TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP

Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-24 Bulan Sesuai Arahan Terbaru IDAI

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 7 menit
Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-24 Bulan Sesuai Arahan Terbaru IDAI

Sudah tahu jadwal imunisasi terbaru dari IDAI? Jangan sampai si Kecil terlewat. Simak selengkapnya di sini!

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Seperti apa jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan?

Imunisasi merupakan pemberian vaksin agar seorang anak kebal terhadap penyakit tertentu, terutama penyakit akibat virus dan bakteri.

Pemberian imunisasi harus dilakukan sesuai jadwal agar terbentuk kekebalan yang diharapkan. Maka penting untuk mengetahui jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan rekomendasi jadwal pemberian imunisasi yang telah diperbarui pada tahun 2023.

Parents sebaiknya melengkapi imunisasi untuk si Kecil sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan virus yang mati atau sudah dilemahkan sehingga membentuk antibodi yang kelak dapat melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh si Kecil. 

Telah banyak wabah penyakit yang dapat diatasi dengan pemberian imunisasi.

Faktanya, imunisasi bukan hanya melindungi diri anak, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitarnya. 

▲▼Daftar isi

  • Jadwal Imunisasi 0-24 Bulan Apa Saja?
  • Apa Saja Efek Samping Imunisasi?
  • Agar Imunisasi Lancar Harus Bagaimana?

Jadwal Imunisasi 0-24 Bulan Apa Saja?

Jadwal imunisasi bayi dan anak 0-24 bulan menurut IDAI tahun 2023

Untuk anak-anak, imunisasi harus diberikan sejak lahir.

Advertisement
Ezoic

Saat ini pemerintah menyediakan imunisasi wajib untuk bayi secara gratis melalui puskesmas dan posyandu.

Namun, selain imunisasi wajib tersebut, Parents juga sebaiknya melengkapi pemberian imunisasi lainnya. 

Berikut ini jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan menurut IDAI terbaru tahun 2023:

1. Jadwal Imunisasi Bayi Baru Lahir atau Usia 0 Bulan 

jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan

Sumber: Pexels

Untuk bayi baru lahir wajib diberikan vaksin Hepatitis B dan Polio. 

  • Hepatitis B (HB1): Wajib diberikan saat bayi baru lahir maksimal hingga 24 jam. Pemberian HB1 didahului dengan suntikan vitamin K1 30 menit sebelumnya. Namun imunisasi HB1 perlu ditunda pada bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram hingga usianya menginjak 1 bulan. Diskusikan dengan dokter yang menangani mengenai waktu tepat pemberian imunisasi saat bayi Parents lahir dengan berat badan rendah. 
  • Polio 0: Imunisasi yang diberikan pada bayi baru lahir adalah vaksin polio oral. Imunisasi ini sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir atau maksimal saat bayi pulang ke rumah setelah dilahirkan. 

2. Usia 1 Bulan 

Saat bayi berusia satu bulan, bayi harus diberikan vaksin BCG. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit TBC atau tuberculosis.

Di Indonesia, penyakit ini masih banyak diderita dan menjadi salah satu penyakit berbahaya yang mematikan.

Maka, penting untuk memberikannya pada anak. 

Artikel terkait: Pentingnya Imunisasi dan Efek Sampingnya

3. Usia 2 Bulan

Di usia dua bulan, bayi harus diberikan vaksin Hepatitis B, Polio, DTP, Hib, PCV, dan Rotavirus. 

  • Hepatitis B (HB2): Diberikan vaksin hepatitis B dosis kedua. 
  • Polio 1: Vaksin Polio yang diberikan juga merupakan vaksin Polio dosis 1. 
  • DTP-Hib 1: Vaksin ini bisa diberikan secara kombo dalam satu suntikan. Adapun beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ini adalah difteri, tetanus, pertusis, pneumonia dan meningitis. 
  • PCV1:  Ini merupakan vaksin pneumokokus untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia dan meningitis.
  • Vaksin Rotavirus: Diberikan untuk mencegah diare yang terjadi akibat virus Rotavirus. Diare diketahui masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan pada anak-anak di Indonesia.

4. Usia 3 Bulan 

jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan

Sumber: Pexels

Memasuki usia tiga bulan, bayi harus mendapatkan vaksin Hepatitis B dosis ketiga, Polio Suntik (IPV), dan DTP-Hib dosis kedua. 

Artikel terkait: Pentingnya Vaksin IPV untuk Anak, Cegah Kelumpuhan Akibat Virus Polio

5. Usia 4 Bulan 

Pada usia empat bulan, bayi wajib melakukan imunisasi Hepatitis B dosis keempat, Polio suntik (IPV), DTP-Hib dosis ketiga, PCV dosis kedua, dan Rotavirus dosis kedua. 

6. Usia 6 Bulan 

Di usia enam bulan, bayi sebaiknya mendapatkan vaksin PCV dosis ketiga, Rotavirus dosis ketiga bila vaksin yang diberikan sebelumnya adalah vaksin Rotavirus pentavalen.

Selain itu juga, mulai usia 6 bulan, dilengkapi dengan pemberian vaksin influenza untuk mencegah penyakit flu. 

Untuk vaksin influenza disarankan diulang setiap tahun 1 dosis pada bulan yang sama menggunakan vaksin yang tersedia. 

7. Usia 9 Bulan 

Setelah berusia sembilan bulan, bayi harus mendapatkan vaksin MR dan JE. 

Cerita mitra kami
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
5 Fakta Vaksin Demam Berdarah yang Wajib Diketahui Orang Tua, Terutama No.3
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui
Vaksinasi di Saat Pandemi, Ini yang Harus Parents Ketahui
  • MR: Ini adalah vaksin Measles dan Rubella. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak dan campak jerman. Penyakit campak jerman mungkin jarang yang menyebabkan kematian, tetapi infeksinya dapat menyebabkan kecacatan, seperti kebutaan dan ketulian. Hal ini tentu dapat menurunkan kualitas hidup anak. 
  • JE: Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) diberikan hanya pada anak yang tinggal di daerah endemi atau akan bepergian ke daerah endemi JE seperti Bali. 

Artikel Terkait: Bagaimana Jika Pemberian Imunisasi Dasar Terlambat ?

8. Usia 12 Bulan

jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan

Sumber: Freepik

Bayi yang genap berusia satu tahun bisa diberikan booster vaksin PCV. Ditambah lagi dengan pemberian vaksin Varisela dan Hepatitis A. 

  • Varisela: Vaksin Varisela diberikan untuk mencegah cacar air. Penyakit ini lebih banyak dialami oleh anak-anak, meski orang dewasa pun bisa mengalaminya. Vaksin ini diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan.
  • Hepatitis A: Vaksin ini dilakukan untuk mencegah virus Hepatitis A. Virus ini lebih mudah menular karena bisa ditularkan melalui makanan, minuman, dan feses yang telah terkontaminasi. Diberikan dalam 2 dosis dengan interval 6-18 bulan. 

9. Usia 15 Bulan 

Ketika sudah berusia 15 bulan, anak sebaiknya mendapatkan vaksin Varisela dosis kedua.

Varisela diberikan sebanyak dua dosis dengan interval enam minggu sampai 3 bulan dari dosis pertama. 

10. Usia 18 Bulan 

Apabila anak mendapatkan vaksin Hepatitis A dosis pertama pada usia 12 bulan, maka anak tersebut harus mendapatkan Hepatitis A dosis kedua pada usia 18 bulan.

Interval pemberian vaksin Hepatitis A adalah 6-36 bulan. 

Di usia 18 bulan ini juga si Kecil bisa melakukan booster untuk vaksin hepatitis B, polio, dan DTP-Hib.

11. Jadwal Imunisasi Bayi Usia 24 Bulan 

Untuk anak yang berusia 24 bulan, harus mendapatkan dosis kedua vaksin JE. Ditambah lagi dengan pemberian vaksin Tifoid.

Vaksin Tifoid diberikan untuk mencegah penyakit tifus atau yang sering dikenal sebagai penyakit tipes.

Apa Saja Efek Samping Imunisasi?

vaksinasi anak

Sumber; Freepik

Hingga saat ini masih banyak orang tua yang khawatir untuk memberikan imunisasi pada anak.

Beberapa yang menyebabkan kekhawatiran adalah adanya efek samping yang ditimbulkan. Efek samping yang umum terjadi pascaimunisasi adalah demam, pusing, dan nyeri pada area suntikan.

Akan tetapi, efek samping yang ditimbulkan umumnya ringan.

Sementara penelitian telah membuktikan bahwa manfaat yang dihasilkan dari imunisasi lebih besar daripada efek sampingnya.

Parents bisa berkonsultasi ke dokter bila efek samping imunisasi terjadi lebih dari tiga hari untuk mendapatkan solusi.

Agar Imunisasi Lancar Harus Bagaimana?

vaksinasi anak

Sumber: Pexels

Agar imunisasi berjalan dengan lancar dan efek samping yang dialami seminimal mungkin, ada beberapa hal yang sebaiknya Parents lakukan, yaitu: 

  • Pastikan anak dalam keadaan sehat
  • Anak tidur cukup di malam hari sebelum imunisasi 
  • Buat perjanjian dengan layanan imunisasi. Hal ini dilakukan agar anak tidak perlu menunggu giliran terlalu lama untuk diimunisasi
  • Bawa buku catatan imunisasi anak sehingga imunisasi yang dilakukan bisa tercatat dan Parents tidak akan kelewatan jadwal imunisasi anak berikutnya 
  • Pakaikan anak dengan pakaian yang nyaman dan memudahkan proses imunisasi
  • Sampaikan dengan dokter mengenai efek samping yang terjadi pada pemberian imunisasi sebelumnya agar dokter bisa berupaya untuk meminimalkan efek samping selanjutnya 
  • Sampaikan pada anak mengenai proses imunisasi yang akan ia jalani agar anak memiliki gambaran, serta hindari untuk berbohong pada anak
  • Tetap tenang dan dampingi anak saat melakukan imunisasi.

Artikel Terkait: Amankah Menggabungkan Vaksin pada Bayi dan Anak? Ini Penjelasan tentang Imunisasi Ganda

Yang perlu Parents pahami adalah imunisasi memang tidak dapat mencegah penyakit hingga 100 persen. Namun, wajib dilakukan untuk mencegah risiko anak tertular penyakit.

Kalaupun anak tetap mengalaminya, gejala yang ditimbulkan akan lebih ringan dibandingkan saat anak belum diimunisasi.

Lakukan juga pola hidup bersih dan sehat serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh anak semakin kuat.

Jangan sampai lupa jadwal imunisasi bayi 0-24 bulan, ya, Parents! 

***

Jika Parents ingin berdiskusi seputar pola asuh, keluarga, dan kesehatan serta mau mengikuti kelas parenting gratis tiap minggu bisa langsung bergabung di komunitas Telegram theAsianparent.

Baca juga:

Beberapa Cara Agar Imunisasi Jadi Lebih Menyenangkan

8 Tips Menenangkan Anak Saat Imunisasi yang Bisa Parents Lakukan

Memandikan Bayi Setelah Imunisasi, Bolehkah Dilakukan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Vaksinasi
  • /
  • Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-24 Bulan Sesuai Arahan Terbaru IDAI
Bagikan:
  • Imunisasi BIAS untuk Anak Sekolah dan Jadwal Pelaksanaannya di 2025

    Imunisasi BIAS untuk Anak Sekolah dan Jadwal Pelaksanaannya di 2025

  • Vaksin Hepatitis A untuk Anak: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Vaksin Hepatitis A untuk Anak: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

  • Imunisasi BCG: Manfaat, Efek Samping, hingga Harganya

    Imunisasi BCG: Manfaat, Efek Samping, hingga Harganya

  • Imunisasi BIAS untuk Anak Sekolah dan Jadwal Pelaksanaannya di 2025

    Imunisasi BIAS untuk Anak Sekolah dan Jadwal Pelaksanaannya di 2025

  • Vaksin Hepatitis A untuk Anak: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Vaksin Hepatitis A untuk Anak: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

  • Imunisasi BCG: Manfaat, Efek Samping, hingga Harganya

    Imunisasi BCG: Manfaat, Efek Samping, hingga Harganya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2025. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti