Saat memasuki usia 2 minggu kehamilan, Anda mungkin belum merasakan banyak tanda-tanda yang signifikan. Namun pada waktu ini, Bunda memasuki waktu tersubur selama sebulan. Bunda juga mungkin bertanya-tanya, seperti apa perkembangan janin 2 minggu?
Usia kandungan biasanya dihitung dari hari pertama hari terakhir (HPHT) menstruasi.
Karena itu, di usia kehamilan 2 minggu masih belum dikatakan Bunda hamil sepenuhnya.
Seringkali, ini baru merupakan tanda bahwa Bunda berada pada masa paling subur selama satu bulan.
Bagaimana Perkembangan Janin 2 Minggu?

Pada perkembangan janin 2 minggu, umumnya janin belum menunjukkan bentuknya. Maka, sangat jarang Bunda yang menyadari dirinya hamil di usia ini.
Di usia ini, peningkatan estrogen dan progesteron akan mendorong lapisan rahim menebal. Fungsinya adalah untuk menjaga sel telur yang telah dibuahi.
Pada saat yang sama, di ovarium Anda, telur telah “matang” dalam kantung berisi cairan yang disebut folikel. Ini menunjukkan tubuh Anda siap untuk dihuni oleh buah hati.
Telur Dilepaskan
Nah, ketika Anda memasuki masa ovulasi, sel telur keluar dari folikelnya dan bergerak dari ovarium Anda ke tuba falopi.
Masa ovulasi tidak selalu terjadi tepat di tengah siklus menstruasi Anda.
Itu bisa terjadi kapan saja antara hari ke-9 dan ke-21 setelah menstruasi untuk perempuan dengan siklus haid 28 hari.
Hamil 2 Minggu Sebesar Apa?
Ukuran hamil 2 minggu masih sangat kecil dan belum terlihat. Kemungkinan, di usia ini calon janin baru mulai terbentuk menjadi embrio. Ukuran janin di kehamilan 2 minggu juga baru sebesar 0,1 – 0,2 milimeter.
Apa Gejala yang Dirasakan saat Hamil 2 Minggu?
Karena usia kehamilan yang masih sangat muda, ibu hamil 2 minggu biasanya belum merasakan gejala apa-apa. Namun, bagi beberapa lainnya mungkin juga mengalami beberapa perubahan pada tubuh seperti payudara melembut, sering kram perut, hingga sering mual dan muntah.
Gejala yang muncul pada usia kehamilan ini biasanya lebih berhubungan dengan gejala ovulasi dan bukan tanda kehamilan. Maka, tak sedikit orang yang keliru dan sulit membedakan mana tanda hamil atau gejala mau menstruasi.
1. Perubahan Serviks
Serviks adalah daerah yang menghubungkan rahim dan vagina.
Mendekati ovulasi, area ini menjadi tinggi, lunak, dan sedikit terbuka.
Lendir serviks yang kental, lengket, atau kental, mulai menipis dan berubah menjadi jernih dan berair atau sangat elastis layaknya putih telur mentah.
Lendir serviks yang encer dan berwarna putih telur ini menandakan sperma bertahan hidup dan berenang menuju sel telur yang akan segera dikeluarkan.
2. Dorongan Seks yang Meningkat
Seolah memberikan tanda bagi tubuh Anda untuk menerima sperma pada waktu yang tepat.
Di waktu ini, dorongan seks akan meningkat.
Perubahan hormon menjelang ovulasi dapat meningkatkan hasrat seksual selama masa paling subur dalam siklus menstruasi seseorang.
Jika Bunda merasa sedikit lebih bersemangat untuk melakukan hubungan intim dengan suami dibandingkan dengan hari biasanya, ini mungkin menandakan Anda dalam masa ovulasi.
Segera sadari petunjuk ini dan lakukan hubungan dengan penuh cinta bersama suami.
3. Air Liur Tanda Kesuburan
Saat ovulasi mendekat, hormon estrogen juga meningkat. Meningkatnya estrogen menyebabkan perubahan dalam air liur Anda.
Jika Bunda bisa melihatnya di bawah mikroskop, air liur yang tidak subur terlihat seperti titik dan garis, sedangkan air liur tanda subur memiliki pola pakis yang terlihat seperti cabang tanaman pakis.
4. Kram Perut

Kram pada sisi perut bagian bawah layaknya saat Anda menstruasi bisa saja muncul pada awal kehamilan.
Rasa nyeri yang tidak begitu lama ini sering dikaitkan dengan ovulasi.
Meskipun kram perut ini bisa menjadi tanda bahwa sel telur baru saja keluar dari ovarium, itu belum tentu bisa diandalkan. Karena penyebab kram perut juga bisa beragam seperti gas atau asam lambung.
5. Payudara Lembut
Perubahan hormonal di masa ovulasi dapat membuat payudara Anda terasa sedikit penuh dan juga sakit.
Selain itu, teksturnya juga lebih lembut dari biasanya. Ini bisa jadi menandakan bahwa Anda memasuki masa ovulasi.
6. Peningkatan Suhu Tubuh Basal
Anda dapat menggunakan termometer khusus untuk mengukur suhu tubuh basal Anda setiap pagi.
Pada hari setelah Anda berovulasi, suhu ini akan naik sedikit dan tetap tinggi sampai periode berikutnya.
Artikel Terkait: Lihat video perkembangan janin selama kehamilan dalam klip 4 menit ini
Apa Perubahan Tubuh Bunda pada Kehamilan 2 Minggu?
Dikutip dari The Bump, memasuki usia hamil 2 minggu, gejalanya tidak akan langsung muncul. Faktanya, Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah Anda hamil sampai ada cukup hormon kehamilan di dalam tubuh yang dapat terdeteksi oleh tes kehamilan.
Gejala yang sangat terasa baru akan terjadi sekitar minggu ke-4, yang merupakan saat yang sama saat Anda tidak mengalami menstruasi di waktu biasanya.
Sekitar waktu ini, kadar hormon tersebut akhirnya cukup tinggi sehingga memberi Anda beberapa gejala kehamilan yang nyata.
Beberapa perempuan baru mulai menyadari adanya tanda-tanda awal kehamilan sebelum memasuki minggu ke-4.
Jadi, pada usia 2 minggu kehamilan, belum ada perubahan menonjol yang terlihat di tubuh Anda.
Tips Menjaga Kesehatan saat Hamil Janin 2 Minggu
Di awal kehamilan ini terutama saat hamil 2 minggu, Bunda harus memerhatikan beberapa hal berikut agar kehamilan bisa terjaga dan janin bisa tumbuh dengan baik. Berikut di antaranya:
1. Minum Vitamin

Jangan berpikir bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengonsumsi vitamin, karena vitamin prenatal bisa memberikan nutrisi penting bagi Anda dan bayi.
Pastikan vitamin yang Anda konsumsi mengandung zat besi, vitamin D, kalsium, dan asam folat untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat.
Selain itu, pasangan Anda juga dapat mengonsumsi makanan sehat dan juga vitamin agar nutrisinya tercukupi dan tubuh bisa memproduksi sperma yang sehat.
Periksa ke Dokter
Lakukan pemeriksaan untuk memastikan tubuh Anda saat ini berada dalam kondisi terbaik untuk mengandung.
Salah satu yang perlu Anda tanyakan pada dokter adalah apakah Anda harus berhenti minum obat resep juga obat atau suplemen yang dijual bebas.
Manfaatkan juga waktu konsultasi Anda untuk membicarakan masalah atau kekhawatiran apa pun yang mungkin Anda miliki tentang kehamilan atau menjadi orang tua.
Berhubungan Sesering Mungkin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa usia kehamilan 2 minggu bisa jadi belum memasuki masa kehamilan tetapi masa ovulasi.
Jadi, jika Anda ingin meningkatkan kemungkinan untuk hamil, Anda dapat memanfaatkan waktu ini dengan berhubungan seks sesering mungkin.
Saat berhubungan jangan gunakan pelumas, karena penelitian menemukan bahwa itu dapat merusak sperma dan menghambat perjalanan ke sel telur.
Tes yang Bisa Dilakukan pada Usia Kehamilan 2 Minggu
Berikut beberapa tes yang bisa Bunda lakukan saat memasuki usia 2 minggu kehamilan:
Tes Darah
Tes ini bisa Anda lakukan untuk memastikan apakah salah satu dari Anda atau pasangan memiliki kemungkinan pembawa genetik pada bayi.
Meskipun banyak dari kondisi ini jarang terjadi, terdapat suatu penelitian besar yang menemukan bahwa 24 persen dari mereka yang diuji menjadi pembawa setidaknya satu mutasi genetik.
Berbicara dengan konselor genetik akan membantu Anda mendapatkan informasi tentang pilihan yang menyangkut reproduksi Anda.
Tes Ovulasi
Mirip dengan tes yang Anda lakukan ketika ingin mengetahui soal kehamilan, tes ovulasi juga menggunakan alat yang serupa.
Alat ini dapat Anda gunakan untuk mempersempit jangka waktu dan mengidentifikasi periode puncak kesuburan Anda setiap bulannya.
Ketika Anda mengetahui kapan Anda berada pada masa paling subur, ini bisa membantu Anda untuk menyesuaikannya dengan waktu berhubungan seks sekaligus mempersiapkan diri agar tubuh berada dalam kondisi terbaik.
Pertanyaan Populer Terkait Perkembangan Janin 2 Minggu
Telat 2 minggu apakah sudah bisa di tespek?
Jika Bunda telat 2 minggu menstruasi, Anda sudah bisa melakukan tespek.
Pemeriksaan test pack perlu dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat agar hasilnya akurat.
Waktu yang disebut tepat untuk memeriksa kehamilan menggunakan test pack adalah di pagi hari, ketika Anda sudah terlambat menstruasi lebih dari 1-2 minggu atau setelah 1-2 minggu sejak berhubungan seksual terakhir.
Cara mengetahui apakah kita sedang hamil atau tidak?
Cara paling efektif untuk mengetahui kehamilan dengan tepat sebenarnya adalah dengan melakukan tes kehamilan.
Namun, ada beberapa gejala awal kehamilan yang bisa kita amati. Misalnya, telat menstruasi, perubahan payudara, kelelahan, kram perut, dan lainnya.
Itulah beberapa hal penting yang perlu Bunda ketahui terkait perkembangan janin usia 2 minggu. Tentu yang terpenting adalah untuk menjaga kesehatan Bunda agar bayi juga bisa tumbuh baik dan sehat.
***
Baca Juga:
Mengagumkan! Ini Perkembangan Janin Kembar dari Minggu ke Minggu
Perkembangan Janin Ibu Hamil 2 Bulan
10 Suplemen Asam Folat Ibu Hamil Pilihan di 2025 untuk Kesehatan Bunda dan Janin
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.