Hari perkiraan lahir sering tidak sesuai dengan perhitungan dokter? Ini 4 alasannya!

Hari perkiraan lahir sering tidak sesuai dengan perhitungan dokter? Ini 4 alasannya!

Apakah Bunda melahirkan sebelum hari perkiraan lahir tiba? Atau malah setelah HPL lewat? Alasan berikut ini adalah penyebab Bunda mengalaminya.

Hari perkiraan lahir (HPL) yang seringkali tidak sesuai dengan waktu kelahiran bayi, adalah hal umum dialami ibu hamil. Ketika dokter memberikan hari perkiraan lahir, pikiran Parents pastinya langsung terisi dengan antisipasi untuk menyambut hari H.

Parents mulai memperkirakan kapan beli baju bayi, merenovasi gudang jadi kamar bayi, atau kapan harus mulai mencari pengasuh bayi. Tapi, bagaimana jadinya jika dokter mengubah tanggal hari perkiraan lahir bayi Anda?

Bunda tak perlu khawatir, perubahan hari perkiraan lahir memang umum terjadi. Ini adalah 4 alasan mengapa hal tersebut terjadi.

1. Hari perkiraan lahir berubah karena menstruasi yang tidak teratur

Untuk memperkiraan hari lahir, dokter akan bertanya kapan terakhir kali Anda menstruasi saat pertama kali memeriksakan kehamilan. Bagi Bunda yang haidnya tidak teratur hal ini bisa menjadi hal sulit.

Untuk memperkirakan HPL, perlu diketahui waktu ovulasi Bunda yang terjadi pada masa 14 hari setelah haid terakhir. Beberapa dokter juga akan menyarankan pemeriksaan USG pada trimester pertama untuk mengetahui usia janin di dalam rahim.

2. Perubahan hari perkiraan lahir karena USG di trimester kedua

hari perkiraan lahir

Sebuah penelitian yang dimuat dalam  American Journal of Obstetrics and Gynecology menyatakan, USG yang dilakukan pada trimester pertama, terutama di usia kandungan 13 minggu, jauh lebih akurat untuk memperkirakan HPL.

Sehingga, USG yang dilakukan di trimester kedua, hasilnya tidak terlalu akurat untuk memperkirakan tanggal kelahiran bayi.

Bila kehamilan Anda adalah hasil dari perawatan kesuburan (IVF), dokter akan melihat usia embrio dan tanggal embrio ditanamkan untuk memperkirakan HPL.

3. Pengukuran fundus kehamilan yang tidak teratur

Setiap kali mengunjungi dokter, bumil akan menjalani pengukuran fundus (bagian atas rahim) kehamilan. Pemeriksaan ini akan memberikan gambaran, berapa usia kandungan berdasarkan ukuran rahim.

Bila Anda mengandung bayi berukuran besar, atau ukuran bayi lebih kecil dari rata-rata bayi biasanya, HPL Anda bisa berubah. Setelah pemeriksaan fundus, dokter akan menyesuaikan HPL dengan melihat analisa dari pemeriksaan tersebut.

Artikel terkait: 6 Fakta penting tentang melahirkan bayi berukuran besar yang harus diketahui ibu

hari perkiraan lahir 1

4. Tingkat fetoprotein alfa yang tidak normal

Alpha fetoprotein (AFP) protein yang diproduksi oleh janin yang terdapat dalam cairan amnion (ketuban) dan aliran darah ibu. Tingkat protein dapat diukur untuk mendeteksi cacat bawaan tertentu seperti spina bifida dan down syndrome.

Biasanya, tingkat AFB diukur pada usia kehamilan 14 dan 22 minggu. Jika level AFP tinggi, maka prediksi HPL akan menjadi tidak akurat. Dalam beberapa kasus, tingkat AFP tinggi juga bisa menjadi tanda bayi Anda akan lahir dengan kelainan genetik.

****

Penghitungan HPL yang tidak akurat, bisa menyebabkan kecemasan ada orangtua. Tapi, hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah bersiap untuk menghadapi hal tak terduga. Hal ini juga akan berguna saat Anda mengurus si kecil nanti, karena merawat anak penuh dengan hal tak terduga.

Semoga bermanfaat.

 

*Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Cara mudah menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner