Puasa saat hamil 5 bulan aman atau tidak? Ini penjelasan dokter

Puasa saat hamil 5 bulan aman atau tidak? Ini penjelasan dokter

Ketahui beberapa hal berikut ini terlebih dahulu bila ingin berpuasa saat sedang hamil 5 bulan.

Bunda mungkin pernah bertanya-tanya, apakah puasa saat hamil 5 bulan aman atau tidak?

Untuk mengetahui jawabannya. Simak terus penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penjelasan dokter tentang aman tidaknya puasa saat hamil 5 bulan

puasa saat hamil 5 bulan

Berpuasa di bulan Ramadhan memang menjadi salah satu kewajiban seluruh umat muslim di dunia. Namun tidak untuk para ibu hamil.

Para ibu hamil memiliki kelonggaran untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan. Terlebih di trimester pertama kehamilan. 

“Sebuah penelitian mengatakan bahwa ibu hamil trimester pertama yang menjalankan puasa akan melahirkan janin dengan berat badan lebih rendah,” ujar dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK, dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah.

Juwalita kemudian menjelaskan ibu hamil baru bisa mulai berpuasa bila telah memasuki trimester kedua (4-6 bulan). Sebab di trimester tersebut kondisi janin sudah lebih stabil dan tubuh ibu telah beradaptasi dengan berbagai perubahan kehamilan. 

Selain itu, ibu hamil juga baru bisa mulai berpuasa bila memiliki status gizi yang baik. 

“Namun jika memiliki penyakit khusus, baiknya konsultasikan dengan dokter sebelum puasa. Selain itu, ibu hamil dengan diabetes gestasional atau ibu hamil dengan diabetes tipe 2, baiknya tidak berpuasa,” tambahnya saat  ditemui dalam acara Small Media Discussion RS Pondok Indahdi Jakarta (29/04)

Artikel terkait: Bagaimana hukum membayar puasa bagi ibu hamil dan menyusui?

Hal yang harus diperhatikan ketika puasa saat hamil 5 bulan

Puasa saat hamil 5 bulan aman atau tidak? Ini penjelasan dokter

Meskipun berpuasa di trimester kedua terbilang cukup aman. Namun Juwalita menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Berat badan tidak naik dan turun
  • Haus berlebihan
  • Buang air kecil menjadi jarang atau urin berwarna gelap
  • Sakit kepala atau demam
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut seperti kontraksi

Lebih lanjut, dr. Suci Dwi Putri dalam laman Klik Dokter juga menjelaskan ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan ibu hamil saat berpuasa:

1. Ibu hamil harus menghentikan puasa bila merasa lemas. Hal ini menandakan bahwa kadar gula darah ibu hamil bisa sangat rendah. 

3. Pastikan setiap puasa gerakan janin tetap aktif dan tidak mengalami perubahan. Bila terdapat penurunan gerakan janin meskipun telah dirangsang, maka lebih baik segera menghentikan puasa dan konsultasi pada dokter.

4. Mendapatkan asupan makanan yang cukup saat sahur dan berbuka. Bila perlu tambahkan asupan makanan di tengah malam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin. 

5. Mengonsumsi suplemen yang diberikan oleh dokter secara teratur. 

Tips puasa saat hamil 5 bulan

puasa saat hamil 5 bulan 2

Agar kondisi ibu hamil dan janin tetap aman selama bulan Ramadhan. Suci memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan ibu hamil yang ingin berpuasa saat hamil 5 bulan:

a. Saat sahur

Pilih makanan yang lama dicerna seperti karbohidrat kompleks dan sayuran. Dengan begitu ibu hamil dapat kenyang lebih lama dan tidak terlalu lapar. 

Disarankan ibu hamil untuk menghindari makanan kaleng yang mengandung pengawet dan kadar gula garam tinggi. 

b. Saat berbuka

Dianjurkan untuk minum minuman manis seperti jus buah terlebih dahulu dan diikuti dengan makanan ringan. Sebab berpuasa dapat melambatkan jalannya sistem pencernaan sehingga dianjurkan untuk berbuka secara perlahan. 

Adapun komposisi makanan yang dikonsumsi harus tetap seimbang baik kandungan karbohidrat, protein, vitamin, lemak, vitamin, dan mineralnya untuk pertumbuhan janin. Jangan lupa pula untuk melengkapi asupan harian ibu hamil dengan susu dan buah.

c. Hindari kafein

Puasa saat hamil 5 bulan aman atau tidak? Ini penjelasan dokter

Hindari minuman berkafein seperti teh, kopi, kola, dan cokelat yang terlalu banyak. Sebab beberapa minuman tersebut memiliki sifat yang menarik cairan (diuretik) sehingga menyebabkan peningkatan frekuensi berkemin saat puasa.

Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat efek adiksi yang ditimbulkan.

d. Kurangi aktivitas

Mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan dan hindari berkeringat terlalu banyak yang dapat berujung pada dehidrasi. Hal ini bisa berbahaya bagi ibu hamil.

e. Tingkatkan asupan cairan saat sahur dan berbuka.

Setidaknya dengan mengonsumsi 1,5 – 2 liter cairan per hari.

f. Perbanyak istirahat saat berpuasa.

***

Perlu diingat bahwa kondisi ibu hamil berbeda-beda. Untuk itu, sebelum memutuskan hendak berpuasa di bulan Ramadhan, ibu hamil sebaiknya mengonsultasikan hal itu terlebih dahulu pada dokter kandungannya masing-masing.

Sumber: Klik Dokter

Baca juga

Berbedakah Kondisi Bayi Bila Ibu Puasa Saat Hamil?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner