Waspadai plasenta akreta bisa membahayakan janin, ini faktor risikonya!

Waspadai plasenta akreta bisa membahayakan janin, ini faktor risikonya!

Cari tahu penyebab, ciri, komplikasi, dan ciri ibu yang berisiko mengalami kondisi ini!

Plasenta menjadi organ yang vital dalam kehamilan karena menjadi organ perantara pemenuhan zat gizi dan oksigen pada janin. Oleh karena itu, kelainan pada plasenta ini harus diwaspadai, salah satunya kelainan plasenta akreta.

Kondisi ini dianggap sebagai komplikasi kehamilan berisiko tinggi sehingga setiap ibu hamil patut mewaspadai gejala, komplikasi, dan penyebabnya.

Apa itu plasenta akreta?

Kondisi kehamilan ini terjadi ketika plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Normalnya, plasenta terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan. Namun pada kondisi ini, sebagian atau seluruh plasenta akan tetap melekat.

Tentu, kondisi ini bisa membahayakan ya, Bunda. Diketahui ini dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah setelah melahirkan. 

Plasenta akreta dianggap sebagai komplikasi kehamilan dengan dampaknya yang cukup serius. Jika kondisi ini didiagnosis selama kehamilan, seorang ibu kemungkinan harus melahirakan secara operasi cesar dini, diikuti dengan operasi pengangkatan rahim (histerektomi). 

plasenta akreta

Penyebab kondisi plasenta akreta 

Secara spesifik, penyebab kondisi ini tidak diketahui, tetapi dapat dikaitkan dengan plasenta previa dan kelahiran caesar sebelumnya. Menurut ahli, kondisi ini terjadi sekitar 5-10 persen wanita dengan kondisi plasenta previa.

Persalinan caesar meningkatkan kemungkinan kondisi ini pada kehamilan setelahnya. Semakin banyak melakukan operasi caesar, semakin besar pula peluangnya. Sekitar lebih dari 60 persen kasus plasenta akreta bisa terjadi karena hal ini. 

Artikel terkait : Sulit merasakan tendangan janin bisa jadi tanda plasenta anterior, bahayakah?

Lalu, apa saja ya gejala yang bisa terjadi bila ibu hamil mengalami kondisi ini? 

Gejala

Kondisi ini sering tidak menimbulkan tanda atau gejala selama kehamilan. Namun pada beberapa kasus, pendarahan yang terjadi seringkali dikaitkan dengan kondisi ini.

Waspadai kondisi perdarahan ini selama trimester ketiga. Kondisi ini juga bisa terdeteksi melalui USG rutin.

Ibu yang rentan mengalami plasenta akreta

Karena penyebabnya belum benar-benar diketahui, kondisi ini mungkin terjadi pada siapa pun. Namun memang ada beberapa kondisi kehamilan yang bisa meningkatkan risiko, seperti:

Memiliki riwayat operasi

Bunda, riwayat operasi rupanya memiliki kaitan erat dengan kondisi plasenta akreta. Operasi yang dimaksud ialah yang berkaitan dengan operasi uterus, seperti operasi caesar atau operasi di rahim lainnya.

Posisi plasenta

Kondisi ini bisa lebih mungkin terjadi bila posisi plasenta menutupi serviks sepenuhnya, atau biasa disebut juga plasenta previa. 

Usia ibu

Faktor usia juga diketahui berkaitan erat dengan kondisi ini. Biasanya kondisi ini bisa lebih sering ditemukan pada ibu yang hamil di atas 35 tahun.

Frekuensi melahirkan

Risiko plasenta akreta rupanya bisa meningkat karena jumlah kehamilan yang juga meningkat.

plasenta akreta

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada ibu hamil, seperti:

Pendarahan vagina berat

Kondisi ini bisa menimbulkan pendarahan hebat pada ibu pasca melahirkan. Tak bisa disepelekan, kondisi ini bisa sampai mengancam jiwa karena bisa mengakibatkan komplikasi lainnya.

Ibu berkemungkinan mengalami koagulopati intravaskular diseminata atau kondisi darah tidak membeku secara normal, paru-paru mengalami kegagalan, hingga gagal ginjal. Pada kondisi ini tentu transfusi darah amat diperlukan.

Kelahiran prematur

Kondisi ini dapat menyebabkan persalinan mulai lebih awal atau dikenal juga dengan istilah lahir prematur. Saat ibu mengalami perdarahan selama kehamilan, Anda mungkin diharuskan untuk melahirkan janin lebih awal. 

Artikel terkait : Zee Zee Shahab sukses merawat kedua anak prematur, ini 5 rekomendasi caranya!

Karena gejalanya yang tidak spesifik, Bunda yang memiliki faktor risiko yang sudah disebutkan disarankan untuk lebih sering melakukan konsultasi ke dokter.

Sumber: Mayo Clinic, American Pregnancy

Baca Juga: 

Bila Anda Mengalami Plasenta Previa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner