Banyak perempuan yang sulit membedakan apakah mereka hamil atau mengalami tanda awal menstruasi. Sebab, flek tanda hamil atau menstruasi bisa tampak sama.
Tanda dan gejala yang sama tersebut adalah perubahan suasana hati, sakit punggung, peningkatan buang air kecil, serta sensitivitas pada payudara.
Namun, tetap keduanya memiliki perbedaan yang khas. Berikut penjelasan lengkapnya, Parents.
Bagaimana Cara Membedakan Flek Tanda Hamil dan Haid?

Cara membedakan flek tanda hamil (perdarahan implantasi) dan haid adalah dengan melihat waktu keluarnya flek. Umumnya, flek tanda hamil berlangsung singkat atau tidak sampai 24 jam akan berhenti. Sementara itu, flek tanda haid atau menstruasi akan berlangsung lama hingga siklusnya selesai.
Biasanya, flek kehamilan atau implantasi tidak lebih dari 24 hingga 48 jam (1-2 hari).
Waktu tersebut dibutuhkan untuk telur yang telah dibuahi menempel di lapisan dinding rahim.
Untuk memastikan kehamilan, yang pertama dapat dilakukan adalah dengan melakukan tes kehamilan.
Hasil testpack kehamilan yang positif menandakan ibu dalam kondisi hamil, sehingga jika ada flek atau perdarahan, dikhawatirkan merupakan suatu ancaman keguguran.
Dikutip dari Healthline, menurut Dr. Sherry Ross, dokter kandungan di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, garis waktunya sebagai berikut:
- Hari 1: hari pertama periode menstruasi
- Hari 14 hingga 16: waktu ovulasi
- Hari 18 hingga 20: waktu pembuahan
- Hari 24 hingga 26: terjadi implantasi dan pendarahan implantasi terjadi sekitar 2 hingga 7 hari.
Biasanya perdarahan implantasi terjadi sekitar 6-12 hari setelah terjadinya ovulasi, atau sedikit lebih awal sebelum menstruasi datang.
Linda Burke-Galloway, MD, MS, FACOG, penulis “The Smart Mother’s Guide to a Better Pregnancy” mengatakan, “Sebagian besar wanita berpikir mereka mengalami flek datang bulan. Padahal, sebenarnya adalah pendarahan implantasi. Banyak yang tidak menyadari sampai mereka menjalani tes kehamilan.”
Apa Penyebab Flek Tanda Kehamilan?
Penyebab flek tanda kehamilan diperkirakan terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Perdarahan implantasi biasanya terjadi sekitar waktu yang diharapkan untuk memiliki periode menstruasi.
Namun, perdarahan implantasi lebih ringan daripada perdarahan menstruasi.
Saat implantasi terjadi, penempelan embrio ke dinding rahim dapat merusak beberapa pembuluh darah di daerah tersebut, menyebabkan beberapa perdarahan ringan.
Setelah implantasi terjadi, tubuh melepaskan hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG), yang menghasilkan perubahan dalam tubuh untuk mendukung kehamilan.
Menariknya, ini adalah hormon yang dideteksi oleh tes kehamilan untuk memberikan hasil yang positif.
Flek Tanda Kehamilan Muncul Kapan?

Implantasi atau flek hamil muda biasanya muncul sekitar 1-2 minggu setelah sel telur dibuahi.
Periode ini terjadi sekitar seminggu setelah ovulasi dan beberapa hari sebelum seorang perempuan mengalami menstruasi yang teratur.
Kepada Babylist, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr. Kimberly Langdon, mengatakan bahwa beberapa ibu hamil mengalami implantasi sekitar hari ke-20 siklus menstruasi, sedangkan untuk yang lain, bisa sebagai sampai hari ke-26.
Bentuk Flek Kehamilan Seperti Apa?

Flek kehamilan atau implantasi bentuknya berwarna cokelat tua atau kehitaman, yang berarti darahnya lebih tua. Terkadang juga bisa merah muda atau merah.
Perdarahan implantasi tidak terasa berat. Anda mungkin melihat beberapa bercak atau beberapa tetes darah, tetapi tidak disertai rasa sakit ataupun nyeri.
Sementara itu, perdarahan menstruasi yang khas biasanya berlangsung selama 3 – 5 hari, dimulai dari yang berat sampai ringan hingga akhir periode.
Apa Saja Perbedaan Utama Flek Tanda Hamil dan Menstruasi?
Berikut ini beberapa perbedaan darah implantasi atau flek tanda hamil dan menstruasi:
Flek atau Pendarahan Menstruasi
- Berlangsung 3-7 hari, dengan 2-3 hari darah berwarna merah terang atau merah segar.
- Pendarahan dimulai sangat berat dan berangsur ringan pada akhirnya.
- Kram rahim yang lebih parah, dan dapat terjadi sebelum pendarahan (PMS) bisa berlanjut selama 2-3 hari.
Flek atau Pendarahan Implantasi Tanda Kehamilan
- Biasanya tidak bertahan lebih dari 1-2 hari
- Flek atau perdarahan cenderung sangat ringan, berwarna cokelat, hitam, atau merah muda
- Nyeri atau kram rahim yang lebih ringan (bahkan tidak ada).
Tanda Khas Kehamilan yang Berbeda dengan Periode Menstruasi
- Periode menstruasi terlambat: Tidak menstruasi merupakan gejala utama kehamilan.
- Sakit atau kram saat perdarahan implantasi: Umumnya kram saat implantasi berbeda dengan menstruasi, alias lebih ringan.
- Keputihan: Peningkatan produksi estrogen pada kehamilan dapat menyebabkan meningkatnya keputihan yang berwarna putih.
- Areola atau puting lebih berwarna gelap: Penggelapan atau pembesaran puting biasanya terjadi pada satu hingga dua minggu setelah pembuahan terjadi. Bisa juga terjadi di akhir masa kehamilan. Pembesaran puting ini bukan pertanda PMS atau menstruasi,
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Sedang Hamil atau Tidak?
Cara mengetahui apakah kita sedang hamil atau tidak adalah dengan mencermati adanya tanda atau gejala kehamilan lain yang mungkin dirasakan, seperti:
1. Telat Menstruasi
Jika Bunda berada di waktu-waktu subur dan satu minggu atau lebih telah berlalu tanpa dimulainya siklus menstruasi yang diharapkan, itu bisa jadi hamil.
Namun, gejala ini bisa menyesatkan jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
2. Mual dengan atau tanpa Muntah
Morning sickness dapat terjadi kapan saja, siang atau malam, sering kali dimulai satu hingga dua bulan setelah hamil.
Namun, beberapa perempuan merasakan mual lebih awal dan beberapa tidak pernah mengalaminya.
Sementara, penyebab mual selama kehamilan tidak jelas, hormon kehamilan kemungkinan berperan.
3. Hasil Testpack Positif
Hasil testpack yang positif merupakan tanda ibu sedang hamil.
Jadi, jika mengalami flek atau perdarahan, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi karena kondisi tersebut dikhawatirkan menjadi tanda kehamilan yang terancam.
Kapan Harus Khawatir?
Menurut Dr. Burke-Galloway, darah berwarna merah segar saat Anda sudah mengetahui positif hamil, merupakan pendarahan aktif. Terlebih bila mengeluarkan gumpalan darah (bekuan darah) diiringi rasa nyeri atau sakit, maka Bunda perlu khawatir.
Pasalnya, kondisi ini bisa menandakan keguguran atau kehamilan ektopik, dan sangat membutuhkan bantuan medis.
Jika perdarahan yang terjadi tampak persisten atau berat, sebaiknya segera bergegas ke pusat layanan kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi kehamilan.
Itulah beberapa informasi mengenai flek tanda hamil. Semoga Bunda tidak tertukar lagi antara perdarahan implantasi dengan flek menstruasi, ya!
Perhatikan kembali, apa yang sekarang dirasakan Bunda? Jika masih ragu, segera konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang merawat Bunda, ya.
Semoga informasi di atas dapat bermanfaat!
***
Baca Juga:
Pemeriksaan Kehamilan Pertama Kali yang Wajib Dijalani Ibu Hamil
Bahayakah Flek Saat Hamil Muda? Ketahui Penyebab dan Penanganannya
27 Tanda-tanda Hamil Muda yang Tidak Disadari, Cek di Sini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.