Banyak orang tua baru merasa heran ketika kulit bayi yang masih newborn tiba-tiba muncul ruam, bintik kemerahan, atau terasa kering.
Padahal, bayi tidak sedang sakit, ASI lancar, dan lingkungan rumah terlihat bersih.
Tanpa disadari, salah satu pemicunya justru berasal dari hal yang sangat dekat dengan tubuh bayi setiap hari: pakaian yang dikenakannya.
Kulit Newborn Tidak Sama dengan Kulit Orang Dewasa

Kulit bayi yang baru lahir masih sangat tipis dan belum memiliki lapisan pelindung yang sempurna. Itulah sebabnya kulit newborn lebih mudah:
- kering,
- iritasi,
- dan bereaksi terhadap zat tertentu.
Residu deterjen yang tertinggal di serat pakaian meskipun tidak terlihat dan tidak berbau dapat memicu reaksi kulit pada bayi.
Cara Mencuci Baju Bayi yang Benar Menurut Dokter
Penjelasan dari dr. Shane

Dalam salah satu kontennya, dr. Shane menjelaskan bahwa cara mencuci baju bayi tidak bisa disamakan dengan baju orang dewasa.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pisahkan baju ayah dan ibu dengan baju bayi, untuk mencegah kontaminasi kuman.
- Baju bayi boleh dicuci menggunakan tangan maupun mesin cuci, selama caranya tepat.
- Hindari merendam baju bayi terlalu lama, maksimal 30 menit, karena air rendaman yang terlalu lama dapat menjadi tempat tumbuhnya kuman.
- Pilih deterjen yang sesuai dengan kulit sensitif bayi, karena kulit bayi mudah kering, iritasi, dan sangat sensitif.
- Hindari deterjen yang mengandung SLS, paraben, formalin, dan pelembut pakaian.
- Bilas pakaian bayi minimal dua kali, agar sisa deterjen benar-benar hilang.
- Saat mengeringkan, sebaiknya tidak langsung di bawah sinar matahari agar serat kain tetap awet.
Penjelasan dari dr. Hans

Hal serupa juga disampaikan oleh dr. Hans dalam salah satu kontennya. Menurutnya, deterjen yang digunakan untuk mencuci baju bayi sebaiknya deterjen khusus bayi dan berbentuk cair, karena deterjen cair cenderung:
- lebih mudah larut,
- tidak meninggalkan residu di serat kain.
Selain itu, dr. Hans juga membagikan beberapa kriteria deterjen yang lebih aman untuk kulit bayi sensitif:
- Berbahan dasar plant-based dan ramah lingkungan
- LAS Caustic Free, serta bebas bahan kimia berisiko seperti:
- SLS / LABSA
- Paraben
- Formalin
- Gluten
- Heavy metal
- Memiliki izin dan sertifikasi resmi dari Kemenkes RI.
Dia menambahkan, reaksi kulit pada bayi bisa muncul segera setelah mengenakan pakaian yang baru dicuci, berupa ruam, kemerahan, dan rasa gatal, sehingga pemilihan deterjen menjadi bagian penting dari perawatan bayi sehari-hari.
Memilih Deterjen yang Lebih Aman Untuk Newborn

Dari penjelasan para ahli, dapat disimpulkan bahwa deterjen untuk bayi sebaiknya:
- lembut untuk kulit sensitif,
- tidak meninggalkan residu,
- bebas bahan kimia berisiko,
- dan tetap efektif membersihkan.
Saat ini, sudah ada beberapa deterjen bayi yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut, salah satunya adalah Babymax Basics Laundry Detergent, yang menggunakan bahan berbasis tumbuhan, bebas LAS Caustic dan SLS, serta diformulasikan lebih pekat sehingga pemakaiannya lebih sedikit.
Selain itu, deterjen ini juga dikenal menggunakan aroma lembut dari parfum Perancis yang tidak menyengat, sehingga lebih nyaman untuk bayi dengan kulit sensitif dan tidak akan meninggalkan bau apek pada baju.
Merawat newborn bukan hanya soal apa yang dimakan atau produk perawatan kulit yang digunakan, tetapi juga tentang hal-hal kecil yang bersentuhan langsung dengan tubuh bayi, seperti pakaian.
Dengan memahami cara mencuci baju yang benar dan memilih deterjen yang sesuai, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan kulit si Kecil sejak hari-hari pertamanya. Termasuk salah satunya adalah sebagai upaya mencegah agar kulit newborn tidak mudah ruam.
Karena bagi bayi, perawatan yang natural dan aman memang bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan.
Punya pengalaman seputar kulit sensitif pada bayi atau pertanyaan tentang cara mencuci baju newborn yang benar?
Yuk, bagikan cerita dan pertanyaan Moms di kolom komentar atau melalui Instagram @babymax.family.
Siapa tahu, pengalaman Moms bisa membantu orang tua lainnya.
***
Baca Juga:
14 Jenis Pemeriksaan Bayi Baru Lahir yang Tidak Boleh Terlewatkan
50 Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir Paling Penting dan Anti Mubazir
17 Masalah pada Bayi Baru Lahir yang Sering Bikin Ibu Cemas, Begini Cara Mengatasinya
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.