Anak hujan-hujanan sampai masuk angin? Ini saran dokter untuk Parents

Anak hujan-hujanan sampai masuk angin? Ini saran dokter untuk Parents

Si kecil sering rewel karena masuk angin? Jangan khawatir. Berikut saran dokter yang perlu Parents perhatikan ketika kondisi tersebut melanda buah hati Anda.

Parents tentunya senang ketika anak sudah mulai liburan. Ia jadi bisa beristirahat di rumah dan Anda pun jadi memiliki banyak waktu luang untuk bermain dengannya. Namun, bagaimana jika waktu liburan ini juga berbarengan dengan musim hujan? Si kecil kerap hujan-hujanan dan berakhir masuk angin.

Jika hal tersebut sudah terjadi, apa yang sebaiknya dilakukan?

Berbagai cara mencegah dan mengatasi masalah masuk angin yang dialami si kecil

Anak hujan-hujanan sampai masuk angin? Ini saran dokter untuk Parents

Di musim penghujan ini, anak memang rentan terkena penyakit. Pasalnya, anak cenderung memiliki daya tahan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Jika terkena paparan bakteri atau virus sedikit saja dari luar lingkungan, penyakit bisa mudah menghampiri.

Mengingat ini sudah memasuki masa liburan, si kecil juga sering keluar untuk bermain bersama teman-teman. Apalagi, jika anak kerap main hujan-hujanan di luar rumah. Hal tersebut membuat kondisi kesehatannya berkurang dan kerap mengalami masuk angin.

Saat terkena masuk angin, si kecil biasanya akan rewel. Nafsu makannya pun terkadang menurun karena ia merasa tidak enak badan. Kondisi ini juga biasanya mirip dengan gejala flu seperti merasa sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan sakit kepala.

Namun, perlu Parents ketahui, kondisi masuk angin sebenarnya tidaklah ada dalam istilah medis. Kondisi tersebut bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang akan timbul.

Artikel terkait: Benarkah perut buncit tanda bayi masuk angin? Berikut penjelasan dokter

masuk angin

Hal itu selaras dengan penjelasan Dokter Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes dari Omni Hospitals Group. Ia memaparkan, masuk angin sebenarnya mekanisme dan respon tubuh akibat ada suatu hal yang tidak baik masuk ke dalam tubuh manusia.

“Jadi, sebenarnya itu bukan penyakit. Bukan juga karena ada angin yang masuk, kita jadi sakit. Melainkan ada sesuatu hal yang tidak bagus untuk kesehatan masuk, lalu tubuh merespon sehingga aliran darah jadi cepat dan menimbulkan rasa pusing, mual, atau kembung. Itu adalah kumpulan gejala dari penyakit yang akan datang,” ungkapnya melalui acara Instagram Live ‘Pentingnya Multivitamin Anak saat Liburan di Musim Hujan’ yang diselenggarakan theAsianparent Indonesia.

Meski bukan termasuk ke dalam penyakit, tetapi bukan berarti kondisi tersebut diabaikan begitu saja. Parents tetap perlu mengatasi dan mencegah agar anak terhindar dari berbagai gejala penyakit. Terutama pada musim hujan, mengingat anak akan lebih rentan terpapar oleh berbagai bakteri dan kuman jahat pada masa-masa tersebut.

Anak hujan-hujanan sampai masuk angin? Ini saran dokter untuk Parents

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan

Salah satu cara mencegah anak dari kondisi masuk angin dan penyakit berbahaya lainnya adalah memastikan daya tahan tubuhnya tetap optimal. Untuk menjaga agar daya tahan tubuh anak tetap kuat, seperti yang disarankan oleh dokter Andina.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Parents lakukan:

  • Memastikan daya tahan tubuh anak tetap optimal bisa dimulai dari memberikan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang. Penuhi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, buah, dan sayur setiap harinya untuk anak.
  • Tidak ada salahnya menambah asupan nutrisi dengan memberikan suplemen atau multivitamin lain untuk menyokong daya tahan tubuh si kecil. Selalu perhatikan dosis atau aturan pakai multivitamin bagi anak, mengingat tidak semua jenis vitamin bisa diberikan setiap hari.
  • Pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup.
  • Jangan ragu untuk membawa anak untuk melakukan program vaksinasi seperti misalnya vaksin influenza agar anak tidak mudah terserang penyakit.

Ketiga hal tersebut adalah upaya perlindungan internal untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Agar kesehatan anak lebih terjaga, maka faktor eksternal atau faktor dari lingkungan luar juga perlu dijaga.

Anak hujan-hujanan sampai masuk angin? Ini saran dokter untuk Parents

Artikel terkait: Jangan asal minum obat, begini cara tepat atasi masuk angin saat hamil!

“Bukan cuma daya tahan tubuh dari dalam saja. Faktor eksternal juga perlu diperhatikan. Misalnya,  terhindar dari lingkungan dengan asap rokok. Meski ayah merokok di luar, tapi sebenarnya residunya masih menempel di baju dan anak berisiko terpapar karena hal itu,” ungkap Andina.

Oleh karena itu, ia juga menyarankan agar ayah atau anggota keluarga lain tidak merokok di sekitar rumah dan tempat yang berjarak dekat dengan anak.

Setelah merokok pun, ada baiknya untuk seseorang mengganti pakaian dan mandi terlebih dahulu sebelum kontak langsung dengan anak. Hal tersebut dilakukan agar residu rokok tidak menempel dan menjadi risiko anak terkena penyakit.

Kedua perawatan internal dan eksternal itu perlu berjalan seiring untuk menciptakan daya tahan tubuh yang sehat. Artinya, semuanya harus dilakukan. Karena jika salah satunya terlewat, maka perlindungan bisa saja tidak optimal dan anak akan tetap berisiko terkena masuk angin atau kondisi kesehatan lainnya.

Jangan ragu juga untuk memeriksakan anak ke dokter apabila ia mengalami masuk angin atau kondisi kesehatan menurun dalam jangka waktu yang cukup lama, ya, Parents.

“Jadi, semuanya harus seiring. Kalau lewat salah satunya, sama saja kita membuka pintu lagi untuk penyakit,” tutup Andina.

***

Baca juga:

Sering masuk angin? Ini obat alami yang ampuh untuk mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner