Mengenal rotavirus, infeksi yang menyebabkan diare berbahaya

Mengenal rotavirus, infeksi yang menyebabkan diare berbahaya

Apa sebenarnya infeksi rotavirus? Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Baca informasi selengkapnya dalam artikel ini, yuk, Parents!

Pernahkah Anda mendengar tentang Rotavirus? Mungkin sering, karena rotavirus adalah salah satu vaksin yang ada pada jadwal imunisasi anak Anda.

Rotavirus adalah virus penyebab diare yang paling umum pada bayi dan balita. Menurut statistik, hampir setiap anak berusia 5 tahun pernah mengalami 1 kali infeksi rotavirus.

Bila tidak ditangani segera, infeksi Rotavirus dapat menyebabkan kematian.

Gejala Infeksi Rotavirus

Gejala umum dari penyakit ini adalah diare hebat. Kehadiran virus ini dapat didekteksi melalui pemeriksaan kotoran/tinja di laboratorium. Sedangkan penularan virus adalah melalui mulut, karena virus tersebut masuk dan merusak dinding usus sehingga menyebabkan infeksi dan diare.

Pada bayi dan balita, jenis infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi hebat dan ketidakseimbangan elektrolit tubuh. Hal ini disebabkan karena hilangnya sejumlah cairan tubuh akibat diare yang terus menerus, muntah dan demam.

Beberapa gejala yang dapat kita lihat adalah :

  • Diare hingga 20 kali dalam sehari
  • Muntah hingga 15 kali dalam sehari
  • Demam hingga 39.4 C bahkan bisa lebih
  • Sakit di sekitar perut
  • Kehilangan nafsu makan

Bayi berusia 3 hingga 24 bulan memiliki resiko yang tinggi terjangkit penyakit ini. Oleh karenanya, berilah vaksin rotavirus sesuai jadwal imunisasi dokter atau posyandu.

ibu menyusui sakit hepatitis B

Apakah Infeksi Rotavirus menular?

Ya, jenis infeksi ini sangat menular dan cepat menyebar melalui tangan atau obyek apapun yang telah tercemar. Virus ini dapat bertahan di permukaan benda yang telah tercemar hingga berhari-hari karena sifatnya kebal terhadap alam.

Penularan di antara keluarga sangat mudah terjadi. Penelitian menunjukkan setidaknya di antara 102 orang dewasa, 36 di antaranya ikut menderita Rotavirus pada saat mereka merawat anaknya. Bahkan penyakit ini dapat ditularkan melalui interaksi anak di sekolah.

Penanganan Infeksi Rotavirus

Tidak ada penanganan khusus untuk infeksi yang satu ini, kecuali mencegah dehidrasi melalui asupan cairan ke dalam tubuh. Virus ini tidak dapat dihentikan dengan antibiotik.

Gejala pada umumnya mereda atau hilang dalam waktu 3-8 hari. Namun bila terjadi dehridrasi yang hebat, penderita memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pencegahan

Tidak ada cara lain untuk mencegahnya kecuali melalui vaksin dan menjaga kebersihan. Terkadang, bayi yang telah divaksinpun masih bisa menderita penyakit ini karena virus Rotavirus beraneka ragam.

Jagalah kebersihan tangan dan apapun yang masuk melalui mulut. Jangan lupa mencuci tangan setelah mengganti diaper dan buang air. Ayo segera ambil tindakan pencegahan bagi keluarga Anda.

Manfaat imunisasi

Penanganan Diare pada Anak

Diare baik pada bayi atau balita bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan mengancam jiwa. Jika feses anak berbentuk cair dan berlangsung lebih dari sehari, anak berisiko dehidrasi atau hilangnya cairan esensial yang diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik.

Banyak produk atau obat diare untuk orang dewasa, tetapi memberi bayi atau balita salah satu dari produk anti-diare ini bisa berbahaya, kata Benjamin Ortiz, MD, seorang dokter anak di Kantor Pediatric Therapeutics dari Food and Drug Administration (FDA).

“Aspek paling penting dalam mengobati diare adalah mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan mengambil langkah-langkah untuk merehidrasi anak,” kata Ortiz

Tanda-tanda awal dehidrasi pada bayi dan anak kecil, seperti diwartakan FDA, yaitu sebagai berikut:

1. Detak jantung lebih cepat dari biasanya.

2. Bibir, mulut, dan lidah kering.

3. Tidak ada air mata saat menangis.

4. Popok tidak basah selama 3 jam atau lebih.

Jika dehidrasi berkepanhangan, anak akan mengalami:

1. Mata cekung, pipi, atau titik lunak di atas kepala.

2. Mudah mengantuk dan lekas marah.

3. Dehidrasi parah dapat menyebabkan kejang, koma, kegagalan organ, dan, dalam keadaan langka, kematian.

“Diare ringan menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi tidak berbahaya jika anak terus minum cairan dan makan makanan biasa,” kata Ortiz.

Bayi harus terus diberikan ASI atau susu formula. Jika diare berlanjut atau sering terjadi, perawatan dengan solusi rehidrasi oral mungkin diperlukan.

Larutan rehidrasi yang disebut larutan elektrolit, membantu menggantikan air dan garam yang hilang selama diare, dan lebih mudah dicerna.

“Pertama, cobalah mendorong anak untuk minum sebanyak mungkin larutan rehidrasi. Tetapi jika anak Anda terus-menerus muntah dan tidak dapat memakan apa pun, hubungi dokter anak Anda atau pergi ke UGD,” ujarnya.

Baca juga informasi menarik lainnya :

Diare pada Anak : Jangan Sembarang Memberi Obat

Mengatasi Sembelit pada Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner