Waspadai 5 penyebab bayi kembung, kapan Bunda harus khawatir?

Waspadai 5 penyebab bayi kembung, kapan Bunda harus khawatir?

Catat berbagai penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.

Si kecil menangis tak henti-henti setelah menyusu? Mungkin saja perutnya kembung, Parents. Walau biasanya tidak menyebabkan kondisi yang fatal, namun kondisi ini bisa menjadi tak nyaman bagi si kecil, ya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap orangtua memerhatikan beberapa hal yang menjadi penyebab bayi kembung.

Mulai dari beberapa kebiasaan sehari-hari hingga makanan yang dikonsumsi ternyata memiliki pengaruh pada kondisi kesehatan si kecil ini. Kembung pada bayi menjadi hal yang sangat wajar terjadi, bahkan normalnya si kecil bisa buang angin sebanyak 13-21 kali per hari, bisa melalui sendawa atau mengeluarkan lewat dubur.

Supaya Parents yakin akan kondisi si kecil ini, sebaiknya kita pun perlu tahu terlebih dahulu mengenai gejala-gejala yang biasa terjadi pada bayi yang mengalami kembung.

Gejala bayi kembung

Biasanya bayi yang mengalami kembung akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini, Parents:

  • Lebih rewel dari hari-hari biasa.
  • Menangis sering dan lama saat mengeluarkan gas.
  • Menangis bukan karena lelah atau sedang lapar.
  • Sering bersendawa maupun kentut.
  • Bayi menjadi lebih sering mengangkat kaki.
  • Perut si kecil nampak membesar dan keras.
  • Bayi sering melengkungkan punggung.

Artikel terkait : Bayi menangis terus selama 3 jam? Mungkin ini penyebabnya

5 Penyebab bayi kembung

Penyebab bayi kembung

Penyebab bayi kembung

1. Sering menangis

Kembung bisa terjadi karena banyak udara yang tertelan dan terperangkap dalam tubuh bayi. Salah satu hal yang bisa menyebabkan hal ini ialah saat ia menangis.

Pada saat membuka mulut seperti menangis, ia pun akan secara tak sengaja menelan udara. Oleh karena itu, sebaiknya bayi yang sedang menangis segera ditenangkan untuk mneghindarkan dari kondisi kembung.

2. Menyusui yang kurang tepat

Selain menangis, cara menyusui yang kurang tepat pun bisa menjadi salah satu penyebab lainnya. Si kecil bisa menelan udara saat menyusui baik dari botol susu maupun payudara ibu.

Bila posisi menyusui salah, udara bisa lebih banyak masuk. Misalnya, saja saat perlekatan bayi tidak sempurna sehingga ada celah yang lebih banyak untuk udara masuk, bayi akan lebih berisiko untuk mengalami kembung.

Selain itu, bila bayi minum susu dari botol yang alirannya terlalu deras bisa juga menyebabkan bayi mengalami kembung.

3. Saluran pencernaan belum matang

Selain karena beberapa kebiasaan di atas, secara anatomi tubuh pun bayi memang lebih rentan mengalami kembung dibandingkan orang dewasa. Saluran pencernaan yang belum matang secara keseluruhan cenderung membuat gas lebih mudah terperangkap di tubuhnya.

Penyebab bayi kembung

4. Masalah pencernaan ringan

Kembung juga bisa menjadi salah satu indikator kondisi gangguan pencernaan ringan yang dialami si kecil. Kondisi kesehatan yang berhubungan erat dengan kembung pada bayi ialah konstipasi dan refluks.

5. Asupan beberapa jenis makanan

Bagi bayi yang sudah memulai MPASI, beberapa jenis makanan diketahui bisa lebih meningkatkan risiko mengalami kembung. Tak jarang, asupan makanan baru pun bisa menimbulkan gas di dalam perut.

Asupan tekstur padat maupun jenis makanan baru untuk pertama kalinya bisa menyebabkan bayi lebih sensitif sehingga mengalami kembung. Selain itu, beberapa jenis makanan yang diketahui bisa menyebabkan kondisi gas, di antaranya:

  • Buah-buahan aprikot, persik, pir, prem.
  • Buah-buahan jeruk.
  • Berbagai produk serta olahan susu.
  • Sayuran seperti kembang kol, brokoli, asparagus, kecambah.
  • Makanan bertepung seperti pasta.
  • Makanan dengan kandungan serat tinggi.

Artikel terkait : Kolik pada bayi; Penyebab, cara mengatasi serta pencegahannya

Penyebab bayi kembung

Penyebab bayi kembung

Mengatasi bayi kembung

Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengatasi kondisi ini, di antaranya :

  • Menyusui dengan posisi yang lebih benar, usahakan kepala bayi lebih tinggi dibandingkan dada dan perutnya.
  • Perhatikan aliran botol susu, usahakan pilih botol susu dengan aliran yang tidak terlalu deras.
  • Mandikan si kecil dengan air hangat.
  • Sendawakan si kecil dengan mengusap punggung dan perutnya dengan minyak essensial hangat.
  • Massage si kecil secara perlahan.
  • Perhatikan asupan makanan bayi.

Kapan sebaiknya Parents khawatir?

Kembung pada bayi bisa terjadi berbeda-beda antara bayi satu dengan yang lainnya. Namun, ternyata kembung pun bisa menjadi masalah serius, lho.

Menurut Jenna Faircloth, PharmD, dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center di Ohio kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari adanya masalah pencernaan yang lebih serius. Oleh karena itu, waspadailah bila si kecil mengalami beberapa hal berikut ini :

  • Sangat rewel dan tidak bisa ditenangkan.
  • Mengalami demam dan suhunya tinggi, khususnya di atas 38 derajat Celcius.
  • Tidak buang air besar atau feses si kecil berdarah.
  • Mengalami muntah-muntah.
  • Berusia di bawah 3 bulan.

Nah, Parents sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan si kecil ke dokter bila mengalami berbagai gejala di atas, ya!

Sumber : medicalnewstoday, webmd, flo.health

Baca Juga :

Busui jangan makan 7 makanan ini, bisa sebabkan bayi kolik!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner