Yang Perlu Anda Ketahui tentang Cacar Air

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Cacar Air

Meski nampaknya tidak berbahaya, menderita cacar air bisa menjadi sangat merepotkan. Bacalah penyebabnya, cara penularannya, serta cara mengatasinya.

"<yoastmark

Apa itu cacar air?

Cacar air adalah penyakit yang sangat mudah menyebar dan ditularkan kepada siapa saja yang berada di dekat si penderita. Penderita cacar air pada umumnya adalah anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa dapat tertular penyakit ini.

Penyakit yang disebabkan oleh virus herpes Varicella Zoster Virus (VZV) ini bisa berdampak serius jika diderita ibu hamil. Bukan tidak mungkin bayi dalam kandungan akan ikut tertular, lahir dalam keadaan cacat atau meninggal.

Gejala-gejala cacar air

Seseorang yang menderita cacar air biasanya menampakkan gejala demam tinggi, tubuh terasa lemah, pusing dan menurunnya nafsu makan. Satu atau 2 hari kemudian suhu tubuh akan turun mendekati normal dan muncullah bercak-bercak kemerahan di wajah, dada atau punggung.

Bercak kemerahan ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh, bahkan hingga ke area kelamin. Selama kurang lebih satu minggu bercak kemerahan akan mengeluarkan air dan berubah menjadi bekas luka yang setengah mengering.

"Menderita

Cara penularan

Virus cacar air akan menyebar ke udara di sekitar bila penderita batuk atau bersin. Seseorang yang bertubuh sehat bisa tertular jika bersentuhan dengan bekas luka penderita yang belum sepenuhnya mengering . Bahkan cacar air dapat menular pada 1 atau 2 hari pertama saat bercak kemerahan belum muncul.

Penderita akan sembuh dalam 5 hingga 10 hari. Namun dengan penanganan kesehatan serta pemberian obat-obatan dan vitamin yang tepat, bukan mustahil si penderita akan lebih cepat pulih.

Perawatan untuk penderita
  • Seseorang yang pernah menderita cacar air, tidak akan terjangkit penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Jadi, waspadalah jika anak Anda terserang penyakit ini, sedangkan Anda belum pernah terjangkit penyakit ini.
  • Meski bekas luka tampak kering, bukan berarti si penderita aman untuk didekati. Justru pada kondisi inilah virus menyebar dan menulari siapapun yang sedang berada dalam kondisi tubuh yang tidak fit.Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak buru-buru mengijinkan anak bersekolah, agar ia tidak menularkan virus pada teman-temannya sekelasnya.
  • Bekas luka  akan terasa sangat gatal, dan awasi anak agar jangan sampai ia menggaruknya. Menggaruk bekas luka hanya akan memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan resiko infeksi oleh bakteri.Minta anak untuk menepuk-nepuk bagian tubuhnya yang terasa gatal. Atau Anda juga bisa memakaikan sarung tangan pada anak agar kukunya tidak mengenai bekas luka.
  • Mandi dengan air suam-suam kuku dapat mengurangi rasa gatal pada anak yang menderita penyakit ini. Losion calamine yang dioleskan tipis-tipis pada bekas luka juga ampuh untuk mengurangi rasa gatal.
  • Jangan berikan ikan atau seafood untuk penderita agar bekas luka tidak semakin gatal. Menu yang dianjurkan untuk penderita  adalah sayuran hijau, daging dan buah-buahan yang kaya vitamin C.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi segera lakukan vaksinasi anti cacar air jika Anda tidak ingin anak atau diri Anda sendiri tertular penyakit ini.

Baca juga:

7 Cara Alami Atasi Demam pada Anak

Waspadai Demam Tifoid di Musim Penghujan

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner