Ini 7 tanda anak cacingan yang mudah terlihat, Parents wajib tahu!

Ini 7 tanda anak cacingan yang mudah terlihat, Parents wajib tahu!

Kenali gejala-gejala cacingan pada anak agar bisa segera ditangani

Anak cacingan. Mendengar dan memikirkan kalau kondisi ini dialami oleh anak tentu sudah membuat Parents merasa geli sekaligus khawatir. Tahukah Parents bawah kasus anak cacingan tidak boleh disepelekan karena berisiko bagi kesehatan si kecil?

Sayangnya, sampai saat ini Indonesia masih masuk dalam sepuluh besar negara yang memerlukan penanganan khusus terhadap cacingan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kalau bahwa Indonesia berada pada urutan ketiga, setelah India dan Nigeria.

Bahkan, lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan mengatakan kalau prevalensi kasus anak cacingan di Indonesia kian meningkat, hingga 80%.

Namun, hidup di negara tropis memang memungkinkan anak-anak memiliki cacing usus. Cacing merupakan jenis parasit dan cacing yang paling umum dialami anggota keluarga, khususnya anak-anak, adalah cacing kremi atau cacing benang.

Fakta yang menyedihkan bukan?

Bagaimana Parents bisa mengetahui anak cacingan?

Gejala cacing usus pada anak-anak

Cacing kremi dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan tidak sengaja dengan memasukkan kotoran ke dalam mulut.

Siklus penularan ini akan dimulai dengan cacing kremi betina bertelur di sekitar anus anak di malam hari. Kemudian menyebabkan anak-anak menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan. Kondisi ini jugalah yang akhirnya menyebabkan telur cacing tersebut akan berpindah ke tangan dan kuku jari anak-anak.

Kontaminasi ini akan terus terjadi pada saat tangan kecil mereka bersentuhan dengan pakaian, alas tidur, kursi toilet, mainan dan tentu saja makanan.

Menurut WebMD, penularan penyakit cacingan pada anak ini sangat mudah menyebar pada anak-anak atau anggota keluarga lainnya karena telur cacing kremi ini mampu bertahan hingga tiga minggu.

Akibatnya, telur yang masuk ke mulut dan usus kecil akan matang menjadi cacing betina yang bertelur di sekitar anus. Pada akhirnya, siklus kehidupan ini bisa terus berulang dan anak-anak yang terkontaminasi terus menginfeksi diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Cacing parasit lainnya seperti cacing tambang, cacing gelang, juga bisa menyebar melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi kotoran hewan peliharaan dan bahkan manusia. Perlu diketahui kalau penularan ini lebih sering terjadi pada tempat-tempat yang kotor atau jarang dibersihkan.

Si kecil atau Anda pun juga bisa terinfeksi jika makan atau minum sesuatu yang mengandung telur cacing pita atau larva, seperti daging sapi yang kurang matang.

Salah satu gejala cacing usus pada anak-anak bisa terlihat saat anak mengalami gatal-gatal di sekitar anus, khususnya saat malam hari.

Namun, ada beberapa gejala lain yang mudah terlihat dan mungkin bisa dialami anak-anak selain dari timbulnya rasa gatal. Apa saja tanda anak cacingan?

  1. Sulit tidur atau tidur tidak nyenyak, terkadang menyebabkan mengompol
  2. Tiba-tiba kurang nafsu makan
  3. Perut sakit dan perubahan tinja
  4. Pada anak perempuan, mungkin akan timbul kemerahan dan gatal di sekitar vagina.
  5. Dalam kasus yang lebih serius, anak-anak bahkan dapat menunjukkan tanda-tanda kekurangan vitamin dan mineral.
  6. Jika anak sering mengalami batuk dan tidak kunjung sembuh, ada kemungkinan karena telur cacing termakan dan tertelan sehingga akan menetas di bagian lambung anak.
  7. Ada cara yang bisa Parents praktikkan untuk mengenali tanda anak cacingan, terutama jika sudah ada gejala lain yang terlihat. Yaitu, cek pantat anak menggunakan senter. Bila anak cacingan, Anda mungkin saja melihat cacing tipis, berwarna putih, bergerak, seperti benang yang panjangnya kira-kira lima sampai 15 mm.

Baca juga : 3 Gejala Cacingan Pada Anak yang Sering Dianggap Sepele

Untuk memastikan apakah anak Parents mengalami cacingan atau tidak, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tes terlebih dulu, yang melibatkan penempatan selotip yang jelas pada anus anak.

Langkah ini akan bisa membantu mengumpulkan telur cacing kremi jika anak sudah menunjukkan gejalanya. Sekadar catatan, Anda tidak akan bisa melihat telur cacing kremi dengan mata telanjang.

Selanjutnya, untuk proses penyembuhan, dokter biasanya akan memberikan resep yang terdiri dari obat untuk membunuh cacing kremi, serta obat untuk peradangan, jika ada si kecil mengalaminya. Untuk memastikan anggota keluarga bebas dari cacingan, biasanya seluruh anggota keluarga juga memerlukan pemeriksaan dan pengobatan.

Salah satu langkah pencegahan yang cukup efektif adalah dengan membiasakan anak untuk melakukan pola hidup yang bersih. Tentunya dimulai dengan membiasakan untuk mencuci tangan secara teratur, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

Semoga bermanfaat.

 

Disadur dari artikel Rosanna Chio di theAsianparent Singapura

 

Baca juga :

Mengenal Cacing Kremi yang Sering Menyerang Anak-Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner