Sukses melahirkan normal tanpa jahitan, ibu ini berbagi tips yang ia praktikkan

Sukses melahirkan normal tanpa jahitan, ibu ini berbagi tips yang ia praktikkan

Seorang pengguna Aplikasi theAsianparent berbagi tips melahirkan tanpa jahitan yang sukses ia praktikkan sendiri, apakah Anda juga tertarik mencobanya?

Melahirkan tanpa jahitan bisa jadi merupakan impian setiap ibu hamil. Sayangnya, kondisi tertentu seperti ukuran bayi yang terlalu besar, atau komplikasi hingga harus operasi caesar, membuat Bunda harus mengubur mimpi ini. Namun ternyata, ada tips melahirkan tanpa jahitan yang bisa Bunda ikuti untuk menurunkan risiko adanya jahitan episiotomi saat melahirkan nanti.

Tips Melahirkan Tanpa Jahitan

Sukses melahirkan normal tanpa jahitan, ibu ini berbagi tips yang ia praktikkan

Seorang ibu bernama Adell, berbagi kisah di Aplikasi theAsianparent indonesia, tentang tips melahirkan tanpa jahitan.

“Saya ingin berbagi tips melahirkan tanpa jahitan, Bunda. Karena di postingan sebelum ini banyak di kolom komentar yang pingin tahu tipsnya gimana, tapi tidak bisa saya jawab satu-satu ya,” tutur Adell.

“Nah, tips ini juga nggak bisa terlalu menjamin, Bun. Ini menurut Bunda dan keahlian bidan juga ya Bun,” tambahnya.

Berikut ini adalah tips melahirkan tanpa jahitan berdasarkan pengalaman pribadi Bunda Adell.

1. Pijat perineum

perineum

Adell menyatakan, agar melahirkan bebas robekan, maka Bunda harus rutin melakukan pijat perineum sejak usia kandungan 36 minggu. Dengan rincian sebagai berikut.

  • Usia kandungan 36 minggu 1 kali pijat seminggu
  • Usia kandungan 37 minggu 2 kali pijat seminggu
  • Hamil 38 minggu 3 kali pijat dalam seminggu

“Nah, menjelang persalinan, harus lebih sering ya, Bun. Caranya bisa lihat di Youtube, pijat bisa dilakukan suami atau sendiri juga bisa,” kata Adell.

Artikel terkait: 12 langkah pijatan perineum untuk hindari robekan vagina saat persalinan

2. Tips melahirkan tanpa jahitan: Olahraga Jongkok bangun

Selain pijat perineum, Adell juga menyarankan para Bumil untuk sering melakukan olahraga jongkok bangun, dan mengepel sambil jongkok.

“Manfaatnya biar cepet kontraksi juga, Bun. Sama biar bayi cepat masuk area panggul,” ujar Adell.

Dia juga menambahkan, bila sudah memasuki usia kehamilan 39 minggu, maka olahraga ditambah dengan jalan cepat.

3. Saat proses persalinan berlangsung

tips melahirkan tanpa jahitan

Saat sudah merasa mulas dan kontraksi, Adell menyarankan agar melakukan jalan santai dan jongkok bangun. Bila tidak kuat melakukannya, biasanya Bidan akan menyuruh Bumil berbaring.

“Ketika bukaan sudah lengkap, pasti rasanya ingin mengejan seperti BAB. Atur napas, Bun. Ikutin arahan bidan, jangan angkat pantat. Kalau saya kaki dinaikkan terus tangan dijepit di bawah lutut, jadi tidak bisa angkat pantat. Nafasnya di perut jangan di kerongkongan.”

“Ada saatnya mengejan dengan napas kuat, ada saatnya mengejan dengan tarik hembus napas agar tidak ada jahitan atau hanya butuh sedikit jahitan.”

Artikel terkait: Ingin luka jahitan setelah persalinan cepat kering? Konsumsi 4 makanan ini

***

Adell mengaku dengan melakukan hal-hal di atas, dia bisa melahirkan normal tanpa jahitan. Bahkan 10 hari setelah melahirkan dia berani mencuci kemaluannya setelah buang air. Berani jongkok setelah 20 hari.

Adell juga menegaskan, bahwa tidak ada jaminan bahwa semua ibu yang melakukan tipsnya ini bisa berhasil. Namun ini berdasarkan pengalaman pribadi, dan itulah yang ia lakukan.

Dia menyarankan agar ibu hamil tetap berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan sebelum melakukannya. Terakhir, Adell juga mendoakan para Bunda yang sedang menanti kelahiran bayi agar selalu diberi kesehatan, lancar saat persalinan, dan juga bisa melahirkan bayi dengan selamat.

Sukses melahirkan normal tanpa jahitan, ibu ini berbagi tips yang ia praktikkan

Faktor risiko robekan saat melahirkan 

Melansir dari laman Alodokter, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko robekan saat melahirkan, yakni:

  • Melahirkan anak pertama
  • Pernah mengalami robekan perineum yang cukup parah
  • Sempat menjalani episiotomi pada persalinan sebelumnya
  • Komplikasi persalinan seperti wajah bayi menghadap jalan lahir, atau bahu bayi tersangkut saat persalinan
  • Ukuran bayi yang cukup besar hingga tidak muat di jalan lahir
  • Proses persalinan yang memakan waktu lama
  • Penggunaan alat bantu saat persalinan seperti forsep dan vakum.

Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, Bunda bisa melakukan tips melahirkan tanpa jahitan yang dipraktikkan oleh Adell, juga hal-hal berikut ini:

  • Rutin olahraga saat hamil, seperti yoga atau senam hamil. Hal ini untuk meningkatkan elastisitas tubuh Anda sehingga mudah meregang saat melahirkan.
  • Memilih posisi melahirkan yang tidak memberi tekanan pada perineum. Seperti posisi berjongkok, berlutut, atau berbaring menyamping. Hal ini akan mengurangi risiko robekan saat persalinan.
  • Berikan kompres hangat pada bagian perineum. Hal ini bisa meningkatkan aliran darah ke perineum dan melemaskan otot perineum saat persalinan berlangsung.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Bunda.

Baca juga:

5 Cara agar vagina tidak robek saat melahirkan normal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner