Tubuh manusia terdiri dari 50-80% cairan, berbagai kinerja organ pun dipengaruhi oleh kecukupan air. Ada berbagai akibat kurang minum air putih yang wajib diketahui sebagai pengingat untuk tetap memperhatikan hidrasi tubuh.
Sekitar 1/5 kebutuhan air minum bisa didapatkan dari makanan, sisanya diperlukan melalui konsumsi air minum.
Laki-laki dewasa membutuhkan 10 gelas sehari, perempuan dewasa butuh 8 gelas sehari, sedangkan anak memerlukan 4–8 gelas sehari bergantung dari usia dan jenis kelamin.
Berikut theAsianparent ulas lebih lanjut.
Artikel Terkait: Mengapa Air Minum Perlu Dimasak Terlebih Dahulu? Ini Jawabannya
Apa Efek Samping dari Kurang Minum Air Putih?

Tubuh yang kurang terhidrasi dengan baik bisa berefek negatif pada kesehatan. Beberapa efek samping yang bisa terjadi antara lain:
- Ginjal tidak berfungsi dengan baik
- Masalah memori
- Masalah pencernaan seperti sembelit
- Ketidakseimbangan hormon
- Kering pada mata, hidung, dan mulut
- Asupan nutrisi tidak terserap dengan baik
- Suhu tubuh tidak teregulasi dengan baik
- Oksigen tidak tersalurkan maksimal ke seluruh tubuh
- Kesulitan untuk bergerak
- Pertumbuhan dan reproduksi sel kurang maksimal
- Kinerja organ bisa terhambat
- Tidak ada pelindung tulang
- Peredam kejut untuk organ penting seperti otak dan sumsum tulang
- Melapisi dan melindungi janin pada ibu hamil.
Mengapa bisa demikian? Efek samping tersebut terjadi karena sekitar 78% tubuh terdiri dari air. Beberapa organ vital tubuh pun memiliki komposisi air dan bisa berfungsi karena adanya kecukupan air.
Otak dan jantung terdiri dari 73% air. Sebanyak 83% air membentuk paru-paru.
Tulang terdiri dari 31% air, otot, dan ginjal terdiri dari 79%. Selain itu, organ terbesar tubuh seperti kulit terdiri dari 64% air.
Maka itu, kebutuhan cairan harian benar-benar harus dipenuhi dengan baik agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Artikel Terkait: Pentingnya Mencukupi Kebutuhan Cairan Harian untuk Jaga Kesehatan Ginjal Anak
Apa Ciri-ciri Kurang Minum Air Putih?

Tanda-tanda seseorang kurang minum air putih hingga mengalami dehidrasi adalah:
- Merasa sangat haus
- Nyeri kepala
- Kulit, lidah, dan mulut kering
- Rewel dan mudah tersinggung
- Kelelahan
- Pusing hingga pingsan
- Urin berwarna gelap dan berbau menyengat
- Buang air kecil lebih jarang dari biasanya
- Mata cekung
- Pada anak bisa sedikit atau tidak ada air mata saat menangis.
Artikel Terkait: 12 Ciri Dehidrasi pada Bayi, Bisa Terlihat dari Matanya!
Bagaimana Dampak Tubuh Manusia Apabila Kurang Cairan?

Secara umum, seseorang yang tidak cukup mengonsumsi air putih setiap harinya berisiko pada kesehatan fisik dan mental.
Beberapa risiko penyakit yang mengintai antara lain:
- Konstipasi atau sembelit
- Batu ginjal
- Infeksi Saluran Kemih
- Sakit kepala
- Dehidrasi, bisa fatal dan menyebabkan kematian bila dibiarkan.
Apa Dampak Negatif Minum Air Putih?

Saat dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, air putih bisa sangat menyehatkan tubuh. Sebaliknya, jika minum lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak negatif.
Terlalu sedikit minum air putih bisa berakibat pada dehidrasi yang bisa mengganggu fungsi organ hingga komplikasi lainnya.
Di sisi lain, sebagaimana dilansir dari WebMD, jika minum terlalu banyak air atau overhidrasi, sel-sel bisa membengkak, termasuk sel di otak. Hal ini bisa menyebabkan tekanan pada otak yang berefek seseorang bisa mengalami mengantuk, kebingungan, hingga sakit kepala.
Jika tekanan semakin meningkat, kondisinya bisa bertambah parah seperti terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi dan bradikardia atau detak jantung rendah.
Artikel Terkait: Waspada Dehidrasi pada Ibu Hamil, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya!
Itulah ulasan mengenai akibat kurang minum air putih. Pastikan untuk memerhatikan jumlah asupan harian yang dianjurkan, ya.
***
Baca Juga:
Bolehkah Penderita Asam Lambung Minum Susu Kental Manis? Ini Jawabannya!
Cara Alami Mengatasi Anak Muntah Saat Masuk Angin yang Ampuh
6 Penurun Panas Anak yang Cepat dan Ampuh Bantu Redakan Demam
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.