Garam untuk ibu hamil, berapa takaran yang aman untuk dikonsumsi?

Garam untuk ibu hamil, berapa takaran yang aman untuk dikonsumsi?

Ibu hamil harus berhati-hati jika ingin mengonsumsi garam, karena konsumsi garam yang berlebih saat hamil bisa berisiko buruk untuk ibu dan janin.

Garam merupakan bahan dapur yang sering ditambahkan dalam setiap makanan, yang mana penting juga untuk menjaga kadar cairan dan keseimbangan pH tubuh karena kandungan natrium. Namun, konsumsi garam untuk ibu hamil harus diperhatikan, karena jika tidak sesuai aturan bisa berisiko mengganggu kehamilan.

Manfaat konsumsi garam yaitu untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, pada ibu hamil hal ini membantu untuk perkembangan bayi yang dikandung. Ibu hamil yang kurang mendapat asupan garam bisa berpengaruh pada janin, seperti perkembangan otak abnormal, komplikasi medis, berat bayi lahir rendah, lahir mati, dan keguguran.

Tak hanya itu, dengan kurangnya asupan garam bisa membuat organ tubuh seperti saraf dan otot tidak dapat berfungsi dengan baik selama kehamilan. Maka, jangan ragu untuk tetap konsumsi garam saat ibu hamil, asalkan dengan takaran yang sesuai.

Artikel terkait : 5 Saran Tentang Makanan Ibu Hamil

Berapakah takaran konsumsi garam untuk ibu hamil?

garam untuk ibu hamil

Menurut seorang pakar gizi dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, konsumsi garam untuk ibu hamil sebaiknya memerhatikan kondisi tekanan darah sang ibu. Kebutuhan garam untuk ibu hamil bergantung pada ukuran tensinya.

“Sebenarnya kebutuhan garam pada saat hamil tergantung dengan tensi dia, ada masalah tidak dengan tensi. Dengan kita menambah garam, yang mana garam itu kan natrium dan sifatnya mengikat air, sehingga dengan makin banyak air, pompa jantung pun makin berat, akhirnya tensi naik,” ujar Diana saat ditemui di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

“Biasanya tensi itu akan berpengaruh pada preeklampsi di bulan ke 8 dan 9 kehamilan, tensi bisa tinggi mencapai 170. Jika seperti itu, maka harus dibatasi konsumsi garam, harus di bawah kebutuhan,” imbuhnya.

Diana melanjutkan, sedangkan jika ibu hamil tidak ada masalah dengan tensi dan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, maka tidak masalah untuk konsumsi garam. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk ibu hamil menambah garam pada makanan yang dimakannya sesuai dengan kondisi masing-masing.

Artikel terkait: Waspadai Preeklampsia Pada Kehamilan

Efek samping konsumsi garam berlebih saat hamil

garam untuk ibu hamil

Dilansir dari situs Parenting Firstcry, ibu hamil harus konsumsi garam dalam jumlah yang sedang. Rekomendasi takaran garam harian untuk ibu hamil yaitu sekitar 3,8 gram dan jumlah maksimal hingga 5,8 gram.

Segala yang berlebihan memang pasti akan berujung pada keburukan, termasuk juga ibu hamil yang terlalu banyak makan garam. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari asupan natrium tinggi selama kehamilan.

  • Konsumsi garam berlebih selama hamil bisa membuat anda merasa kembung.
  • Asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan rentensi air, yaitu sifat atau proses menahan air yang dikandung oleh bahan atau benda itu pada keadaan normal. Air yang dikandung ini dapat dilepaskan jika suhu dinaikkan atau tekanan diturunkan.
  • Konsumsi garam berlebih saat hamil bisa menyebabkan pembengkakan yang berlebihan juga. Umumnya terjadi pada bagian pergelangan kaki, kaki, dan wajah.
  • Berisiko alami tekanan darah tinggi atau preeklampsia.
  • Hilangnya kalsium dari tubuh saat buang air kecil.
Makanan yang memiliki kandungan garam tinggi

Makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin. Maka, ibu hamil wajib mengetahui makanan apa saja yang memiliki kandungan garam tinggi.

1. Minuman manis

garam untuk ibu hamil

Jangan menganggap jika minuman manis tidak mengandung garam atau natrium sama sekali, justru minuman manis mengandung tinggi natrium yang dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Berhati-hatilah bagi ibu hamil jika minum minuman berenergi dan minuman isotonik karena setidaknya terdapat 200 mg kandungan natrium.

2. Sereal

garam untuk ibu hamil

Umumnya sereal sarapan mengandung kadar natrium yang tinggi di dalamnya. Satu mangkuk oatmeal bisa saja memiliki kandungan natrium hingga 200 mg.

3. Saus

garam untuk ibu hamil

Saus tomat, kecap, dan jenis saus lainnya ternyata sangat tinggi natrium. Jumlahnya mencapai 150 hingga 200 mg per porsi, yang mana jumlah tersebut dapat dengan mudah melebihi asupan natrium yang disarankan perharinya.

4. Roti

garam untuk ibu hamil

Banyak ibu hamil suka makan roti, donat, dan bagel untuk sarapan, camilan, dan kudapan malam. Padahal, dalam sepotong makanan tersebut mengandung sekitar 150 mg natrium di dalamnya.

Nah Bunda, itulah aturan konsumsi garam untuk ibu hamil yang harus diperhatikan. Jangan sampai salah ya, karena bisa berisiko fatal untuk kesehatan Bunda dan janin yang sedang dikandung.

 

Referensi : Parenting Firstcry

Baca juga :

Suka ngemil saat hamil? Ini 20 cemilan sehat yang aman dikonsumsi Bumil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner