Orang tua perlu mewaspadai ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi. Meski tergolong penyakit ringan, beberapa batuk mungkin menandakan penyakit yang serius.
Batuk sebenarnya merupakan respon alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari zat dan partikel berbahaya agar tidak masuk ke saluran pernapasan bawah.
Sehingga, Parents tidak perlu terlalu takut dengan batuk karena itu respon proteksi tubuh.
Normal jika bayi dan anak batuk sebanyak 10-11 kali per hari.
Batuk ringan dapat sembuh sendirinya dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang terpenuhi.
Sementara itu, batuk yang disebabkan penyakit serius memerlukan penanganan khusus untuk penyembuhannya.
Batuk ini biasanya disertai dengan gejala penyerta lain seperti demam, sesak, atau suara napas tambahan. Beberapa batuk memiliki pola atau karakteristik tertentu yang cukup khas untuk suatu diagnosis.
Ciri-Ciri Batuk yang Berbahaya pada Bayi Seperti Apa?
Sumber: freepik
Mengutip Parents, Catherine Dundon, M.D., profesor klinis pediatri di Vanderbilt University Medical School dan dokter anak di Goodlettsville, Tennessee mengungkapkan bayi yang berusia di bawah 4 bulan sebenarnya tidak sering batuk. Saat mereka batuk, bisa jadi itulah ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi.
Setelah anak berusia lebih dari 1 tahun, batuk sudah bukan lagi hal yang mengkhawatirkan karena biasanya disebabkan oleh infeksi ringan.
Kendati demikian, sebaiknya orang tua mewaspadai batuk yang menandakan penyakit serius. Untuk bisa membedakannya, perhatikan ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi berikut ini.
1. Batuk Rejan pada Bayi
Batuk rejan (pertusis) merupakan penyakit sangat menular yang bisa fatal pada bayi. Penyakit ini menyebar melalui batuk atau bersin dari orang yang sudah terinfeksi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, batuk rejan dapat menyebabkan komplikasi serius dan terkadang mengancam jiwa pada bayi, terutama bayi berusia di bawah enam bulan.
Batuk ini cukup khas, yaitu batuk yang panjang untuk sekali batuk tanpa disela dengan napas (bisa 6-10 kali batuk berturut-turut) dan diakhiri dengan bunyi whooping (bunyi yang timbul saat bayi menarik napas dengan cepat di akhir batuk).
Terkadang, whooping tidak ada dan digantikan dengan muntah setelah batuk panjang atau periode bayi tidak menarik napas dan membiru (apnea) di akhir batuk.
Berikut tanda-tanda batuk rejan yang perlu diwaspadai.
- Batuk keras dan cepat
- Lidah mencuat
- Mata melotot
- Perubahan warna wajah ketika batuk
- Perdarahan pada selaput putih mata (konjungtiva) yang menandakan batuk berat
Untuk pencegahannya, bayi harus mendapatkan vaksin batuk rejan sejak berusia 2 bulan.
Di Indonesia, vaksin ini sudah diwajibkan oleh pemerintah yang dikenal sebagai vaksin DPT (Difteri, Pertussis, Tetanus). dan diberikan pada bulan 2, 3, dan 4 usia kronologis bayi.
Penanganan yang tepat dan cepat diperlukan untuk mengatasi kondisi batuk rejan ini.
Bayi perlu diberi antibiotik dan membutuhkan rawat inap di rumah sakit jika sudah sampai membiru ketika batuk.
2. Batuk Menggonggong
Saat mendengar bayi batuk di malam hari dengan suara menggonggong bisa jadi itu adalah tanda penyakit croup.
Batuk yang terjadi cukup berat dengan amplitudo suara yang besar, tidak jarang disertai bunyi napas (stridor) saat menarik napas.
Pada kondisi berat dapat terjadi upaya napas yang berat seperti sesak, terisapnya leher ke dalam (tracheal tug), atau napas cuping hidung.
Batuk croup umumnya tidak berbahaya, tetapi berpotensi serius jika menimbulkan sesak.
Dokter spesialis anak subspesialis respirologi dapat memberikan terapi inhalasi atau obat-obatan untuk mengurangi sesak dan membantu mempermudah proses pernapasan.
3. Batuk Disertai Kesulitan Bernapas
Batuk dengan sesak (kesulitan bernapas) merupakan keadaan emergensi.
Kesulitan napas dibagi menjadi 2, yakni: (1) kesulitan saat menarik napas (inspirasi) atau (2) kesulitan mengeluarkan napas (ekspirasi).
Batuk disertai sesak pada saat inspirasi merujuk ke diagnosis pneumonia, sementara batuk yang disertai sesak pada saat ekspirasi merujuk pada bronkiolitis atau serangan asma.
Pada keadaan lanjut atau khusus, akan terjadi sesak pada inspirasi maupun ekspirasi.
Berikut gejala sesak yang perlu perhatian khusus:
- Berjuang untuk setiap napas atau sesak napas
- Napas cepat dan meningkat dari laju normal sesuai usia
- Tulang rusuk tertarik dengan setiap napas (disebut retraksi)
- Cuping hidung kembang kempis
- Pernapasan menjadi bising (seperti mengi) atau fase ekspirasi menjadi lebih panjang dari biasanya. Mengi adalah bunyi melodius yang terjadi, biasanya pada saat ekspirasi dan menjadi tanda sesak napas pada saat ekspirasi
- Bibir atau wajah berubah warna menjadi biru atau saturasi turun di bawah 95% (desaturasi)
4. Batuk Tersedak Benda Asing
Bayi dan anak-anak seringkali memasukkan sesuatu ke mulutnya dan kemudian tersangkut di tenggorokan.
Mereka kadang tersedak makanan seperti wortel atau permen yang bulat.
Saat hal ini terjadi, mereka biasanya akan terbatuk-batuk sebagai respon untuk mengeluarkan benda asing dari tenggorokan.
Benda asing yang tersangkut dapat segera memberikan tanda sesak, tetapi terkadang akan berlanjut sebagai batuk yang tidak kunjung hilang.
Berikut ciri-ciri batuk akibat benda asing:
- Batuk dengan riwayat tersedak yang disaksikan oleh anggota keluarga atau pengasuh
- Batuk terus-menerus atau sedikit mengi selama beberapa hari sesudahnya tanpa gejala pilek lainnya dan tidak ada riwayat pilek atau demam
- Tidak mengeluarkan suara sama sekali atau terjadi bunyi napas (stridor) pada saat inpirasi atau ekspirasi (bifasik stridor)
- Bibir atau wajah menjadi pucat atau biru.
Selain 4 jenis batuk di atas, sebenarnya ada batuk yang lebih umum dijumpai dan tidak berbahaya, yakni batuk akibat infeksi virus ringan.
Saat bayi mengalami batuk kering disertai gejala seperti hidung tersumbat atau meler, itu dapat mengindikasikan pilek atau selesma (common cold).
Bayi dapat mengalami selesma atau common cold 8-10 kali setiap tahunnya.
Selama tidak sesak, bayi dapat pulih dengan memperbanyak istirahat dan diberi lebih banyak ASI bagi yang masih menyusu.
Selesma umum dijumpai setelah bayi melewati usia 6 bulan pertama kehidupan dan jarang terjadi di bawah 6 bulan.
Meski merupakan sakit yang ringan, orang tua juga perlu mewaspadai keparahan pileknya.
Saat hidungnya tersumbat, bayi mungkin akan kesulitan bernapas lewat hidung. Air saline yang disemprotkan ke hidung dapat meringankan gejala hidung tersumbat yang terjadi.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Sumber: freepik
Batuk yang ringan mungkin dapat diatasi dengan perawatan di rumah, seperti dengan asupan cairan serta istirahat yang cukup.
Namun, orang tua juga perlu mewaspadai kondisi batuk pada bayi yang memerlukan perawatan dokter, seperti:
- Kesulitan bernapas, tetapi tidak parah
- Batuk tanpa henti
- Bibir atau wajah menjadi kebiruan saat batuk
- Suara keras saat menarik napas
- Mengi (suara mendengkur atau siulan bernada tinggi saat menghembuskan napas)
- Pernapasan jauh lebih cepat dari biasanya
- Demam pada bayi yang berusia kurang dari 12 minggu
- Demam di atas 40°C
- Batuk terjadi ketika usia bayi kurang dari 6 bulan
- Sakit telinga atau ada cairan di telinga
- Demam berlangsung lebih dari 3 hari
- Demam kembali setelah hilang lebih dari 24 jam
- Batuk menyebabkan muntah 3 kali atau lebih
- Hidung meler berlangsung lebih dari 14 hari
- Batuk berlangsung lebih dari 3 minggu
Bagaimana Cara Mencegah Batuk yang Berbahaya pada Bayi?
Sumber: freepik
Ada banyak sekali virus flu yang bisa menyebabkan batuk dan bayi berusia kurang dari 6 bulan masih membangun sistem kekebalannya untuk dapat melawan infeksi tersebut. Menurut Children’s Hospital Los Angeles, cara-cara berikut ini bisa membantu mencegah batuk dan pilek pada bayi:
- Jaga saluran hidung sebersih mungkin
- Beri anak banyak cairan
- tawarkan sesendok madu sebelum tidur (hanya untuk anak di atas 1 tahun)
- Gunakan penurun demam sesuai dosis saat bayi mengalami demam
- Untuk bayi dan balita yang belum bisa meniup hidungnya, gunakan tetes hidung saline dan bulb aspirator untuk menyedot cairan pada hidung sehingga anak bisa bernapas lebih lega saat makan.
Itulah ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi yang perlu diwaspadai oleh orang tua.
Segera hubungi dokter jika mendapati buah hati mengalami kondisi kegawatdaruratan medis.
Semoga dapat menambah kewaspadaan Parents terkait kesehatan Si Kecil.
***
Baca Juga:
Tidak perlu obat, dokter anak ini berikan resep andalan atasi anak batuk pilek!
11 Cara Mengatasi Batuk pada Bayi secara Alami
Nebulizer, Cara Terbaik Ringankan Batuk Pilek Serta Gangguan Pernapasan pada Anak
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.