7 Tanda Melahirkan Pembukaan 1 yang Wajib Dipahami Calon Ibu

Di usia kehamilan akhir, akan muncul beragam tanda melahirkan pembukaan 1. Apa saja?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Saat HPL sudah dekat, Bunda perlu memperhatikan apa saja sih, tanda melahirkan pembukaan 1 yang akan dirasakan. Penting dicatat, tanda ini biasanya akan terasa di usia kehamilan minggu ke 39 dan 40. Di usia kehamilan inilah tubuh calon ibu sudah mengalami perubahan yang menjadi sinyal persiapan persalinan.

Jika Bunda berencana melahirkan secara normal, simak yuk, sederet gejala dan kapan Bunda harus memeriksakan diri ke dokter.

Pembukaan Atau Dilatasi Dalam Proses Persalinan

Dilatasi atau pembukaan menjelang persalinan adalah sebuah proses terjadinya pembukaan pada leher rahim atau serviks yang dihitung per sentimeter sebagai jalur lahir bayi. Pembukaan ini menjadi salah satu patokan dokter untuk mengetahui kapan Bunda siap melahirkan.

Sebagaimana yang dilansir dari Healthline, leher rahim biasanya tetap panjang dan tertutup (sekitar 3 sampai 4 sentimeter), hingga mendekati hari melahirkan. Saat waktunya tiba, leher rahim akan mulai terbuka dan menipis, untuk memungkinkan bayi bergerak melalui jalan lahir. Inilah yang disebut dengan pembukaan.

Pembukaan dimulai dari 1 sentimeter (atau kurang dari 1/2 inci) dan berlanjut hingga 10 sentimeter. Dan kontraksilah membantu leher rahim membuka dari tahap awal hingga 10 sentimeter penuh. Namun, leher rahim juga bisa sedikit melebar tanpa kontraksi yang terasa signifikan.

Artikel terkait: Ikuti 23 Tips Persiapan Melahirkan agar Lahiran Normal Berjalan Lancar!

Tanda Melahirkan Pembukaan 1

Seperti yang sudah dijelaskan, pembukaan 1 artinya leher rahim Bunda sudah melebar kira-kira 1 sentimeter. Kondisi ini biasanya dapat diketahui dengan pasti ketika bidan atau dokter memeriksa Bunda. Caranya dengan memasukkan jari steril ke dalam vagina untuk mengukur pelebaran. 

Berikut ini tandanya:

1. Terjadi Kontraksi Ringan

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sebagaimana dikutip Mayo Clinic, tahap pertama persalinan ini, Bunda mulai merasakan kontraksi teratur, yang menyebabkan serviks terbuka (membesar) dan melunak, memendek dan menipis (effacement). Ini memungkinkan bayi untuk pindah ke jalan lahir.

Otot-otot rahim mengencang setiap kali kontraksi kemudian mengendur, sehingga perlahan menarik leher rahim agar posisinya berada di bagian bawah rahim Bunda.

Apabila dengan mengubah posisi tubuh kontraksi tidak hilang, rasa sakit kontraksi akan terasa di punggung bawah dan bergerak ke perut bagian bawah. Selanjutnya rasa sakit itu akan terasa hingga ke kaki, dan menjadi lebih sering serta lebih menyakitkan.

2. Volume Lendir Lebih Banyak

Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh akan memproduksi progesteron yang bertujuan melunakkan jaringan di sekitar serviks dan panggul. Hal inilah yang membuat volume lendir lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

3. Ada Sedikit Darah Keluar dari Vagina

Saat kontraksi terjadi dan serviks mulai terbuka, Anda mungkin melihat cairan bening, berwarna merah muda atau sedikit berdarah dari vagina.

Ini merupakan sumbat lendir yang menghalangi pembukaan serviks selama kehamilan. Kondisi tersebut disebut bloody show dan merupakan indikasi atau tanda melahirkan sudah dekat meski tanpa kontraksi atau pembukaan. 

Semakin tipis leher rahim, ia semakin mudah untuk melebar dan membuka selama proses persalinan berlangsung nantinya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: Keluar Darah Saat Hamil Tua Apa Benar Tanda Mau Melahirkan? Ini Kata Ahli

4. Nyeri Punggung Bertambah

Bunda akan merasakan sakit punggung yang kian bertambah dari waktu ke waktu. Rasa sakit yang seolah-olah mematahkan pinggang dan tulang punggung ini disebabkan oleh pergeseran dan pergerakan janin.

5. Frekuensi Buang Air Kecil Lebih Sering

Berikutnya, tanda pembukaan awal yang juga kian intens adalah keinginan untuk buang air kecil. Hal ini dikarenakan pada kondisi ini, bayi akan turun ke rongga panggul. Kondisi ini akan membuat rahim menekan kandung kemih sehingga Bunda akan lebih sering ke kamar mandi.

6.  Lebih Ringan dan Lega saat Bernapas

Mendekati waktunya melahirkan, Bunda bisa jadi merasa lebih ringan atau lega saat bernapas. Bayi sudah berubah ke posisi lebih rendah, dan tekanan pada diafragma semakin ringan, sehingga Bunda jadi lebih mudah bernapas. Ini bisa menjadi tanda akan melahirkan saat pembukaan 1.

Namun, di sisi lain, posisi bayi yang bergeser ke bawah ini juga memberi tekanan lebih banyak pada kandung kemih. Akibatnya, Bunda mungkin jadi lebih sering buang air kecil dan bolak-balik ke kamar mandi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

7. Pecah Ketuban

Tanda melahirkan saat pembukaan 1 yang terakhir adalah pecah ketuban. Keadaan ini ditandai dengan keluarnya air ketuban yang mendadak dan deras. Air ketuban biasanya bening dan tidak berbau.

Namun, jika air ketuban sudah pecah tetapi Bunda tak juga merasakan kontraksi, maka harus waspada karena bayi akan lebih mudah terkena infeksi. Pasalnya, ini menandakan bahwa cairan yang sejatinya melindungi bayi telah habis. Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan cairan ketuban dalam kondisi baik dan warnanya normal.

Jika Anda Merasakan Tanda Melahirkan Pembukaan 1, Belum Tentu Anak Akan Segera Lahir

Saat Bunda merasakan tanda melahirkan pembukaan 1 cm ini, cobalah untuk tenang, karena tidak berarti persalinan akan terjadi saat itu juga. Bisa jadi masih beberapa jam atau beberapa hari lagi.

Serviks dapat melebar hingga 1 sentimeter selama berminggu-minggu sebelum permulaan persalinan.

Luasnya pelebaran ini hanya menandakan bahwa serviks mulai bersiap untuk persalinan. Patut diingat bahwa waktu selisih pembukaan sampai 1 sentimeter hingga tiba waktunya melahirkan bervariasi antar perempuan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter/Bidan?

Seorang dokter atau bidan biasanya menemukan bahwa leher rahim telah melebar atau pembukaan hingga 1 sentimeter selama pemeriksaan rutin. Namun, ada beberapa kondisi seperti berikut ini yang perlu Bunda waspadai dan menghubungi dokter atau bidan, yakni:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

1. Persalinan Prematur (Sebelum Usia Kandungan 37 Minggu)

Jika Anda mengalami pendarahan atau kebocoran cairan pada titik mana pun dalam kehamilan Anda, segera hubungi dokter atau bidan Anda.

Hubungi juga dokter Anda jika Anda sering mengalami kontraksi, tekanan panggul, atau tanda-tanda lain dari minggu persalinan (atau bulan) sebelum tanggal jatuh tempo Anda.

2. Persalinan Cukup Bulan (Usia Kandungan 37 Minggu atau Lebih)

Beri tahu dokter Anda tentang gejala persalinan yang Anda alami. Hubungi dokter Anda jika Anda merasa Anda mungkin mengalami tanda-tanda pembukaan lebih awal (misalnya, jika Anda kehilangan sumbat lendir atau mengeluarkan cairan berdarah).

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami kontraksi yang lebih dekat dari tiga hingga empat menit, masing-masing berlangsung 45 hingga 60 detik.

Artikel terkait: 8 Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan, serta Kisah Ibu yang Pernah Mengalaminya

Cara Memeriksa Pembukaan Secara Mandiri

Umumnya, ahli medis seperti dokter, perawat, dan bidan yang akan mengecek pembukaan serviks menggunakan cardiotocography (CTG). Alat ini akan melihat pembukaan, jalan lahir, turunnya kepala bayi, air ketuban, dan lainnya. Namun, Bunda juga bisa mengeceknya sendiri, lho.

Melansir Wildwood Birth, Bunda atau salah satu orang pendukung kelahiran Anda dapat memeriksa pembukaan dengan mengambil langkah berikut ini:

1. Cuci Tangan secara Menyeluruh dengan Sabun dan Air

Bersihkan tangan Bunda secara menyeluruh dengan sabun dan air untuk menghindari masuknya bakteri ke dalam saluran vagina dan mencegah infeksi.

Cara lain adalah dengan memotong kuku juga bisa dilakukan untuk membantu memastikan tangan bersih dan mencegah luka atau goresan internal.

2. Buat Lingkungan Senyaman Mungkin

Saat Anda sedang memeriksa pembukaan, pastikan dalam pengaturan dan lingkungan yang nyaman. Baik Bunda di rumah atau di lingkungan klinis, pastikan pakaian apa pun yang longgar dan nyaman.

Tips: memasang musik atau lilin beraroma juga dapat membantu Bunda ada dalam keadaan rileks. 

3. Ambil Posisi

Cobalah berjongkok dengan kaki terbuka lebar. Banyak orang menemukan ini adalah posisi termudah untuk mengakses leher rahim mereka. Yang lain lebih suka duduk atau berdiri dengan satu kaki ditinggikan di atas meja atau permukaan lainnya. Minta tolonglah kepada orang rumah jika butuh bantuan.

4. Masukkan Dua Jari dengan Hati-Hati

Dorong telunjuk dan jari tengah Bunda sejauh mungkin ke dalam saluran vagina untuk mencapai leher rahim Anda. Lakukan selembut dan sepelan mungkin untuk menghindari luka atau memar di bagian dalam, dan gunakan pelumas berbahan dasar air jika perlu.

5. Cek Pembukaan

Cobalah untuk memasukkan ujung jari Anda ke dalam leher rahim Anda. Jika satu ujung jari masuk melalui leher rahim, Anda dianggap melebar satu sentimeter.

Jika dua cocok, Anda melebar dua sentimeter, dan seterusnya. Apabila masih ada ruang tambahan di bukaan, coba perkirakan berapa banyak ujung jari yang cocok untuk menentukan pembukaan.

Cara Mempercepat Pembukaan

Pembukaan 1 ke 10 setiap ibu hamil berbeda-beda. Bisa hitungan jam, namun bisa juga sampai seminggu ke depan. Namun, jangan panik ya, Bunda karena cara alami untuk mempercepat pembukaan yang bisa dicoba. Berikut beberapa di antaranya:

1. Lakukan Rangsangan Puting Payudara

Penelitian yang diunggah Database Cochrane Review menyebutkan 60% wanita melahirkan dalam jangka waktu 72 jam setelah menerima rangsangan di bagian puting payudara. 

Salah satu cara mempercepat pembukaan saat melahirkan adalah dengan memberi rangsangan pada puting payudara. Bisa dilakukan sendiri atau meminta bantuan suami, juga bisa dengan bantuan pompa ASI. 

2. Seks Bisa Mempercepat Pembukaan Persalinan

Seks adalah salah satu cara mempercepat pembukaan. Cairan yang keluar saat ejakulasi mengandung prostaglandin, yakni asam lemak yang biasa digunakan untuk induksi medis pada proses melahirkan.

Cairan semen kaya akan zat tersebut, dan prostaglandin bisa menyentuh serviks sehingga membantu mempercepat pembukaan persalinan.

Namun begitu metode yang satu ini tidak disarankan bagi ibu yang mengalami kondisi rupture membran karena bisa berbahaya. 

3. Olahraga

Selain itu, olahraga ringan sangat disarankan bagi ibu yang sedang menjalani proses persalinan. Seperti berjalan kaki, naik turun tangga, hingga jongkok berdiri beberapa kali. 

Olahraga yang mengharuskan berdiri tegak seperti berjalan kaki, jogging, atau menuruni tangga bisa membuat bayi turun ke panggul bawah akibat efek gravitasi.

Bunda, itu dia tanda melahirkan pembukaan 1 yang penting untuk diketahui. Gejala dan durasi waktu melahirkan setiap calon ibu tidaklah sama. Konsultasikan dengan ahlinya kapan saja Bunda membutuhkannya, ya.

***

Artikel diperbaharui oleh: Gita Meirillia

Jika Parents ingin berdiskusi seputar pola asuh, keluarga, dan kesehatan serta mau mengikuti kelas parenting gratis tiap minggu bisa langsung bergabung di komunitas Telegram theAsianparent.

Baca juga:

Berapa Lama Sebaiknya Ibu Pakai Gurita Setelah Melahirkan?

Pemulihan Lebih Lama, Kapan Boleh Naik Motor Setelah Operasi Caesar?

Cara Menghitung Kontraksi Menjelang Persalinan dan Kapan Bunda Harus Segera ke Rumah Sakit