TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus

Bacaan 4 menit
Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus

Mengapa si Kecil perlu mendapatkan Vaksin Rotavirus? Siapa saja yang tidak bisa mendapatkan? Cek faktanya di artikel ini.

Rotavirus merupakan virus yang dikenal sebagai penyebab utama gastroenteritis nonbakteri (infeksi lambung dan saluran usus yang menyebabkan diare dan muntah) terutama pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia.1 Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut.2 

Orang yang terinfeksi Rotavirus mengeluarkan virus melalui tinja (kotoran), dan dengan cara inilah Rotavirus dapat tersebar ke lingkungan di sekitarnya dan dapat menginfeksi orang lain.3 

Virus ini bisa tersebar jika tangan Parents atau Si Kecil terpapar kotoran orang yang terinfeksi Rotavirus, dan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, memasukkan tangan ke dalam mulut, atau, Parents atau Si Kecil menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi, lalu memasukkan jari ke dalam mulut, atau juga memakan makanan yang terkontaminasi.3

Pada anak-anak, gejala yang ditimbulkan infeksi Rotavirus bervariasi, dari ringan sampai berat.4 Gejala yang ditimbulkan – seperti diare, muntah-muntah, dan demam, dapat menjadi penyebab dehidrasi seperti hasil dari pengamatan pada beberapa pasien anak yang mengalaminya,4 dan ini bisa sangat berbahaya bagi bayi dan anak kecil.5

Adakah Cara Mengobati Rotavirus?

Tidak ada terapi khusus yang tersedia saat ini untuk melawan rotavirus.6 Seperti diare pada masa kanak-kanak lainnya, dasar pengobatannya adalah penggantian cairan untuk mencegah dehidrasi, dan pengobatan zinc yang mengurangi keparahan dan durasi diare.6 Tindakan pengobatan tambahan selama episode diare termasuk terus menyusui, dan jika oralit tidak tersedia, gunakan cairan yang sesuai yang tersedia di rumah.6

Bisakah Si Kecil Terinfeksi Virus Rotavirus Kembali, Jika Sudah Pernah Terinfeksi?

Infeksi ulang Rotavirus lazim terjadi sepanjang hidup kita, meskipun tingkat keparahan penyakitnya akan berkurang seiring dengan berulangnya infeksi Rotavirus.7 Apalagi Si Kecil terpapar ribuan kuman setiap hari di lingkungan tempat ia beraktivitas,8 sedangkan Rotavirus stabil di lingkungan, sangat menular sehingga dapat bertahan dalam waktu lama di mainan dan permukaan biasa yang ditemukan di sebagian besar rumah, dan relatif resisten terhadap sebagian besar sabun dan desinfektan, sehingga mencegah anak dari paparan virus ini bisa jadi sulit.1

Mengapa Harus Vaksin?

Sebuah penelitian pernah menyatakan bahwa Rotavirus tahan terhadap kebanyakan sabun dan disinfektan yang diuji pada saat itu,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa kebersihan yang baik seperti mencuci tangan secara teratur memang penting, namun vaksinasi tetap merupakan cara terbaik untuk mencegah infeksi Rotavirus.9

Selain itu, karena jenis perawatan kesehatan darurat di negara berkembang seringkali tidak dapat diakses. 10 Ditambah lagi, perbaikan kualitas air, kebersihan dan sanitasi hanya dapat menghentikan bakteri dan parasit yang menyebabkan diare jenis lain, tetapi tidak secara memadai mencegah penularan rotavirus, sehingga mencegah infeksi rotavirus melalui vaksinasi menjadi lebih penting dalam menyelamatkan nyawa anak-anak.10 Penelitian-penelitian juga telah menunjukkan bahwa, di Asia, vaksin rotavirus sangat hemat biaya dan diproyeksikan berdampak besar untuk mencegah gastroenteritis parah yang disebabkan rotavirus.11

Seperti Apa Bentuk Vaksin Rotavirus dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Vaksin Rotavirus diberikan secara oral, dalam bentuk cairan, langsung ke dalam mulut bayi.12 Vaksin ini mengandung Rotavirus yang dilemahkan dan membantu Si Kecil membangun kekebalan tubuhnya melawan infeksi rotavirus pada saat mereka terpapar.12

Apakah Ada Larangan untuk Pemberian Vaksin Rotavirus?

Vaksin rotavirus tidak boleh diberikan kepada bayi:

  • yang ibunya mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat membuat ibu lebih mungkin terkena infeksi selama kehamilan;
  • yang mengalami reaksi parah (termasuk reaksi anafilaksis) terhadap dosis sebelumnya dari salah satu bahan dalam vaksin.13

Sebelum Si Kecil menerima vaksin apa pun, sebaiknya Parents berdiskusi langsung dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda mengenai hal-hal yang ingin diketahui atau yang dikhawatirkan mengenai vaksin Rotavirus.14

Referensi:

  1.  Junaid, et al. “Incidence of rotavirus infection in children with gastroenteritis attending Jos university teaching hospital, Nigeria”. Virology Journal. 2011. 8:233.
  2. CDC. Rotavirus. (https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/rota.html, diakses 13 November 2020, pukul 12.00 wib)
  3. CDC. Rotavirus: Transmission. (https://www.cdc.gov/rotavirus/about/transmission.html, diakses 6 November pukul 9.50 wib)
  4. Gualtiero Grilli, MD, PhD, et al. “Expert opinion on rotavirus vaccination in infancy”. ECDC Scientific Advice. 2017. page 5. Available from:publications.europa.eu/resource/cellar/aedea432-f681-11e7-b8f5-01aa75ed71a1.0001.01/DOC_1. Accessed on July 2020
  5. CDC. Rotavirus: Symptoms. (www.cdc.gov/rotavirus/about/symptoms.html, diakses 6 November pukul 9.50 wib)
  6. Rotavirus vaccines. WHO position paper – January 2013. Weekly Epidemiol Rec. 2013; 88(5): 49-64.
  7. Crawford, S., Ramani, S., Tate, J. et al. “Rotavirus infection”. Nat Rev Dis Primers 3, 17083 (2017). doi.org/10.1038/nrdp.2017.83 diakses 13 November 2020, pukul 18.30 wib
  8. Center for Disease Control and Prevention (CDC). How Vaccines Strengthen Your Baby’s Immune System. 2010. 1-2. Available from: https://www.cdc.gov/vaccines/parents/why-vaccinate/strengthen-baby-immune.html. Accessed on July 2020
  9. CDC. Rotavirus Vaccination. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/index.html diakses 13 Desember pukul 16.00 WIB
  10. Suwantika, Auliya A, et.al. “Accelerating the introduction of rotavirus immunization in Indonesia”. Expert Rev. Vaccines 13(4), 463–472 (2014)
  11. Soenarto, et al. “Burden of Severe Rotavirus Diarrhea in Indonesia”. The Journal of Infectious Diseases. 2009. Available from: academic.oup.com/jid/article/200/Supplement_1/S188/848845
  12. NHS. Rotavirus Vaccine Overview. www.nhs.uk/conditions/vaccinations/rotavirus-vaccine diakses pada 13 November 2020, pukul 18.00 WIB
  13. NHS. Rotavirus Vaccine FAQs. (www.nhs.uk/conditions/vaccinations/rotavirus-vaccine-questions-answers/ diakses pada 13 November 2020, pukul 18.00 WIB
  14. CDC. Rotavirus Vaccination. www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/public/index.html diakses 13 Desember pukul 16.00 WIB

Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360
NP-ID-RVX-ADVR-220001 AD07/22 ED07/24

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Semua yang Ingin Parents Ketahui tentang Vaksin Rotavirus
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti