Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Infeksi rahim setelah melahirkan wajib diwaspadai setiap ibu. Waspadai berbagai gejala Endometritis dan komplikasinya berikut ini ya Bun!

Menjaga kesehatan pasca melahirkan menjadi hal yang penting dilakukan karena risiko infeksi bisa saja terjadi. Salah satu infeksi yang sebaiknya tak luput dari perhatian ialah endometritis postpartum atau infeksi pada lapisan rahim pasca melahirkan. Infeksi ini dikenal dengan nama endometritis, karena efeknya yang sangat berbahaya, maka gejala endometritis perlu diwaspadai.

Ini bisa mungkin terjadi pada setiap ibu yang baru melahirkan, khususnya saat berada sekitar enam minggu pasca melahirkan. Risikonya bisa bertambah besar karena beberapa faktor, salah satunya kelahiran melalui metode sesar.

Infeksi ini disebabkan oleh masuknya bakteri ke rahim selama proses persalinan, Bun. Bila tidak dengan cepat dan tepat, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Oleh karena itu setiap ibu wajib mewaspadainya, ya.

Artikel terkait:Komplikasi Setelah Melahirkan

Komplikasi Endometritis pasca melahirkan

Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai.

Infeksi yang tak terobati ini bisa menjalar hingga parah, biasanya berkembang menjadi sepsis. Selain itu infeksi juga bisa menyebar ke luka operasi caesar, atau di dalam area perut.

Selain itu bentuk komplikasi serius lainnya yang bisa dialami ibu yakni :

  • Mengalami peritonitis atau infeksi panggul dan rongga perut.
  • Munculnya abses atau nanah di rahim.
  • Terjadinya infertilitas atau kemandulan setelahnya.
  • Syok septik yang mengakibatkan kondisi tekanan darah ibu yang sangat rendah. Kondisi ini dapat berakibat fatal dan membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

Memeriksakan pada dokter menjadi hal penting. Pengobatan yang tepat dengan antibiotik yang diresepkan bisa mengurangi risiko komplikasi.

Artikel terkait : Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), Penyakit yang Menyebabkan Wanita Sulit Hamil

Apa saja gejala endometritis?

Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Gejala endometritis postpartum ini dapat bervariasi pada setiap ibu. Gejala biasanya akan muncul 1-3 hari setelah proses persalinan.

Oleh karena itu gejala-gejala umum berikut ini sebaiknya tetap menjadi acuan, seperti :

  • Demam tinggi
  • Nyeri di daerah perut bagian bawah
  • Keluarnya bau dari vagina
  • Peningkatan pendarahan dari vagina yang abnormal, jumlahnya lebih banyak dan terdapat gumpalan
  • Mengalami nyeri saat buang air kecil
  • Merasa tidak enak badan

Faktor-faktor risiko endometritis

Endometrisis

Ada beberapa kondisi ibu pasca melahirkan yang lebih rentan mengalaminya, seperti :

  • Ketuban pecah dini atau lebih lama dari bayi lahir
  • Cairan ketuban bayi terkontaminasi meconium, jadi keruh
  • Kesulitan melepaskan plasenta
  • Banyak pemeriksaan internal selama persalinan
  • Bumil Memiliki riwayat penyakit radang panggul (PID)
  • Mengalami Bacterial vaginosis (BV) saat hamil
  • Bumil terinfeksi dengan streptococcus Grup B
  • Ibu hamil terinfeksi HIV
  • Ibu yang mengalami obesitas
  • Mengalami diabetes
  • Kondisi anemia ibu hamil
  • Sanitasi saat persalinan yang buruk

Kemungkinan infeksi rahim pasca melahirkan

Kondisi ini juga bisa ditengarai oleh proses kelahiran bayi. Terdapat beberapa kemungkinan sesuai dengan jenis persalinan diantaranya :

  • Melahirkan secara normal memiliki kemungkinan 1-3%
  • Persalinan Caesar seperti yang telah dijadwalkan : 5 hingga 15%
  • Persalinan Caesar yang tidak dijadwalkan atau spontan : 15 hingga 20%
Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Gejala Endometritis dan faktor risikonya yang perlu diwaspadai.

Diagnosis

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini pada perempuan. Umumnya, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk lebih memastikan.

Di samping itu, ada beberapa tes tambahan untuk lebih meyakinkan diagnosis endometritis ini, diantaranya :

  • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari dinding rahim.
  • Menghitung jumlah sel darah putih atau leukosit dan laju endap darah melalui tes urine dan pemeriksaan darah lengkap.
  • Pemeriksaan cairan pada vagina yang keluar.
  • Laparskopi atau operasi kecil dnegan membuat sayatan di dinding perut.
  • CT-scan dan USG panggul sebagai bagian dari pemeriksaan radiologis.
  • tes keberadaan bakteri chlamydia atau gonore yang mungkin jadi salah satu penyebabnya.

Pencegahan gejala endometritis

Selain upaya pencegahan dengan memerhatikan sanitasi lingkungan, ada antibiotik yang diketahui bisa mencegah infeksi ini. Melakukan operasi sesar bisa membuat Bunda berisiko mengalami infeksi jenis ini.

Sebelum operasi ada baiknya vagina dibersihkan dengan larutan antiseptik povidone-iodine sesuai anjuran dokter. Ada juga antibiotik yang diketahui bisa melindungi dari bakteri Streptococcus grup B di sekitar vagina, pertimbangkanlah bila dokter menyarankannya.

Nah Bun bila mengalami berbagai gejala di atas sebaiknya jangan diabaikan ya, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, lakukanlah konsultasi secara rutin selama mas kehamilan lalu ikuti berbagai saran yang diberikan dokter.

Artikel terkait : Kista Ovarium: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Penanganannya

Sumber : patient.info, msdmanuals , alodokter

Baca Juga :

Gejala infeksi ovarium kadang tak disadari, komplikasinya bisa berbahaya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

Editor

Fitriyani

app info
get app banner