Kenali 9 jenis keputihan, mana yang harus diwaspadai?

Kenali 9 jenis keputihan, mana yang harus diwaspadai?

Ada beberapa jenis keputihan perlu Anda waspadai karena bisa menjadi tanda kondisi yang berbahaya.

Keputihan merupakan masalah umum bagi wanita. Keputihan bisa merupakan sesuatu yang normal dan wajar, tetapi juga bisa mengindikasikan suatu tanda bahaya pada kondisi kesehatan Anda. Karena itu, Anda perlu mengetahui jenis keputihannormal dan yang perlu diwaspadai.

Hal yang perlu Anda ketahui tentang keputihan

Keputihan terdiri dari cairan vagina dan lendir serviks. Kondisi ini merupakan salah satu fungsi tubuh yang normal dan menjaga vagina agar tetap sehat. Setiap wanita pun memiliki kondisi keputihan yang berbeda.

Namun, ada beberapa jenis keputihanyang dianggap abnormal dan bisa mengindikasikan adanya infeksi. Seperti apa?

Yuk, kita pelajari Bun!

Pelajari tentang keputihan yang normal

Biasanya, keputihan normal akan berwarna jernih atau keputihan, dan tidak akan berbau busuk. Teksturnya bisa bervariasi, bisa berair dan tipis, atau berserat. Tergantung pada waktu Anda memeriksakannya.

Volume keputihan juga bervariasi. Misalnya, Anda mungkin mengalami sedikit keputihan pada beberapa hari, atau keputihan bisa keluar lebih banyak pada beberapa hari lainnya, dan bisa juga Anda tidak mengalaminya sama sekali.

Pada dasarnya, keputihan ‘normal’ juga bisa sangat bervariasi sehingga penting untuk mengetahui mana jenis keputihanyang normal atau tidak.

Untuk mengetahuinya, Anda perlu memerhatikan warna, konsistensi, dan aroma pada cairan keputihan tersebut.

9 Jenis keputihan yang perlu Anda ketahui

Jenis keputihan yang normal bisa berwarna dari putih ke kuning, bertekstur tebal hingga berlendir. Itu semua tergantung pada kondisi kesehatan Anda dan waktu Anda memeriksanya.

Perlu diketahui, serviks biasanya menciptakan 4 jenis lendir di vagina, berdasarkan waktu ovulasi.

Berikut jenis-jenis keputihanyang perlu Anda ketahui:

  1. Keputihan bertekstur kering

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Seperti namanya, jenis keputihanini kering, dan berwarna pucat. Anda mungkin merasakan bagian vulva menjadi sangat kering. Kondisi ini sebagian besar terjadi selama masa tidak subur dalam sebulan, atau tujuh hari sebelum dan sesudah siklus menstruasi Anda.

Faktanya, peluang kehamilan Anda cenderung menurun pada masa ini, bahkan jika Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Tujuan dari keluarnya keputihan ini adalah untuk menghalangi sperma memasuki rahim Anda.

  1. Keputihan bertekstur creamy

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Ketika kadar estrogen mulai naik di dalam tubuh, leher rahim akan menghasilkan lebih banyak cairan. Pada kondisi ini, vulva Anda mungkin terasa lengket dan basah.

Anda mungkin mengalami keputihan yang lengket dan basah pada labia Anda selama berhari-hari, antara ovulasi dan masa tidak subur. Misalnya, jika Anda memiliki siklus 28 hari, Anda akan mengalami jenis keputihannormal ini antara hari ke 7 dan 11.

Biasanya, jenis cairan ini lebih tipis dan mampu menyaring sperma berkualitas rendah atau abnormal sebelum memasuki rahim.

  1. Keputihan bertekstur putih telur

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Saat mendekati masa ovulasi, Anda akan mengalami cairan keputihan yang bertekstur licin, yang sering disebut keputihan putih telur.

Anda mungkin akan merasakan ‘sensasi basah’ tepat di vulva Anda dengan keluarnya cairan seperti putih telur. Beberapa di antaranya mungkin bertekstur kasar.

Kondisi ini merupakan tanda ovulasi yang baik. Jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, Anda mungkin mengalami jenis keputihanini antara hari ke-12 dan ke-16. Jadi jika Anda berencana untuk hamil dan mengalami jenis keputihanini, artinya saat yang tepat untuk mulai mencobanya.

Jenis keputihan ini menciptakan jalur mudah bagi sperma berkualitas baik untuk memasuki rahim.

  1. Keputihan seperti pelumas

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Beberapa hari sebelum ovulasi dimulai, cairan keputihan akan sangat licin. Lendir serviks menjadi seperti pelumas.

Fakta menariknya, hari terakhir Anda melihat jenis keputihannormal ini sebenarnya adalah hari paling subur dalam sebulan, karena itu merupakan hari terakhir sebelum sel telur dilepaskan. Jenis keputihan ini juga kaya akan kalium.

  1. Keputihan berwarna putih

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (File photo).

Ini biasanya keputihan yang normal. Anda mungkin mengalami sedikit keputihan pada awal atau akhir siklus menstruasi bulanan. Namun, jika Anda mengalami keputihan berlendir tebal yang memiliki tekstur keju cottage dan disertai dengan rasa gatal, kemungkinan Anda sedang tertular infeksi ragi.

Anda juga dapat mencurigai adanya infeksi jika keputihan disertai dengan bau busuk, nyeri panggul, dan gatal parah.

  1. Keputihan jernih dan berair

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Keputihan yang bertekstur jernih dan encer ini bisa datang kapan saja di setiap bulan. Jenis keputihan ini yang paling normal. Biasanya, Anda akan mengalaminya setelah menjalani sesi olahraga yang berat.

  1. Keputihan kecoklatan atau keluar darah

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Tepat setelah menstruasi berakhir, Anda mungkin melihat keluarnya cairan berwarna coklat pekat. Jangan khawatir, keputihan jenis ini juga bisa dikatakan normal. Kondisi ini hanya cara tubuh Anda untuk membersihkan rahim pasca menstruasi.

Selain itu, jika Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom dan melihat keputihan dengan bercak coklat atau berdarah, itu juga bisa menunjukkan kehamilan. Flek yang lebih  berat juga bisa menunjukkan keguguran. Jika flek abnormal terjadi, Anda harus segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan  tepat.

Tetapi pada wanita pascamenopause, keputihan ini bisa merupakan tanda kanker serviks. Pap smear yang rutin atau pemeriksaan panggul dapat menjadi tindakan antisipasi.

  1. Keputihan berwarna kuning

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Warna kuning bisa berpotensi menyebabkan infeksi. Biasanya cairan jenis ini bertekstur tebal dan jika berbau busuk, itu adalah indikasi yang jelas dari infeksi vagina. Kondisi ini juga berpotensi mengindikasikan trikomoniasis, yang merupakan infeksi menular seksual.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar wanita yang menderita klamidia atau gonore tidak menunjukkan gejala apa pun, dan keluarnya cairan kuning merupakan indikasinya.

Jadi, waspadai jenis keputihanini karena berpotensi tidak normal.

  1. Keputihan berwarna hijau

jenis keputihan

Dok. foto: theAsianparent Singapura (YouTube screengrab).

Jenis keputihan seperti ini tentu tidak normal dan biasanya merupakan tanda infeksi internal yang serius. Jika disertai bau busuk, itu juga bisa menunjukkan trikomoniasis.

Jika Anda mengalami jenis keputihanini, Anda harus mengunjungi dokter kandungan segera.

Artikel terkait: Keputihan saat hamil, mana yang normal atau berbahaya?

Ketahui tentang jenis keputihanyang tidak normal

Ketika keputihan memiliki ketidakseimbangan bakteri dan mengeluarkan bau busuk atau warna, kondisi itu akan menjadi abnormal.

Dilansir dari WebMD, berikut beberapa hal yang bisa membuat keputihan menjadi tidak normal:

  • Penggunaan antibiotik atau steroid
  • Bacterial vaginosis, atau infeksi bakteri yang umum terjadi pada wanita hamil.
  • Jika wanita memiliki banyak pasangan seksual
  • Pil KB
  • Kanker serviks
  • Klamidia atau gonore, yang termasuk infeksi menular seksual
  • Douche vagina
  • Menggunakan sabun atau losion beraroma, atau bahkan mandi busa biasa yang terpapar pada vagina
  • Infeksi panggul
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Trikomoniasis, yaitu infeksi parasit yang disebabkan oleh hubungan seks tanpa kondom.
  • Atrofi vagina, yaitu pengeringan dan penipisan dinding vagina selama fase menopause.
  • Vaginitis, yang merupakah iritasi di dalam dan, atau di sekitar vagina.
  • Infeksi ragi
  • Diabetes
  • Kehamilan

Menjaga kebersihan vagina

  • Mencucinya menggunakan air hangat.
  • Gunakan celana berbahan 100 persen katun, dan hindari memakai celana dalam yang sangat ketat.
  • Rajin mengganti celana dalam.
  • Jangan gunakan sabun beraroma, douche, atau sabun kewanitaan.
  • Saat menyeka vagina, pastikan untuk menyeka dari depan ke belakang untuk mencegah infeksi memasuki vagina.

 

Penting untuk rutin menjaga dan memerhatikan kebersihan vagina Anda dengan rutin agar dapat mempertahankan vagina yang sehat.

 

Dilansir dari artikel Deepshikha Punj di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/keputihan-normal-dan-tidak-normal/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner