Pendarahan pada Trimester Kedua, Waspadai Plasenta Previa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Apa sebenarnya plasenta previa dan bagaimana kita harus menghadapinya; berikut ulasan dari kami untuk Anda.

Pendarahan pada trimester kedua bisa jadi merupakan tanda plasenta previa

Pendarahan pada trimester kedua bisa jadi merupakan tanda plasenta previa

Salah satu gangguan kehamilan yang banyak ditakuti oleh para ibu hamil adalah plasenta previa. Seperti kita semua ketahui, plasenta merupakan satu-satunya jalan bagi bayi untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi.

Normalnya, plasenta menempel di sisi atas atau samping uterus, sementara pada kasus plasenta previa, plasenta bayi menempel di sisi bawah uterus dan menutupi jalan lahir/ serviks.

Dokter biasanya akan melarang ibu hamil dengan kasus plasenta previa untuk beraktivitas fisik yang memerlukan tenaga berlebih; seperti mengangkat atau memindahkan beban yang berat.

Gejala plasenta previa

Munculnya pendarahan berwarna merah segar (bright red vaginal bleeding) tanpa rasa sakit pada paruh trimester kedua merupakan salah gejala yang umum. Gejala pendarahan sangat bervariasi; dari yang ringan hingga berat.

Pendarahan bisa berhenti dengan sendirinya meski tanpa perawatan apapun; namun akan terjadi kembali beberapa hari/ minggu kemudian. Beberapa kasus juga disertai dengan adanya kontraksi.

Penyebab plasenta previa

Plasenta tumbuh di mana embrio menempel di rahim. Jika embrio menempel di bagian bawah, maka plasenta bisa saja tumbuh tepat di atas servik yang merupakan jalan lahir janin. Hal inilah yang kemudian menimbulkan plasenta previa.

Kebanyakan kasusĀ iniĀ bisa diketahui melalui USG. Jika diketahui sebelum usia kehamilan 20 minggu, ada kemungkinan plasenta akan bergeser dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan rahim.

Baca juga: Perbedaan USG 2D, 3D, dan 4D

Sebaliknya, bila baru diketahui pada pertengahan trimester kedua, maka dokter akan memutuskan penanganan terbaik sesuai dengan besar kecilnya pendarahan.

Penyebab lainnya adalah:

 





Hamil