus minum air sebanyak 2-2,5 liter per hari yang terbagi menjadi 8-10 gelas. Jangan sampai ibu hamil kekurangan cairan, karena ini berpengaruh pada kondisi kesehatan janin.

“Perlu trik agar jumlah tetap masuk dan tidak dehidrasi, yakni minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah tarawih, dan 2 gelas menjelang tidur,” pungkas Yassin.

Selain itu, agar ibu hamil tidak dehidrasi selama puasa, maka harus mengurangi aktivitas yang menguras tenaga. Serta, hindari terpapar udara dan lingkungan yang panas.

Manfaat puasa bagi ibu hamil

Amankah jika ibu hamil berpuasa? Ini penjelasan dokter kandungan

Selama ibu hamil berada dalam kondisi normal dan sehat, maka tidak apa-apa untuk berpuasa, justru bisa memberikan manfaat juga. Misalnya, dapat meningkatkan ketenangan batin, perasaan bahagia, dan bonding antara ibu dan anak karena bisa menjalani ibadah puasa bersama dengan janin yang dikandung.

Jadi, sudah terjawab, ya, pertanyaan terkait bolehkah ibu hamil berpuasa? Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa, Bun.

Baca juga :

Puasa saat pandemi COVID-19, ini anjuran WHO yang harus umat Islam ketahui!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner