Pentingnya Kalsium untuk Ibu Hamil, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Pentingnya Kalsium untuk Ibu Hamil, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Waspadai tanda-tanda ibu hamil kekurangan kalsium!

Ibu hamil perlu untuk memerhatikan kebutuhan kalsiumnya. Kalsium untuk ibu hamil penting untuk menjaga perkembangan bayi janin dalam kandungan dan juga kesehatan ibu yang mengandungnya. Karenanya, konsumsi makanan dan suplemen yang cukup perlu dipertimbangkan agar Bunda tidak kekurangan kalsium selama kehamilan.

Kurangnya asupan kalsium selama kehamilan akan menyebabkan tubuh mengambil kalsium yang Anda butuhkan untuk disalurkan pada bayi. Kondisi ini dapat berisiko tinggi membuat tulang Anda keropos dan juga mengalami osteoporosis. Lalu bagaimana agar ibu hamil tidak sampai kekurangan kalsium? Simak penjelasannya berikut.

Artikel Terkait: Perlukah Bumil mengonsumsi susu khusus ibu hamil? Begini penjelasannya!

Mengapa Kalsium Penting untuk Ibu Hamil?

kebutuhan kalsium untuk ibu hamil

Asupan kalsium sangat penting bagi Anda baik yang sedang hamil maupun tidak. Namun bagi calon ibu, ini perlu menjadi perhatian khusus. 

Kalsium untuk ibu hamil berperan untuk membantu memperkuat tulang dan gigi bayi yang sedang berkembang dengan pesat. Selain itu, kalsium juga berguna untuk meningkatkan perkembangan otot, jantung, dan saraf bayi. Bukan hanya untuk bayi, kalsium yang Bunda konsumsi juga berguna untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi serta tulang Anda.

Apabila Bunda tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, tubuh akan mengambil kandungan kalsium yang ada untuk digunakan oleh bayi. Kondisi ini utamanya terjadi selama trimester ketiga. Karena pada trimester ini perkembangan tulang bayi mencapai puncaknya. Sekitar 250 hingga 350 miligram kandungan kalsium akan ditransfer dari tubuh Anda kepada bayi setiap harinya. 

Bunda juga memerlukan kalsium yang cukup selama kehamilan untuk memperkecil risiko terkena osteoporosis, yakni kondisi yang menyebabkan tulang rapuh. Banyak perempuan yang terlanjur mengalaminya saat kehamilan dan perlu memulihkan massa tulang yang hilang setelah persalinan dan menyusui. Oleh karena itu, yang utama adalah untuk ibu hamil tetap mendapatkan kalsium yang cukup selama kehamilan. 

Berapa Banyak Kebutuhan Kalsium untuk Ibu Hamil?

Umumnya, ibu hamil membutuhkan sekitar 1000 miligram kalsium per hari. Sedangkan, untuk ibu hamil di bawah 18 tahun membutuhkan 1300 miligram kalsium per hari. Dari jumlah tersebut, berarti Anda harus mengonsumsi setidaknya empat porsi makanan kaya kalsium setiap harinya.

Jika Anda mengonsumsi vitamin prenatal, ini bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan kalsium harian. Namun, jika hanya minum vitamin tersebut maka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 1000 miligram setiap harinya. Karena itu, Bunda perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium untuk Bunda dan bayi.

Saat Anda memperhitungkan asupan kalsium selama kehamilan, coba perhatikan jumlah kandungan kalsium yang sudah ada dalam vitamin prenatal Anda. Ingat juga bahwa banyak tablet pereda nyeri ulu hati yang dijual bebas mengandung kalsium, jadi periksa labelnya jika Anda menggunakannya untuk membantu meredakan nyeri ulu hati saat hamil.

Artikel Terkait: Catat! Ketahui 7 Manfaat Kalsium untuk Ibu Hamil yang Rugi Jika Diabaikan

Daftar Makanan Mengandung Kalsium dan Jumlah Kandungannya

Pentingnya Kalsium untuk Ibu Hamil, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Makanan olahan susu seperti susu, keju, dan yogurt adalah beberapa sumber kalsium terbaik. Jika Bunda tidak bisa memakannya secara langsung, Bunda juga bisa menjadikannya campuran dalam menu makanan lain. Sayuran berdaun hijau gelap juga memiliki kalsium tetapi dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Beberapa makanan mengandung kalsium, termasuk sereal yang diperkaya kalsium, roti, jus jeruk, dan minuman kedelai. Periksa label makanan untuk mengetahui dengan pasti. Berikut beberapa makanan kaya kalsium beserta jumlah kandungannya yang bisa Bunda konsumsi selama hamil:

Makanan

Kandungan Kalsium (mg)

Porsi

Yogurt plain low fat

415

8 ons

Yogurt plain

275

8 ons

Jus jeruk kaya kalsium

349

1 gelas

Skim mozzarella

222

1 ons

Mozzarella

143

1 ons

Sarden

325

3 ons

Keju cheddar

307

1 ons

Susu skim

299

8 ons

Susu murni

276

8 ons

Susu kedelai berkalsium

299

8 ons

Keju cottage

187

1 gelas

Tahu

253

½ gelas

Salmon kalengan

181

3 ons

Chia seed

179

1 ons

Pakcoy

160

1 gelas

Lobak hijau: 148 mg per 1 cangkir

148

1 gelas

Kacang polong hitam

106

½ gelas

Kale

55

1 gelas

Brokoli

21

1 gelas

Selain mengonsumsi makanan kaya kalsium, Bunda juga membutuhkan vitamin D untuk memproses kalsium. Karenanya, Anda bisa mengonsumsi makanan seperti salmon, tuna, telur, dan jamur. 

Selain itu, tubuh juga memproduksi vitamin D sebagai respons terhadap sinar matahari. Jadi, Bunda bisa berjemur di bawah sinar matahari setiap harinya dengan tetap menggunakan sunscreen. Ini dapat membantu meningkatkan level vitamin D dalam tubuh.

Artikel Terkait: Ini tandanya ibu hamil kelebihan dan kekurangan kalium, waspadai bahayanya

Perlukah Tambahan Suplemen Kalsium untuk Ibu Hamil?

Bunda, tambahan suplemen kalsium selama kehamilan secara umum dianggap aman. Meski demikian, perlu tetap diperhatikan bahwa terlalu banyak kalsium yang didapat dari suplemen dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan, di antaranya adalah produksi gas berlebih dan sembelit.

Asupan vitamin prenatal yang mengandung kalsium dengan tetap diiringi dengan sumber makanan kaya kalsium dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda. Ini juga dapat menghasilkan mineral yang cukup untuk mendukung kesehatan Anda dan bayi selama kehamilan.

Apabila Bunda menganut pola hidup vegan atau tidak toleran terhadap laktosa, jangan khawatir karena masih banyak sumber makanan kaya kalsium yang berasal dari nabati. Sayuran berdaun gelap, tahu dan kacang-kacangan bisa menjadi alternatif asupan yang kaya kalsium. Ini juga bisa Anda diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan perhatian khusus seperti suplemen kalsium tambahan jika asupan kalsium harian Anda tidak memadai dan berisiko mengalami preeklamsia.

Selain itu, perlu Bunda perhatikan apabila dokter memberikan vitamin zat besi, ini tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan suplemen kalsium. Hal itu dapat mengganggu penyerapan zat besi. Berikan jeda setidaknya 2 jam dalam mengonsumsi kedua suplemen tersebut. 

Pada dasarnya, pola makan yang sehat dan seimbang serta vitamin prenatal yang baik umumnya akan memenuhi kebutuhan kalsium Anda selama kehamilan. Namun jika Anda khawatir akan  kekurangan, terutama jika Anda menghindari makan susu, coba diskusikan mengenai konsumsi suplemen tambahan dengan dokter Anda.

5 Tanda Kekurangan Kalsium untuk Ibu Hamil

kebutuhan kalsium untuk ibu hamil

Tubuh akan memberikan tanda-tanda apabila Bunda tidak memenuhi asupan kalsium yang cukup. Berikut tanda-tanda ibu hamil kekurangan kalsium:

1. Jadi Pelupa

Ibu hamil yang kekurangan kalsium mungkin akan menjadi pelupa dan menyebabkan ingatan menjadi lebih buruk. Untuk mencegahnya, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk ibu hamil agar kesehatan dan janin Anda sehat.

2. Kram atau Kejang Otot

Bunda sering mengalami kram? Ternyata kram juga merupakan salah satu tanda kurang kalsium pada ibu hamil, lho. Kekurangan kalsium dapat membuat otot-otot mengalami kram atau kejang, terutama ketika terjadi pertambahan berat badan dan ukuran perut yang semakin membesar.

Biasanya, anggota tubuh yang sering mengalami kram adalah pada bagian kaki, punggung, dan perut. Jika Bunda mengalami kram berkelanjutan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter atau minta bantuan suami atau anggota keluarga lainnya untuk memijat lembut bagian kaki Anda. 

3. Kesemutan dan Kebas

Selain kram otot, sensasi kebas atau kesemutan pada tangan dan kaki juga bisa berarti kebutuhan kalsium ibu hamil masih kurang. Kekurangan kalsium untuk ibu hamil dapat mengakibatkan peredaran darah menjadi kurang lancar dalam tubuh, sehingga Anda akan merasakan sensasi kram, maupun kesemutan dan kebas.

4. Mood tidak Stabil

Kalsium merupakan salah satu mineral yang memiliki peranan penting bagi kesehatan fisik maupun mental ibu hamil.

Ketika seorang ibu hamil kekurangan kalsium, neurotransmitter (zat kimia pada otak) akan mengirimkan sinyal yang menyebabkan sakit kepala. Jika kondisi ini tak ditangani dengan baik, Bunda bisa lebih cepat merasa lelah.

Kelelahan yang berlebihan dapat memengaruhi suasana hati ibu hamil secara signifikan, mudah gelisah, dan stres.  

5. Halusinasi

kebutuhan kalsium ibu hamil

Kondisi yang paling parah dari kekurangan kalsium yakni dapat menyebabkan ibu hamil mengalami halusinasi. Namun untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter karena halusinasi juga bisa merupakan salah satu tanda preeklamsia.

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala yang disebutkan di atas, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah kebutuhan kalsium ibu hamil benar-benar tercukupi atau tidak. Dokter akan mengambil tes darah dan menguji kadar kalsium dalam tubuh ibu, serta mengidentifikasi risiko penyakit lain seperti pankreas, ginjal, dan gangguan konsentrasi.

Itulah catatan penting yang perlu Bunda ketahui seputar asupan kalsium untuk ibu hamil. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Bunda, dan penuhi selalu kebutuhan kalsium Anda sehari-hari, ya!

***

Artikel telah diupdate oleh: Anna Nurjanah

How Much Calcium Do You Need During Pregnancy?

www.whattoexpect.com/pregnancy/diet/calcium-during-pregnancy/https://www.whattoexpect.com/pregnancy/diet/calcium-during-pregnancy/

Hati-Hati Jika Anda Kurang Kalsium Saat Hamil, Ini 5 Tanda-Tandanya

my.theasianparent.com/tanda-kurang-kalsium

 

Baca Juga:

Bumil ingin makan keju? Ini daftar jenis keju yang aman dikonsumsi

7 Resep tumis bayam untuk menu ibu menyusui

Tidak minum vitamin saat hamil berbahaya atau tidak? Ini jawaban ahli

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.