Normalkah jika bayi baru lahir sering muntah? ini penjelasannya

Normalkah jika bayi baru lahir sering muntah? ini penjelasannya

Parents mungkin bingung mengapa bayi sering muntah. Berikut yang perlu Anda ketahui apakah muntah pada bayi baru lahir termasuk normal atau tidak.

Wajarkah jika bayi sering muntah?

Sebenarnya normal bagi bayi Anda jika muntah di minggu-minggu awal kehidupannya karena sistem pencernaan yang belum matang. Selain itu bayi Anda juga perlu beradaptasi dalam hal menyusu.

Tapi, bagaimana cara Bunda membedakan apakah bayi itu muntah atau hanya gumoh (mengeluarkan kembali sejumlah kecil susu setelah ia menyusu)? Kapan kondisi bayi sering muntah dianggap wajar dan kapan perlu ke dokter?

Beda antara bayi muntah dengan gumoh

bayi sering muntah gumoh

Bila Bunda pernah melihat seseorang yang mabuk parah, Bunda pasti tahu bagaimana membedakan antara muntah dan gumoh!

Lantas, apa bedanya antara muntah dan gumoh pada bayi baru lahir?

Gumoh adalah susu yang dikeluarkan melalui mulut dalam jumlah yang sedikit dan diikuti dengan bersendawa. Hal ini normal untuk bayi di bawah usia 1 tahun.

Sementara muntah adalah proses mengeluarkan isi perut dengan lebih kuat. Saat seseorang muntah, otot perut dan diafragma akan berkontraksi dengan kencang saat perut dalam keadaan rileks, dan ini merupakan reaksi yang spontan.

Artikel terkait: Mengatasi Bayi Gumoh

Penyebab bayi sering muntah

Dalam beberapa bulan pertama, bayi mungkin akan gumoh maupun muntah hampir setiap saat setelah menyusu. Hal ini terjadi karena katup kerongkongan pada bayi belum cukup matang dan belum berfungsi dengan benar.

Katup akan matang saat bayi berusia sekitar 4 – 5 bulan, dan gumoh akan berhenti ketika anak mencapai usia 1 tahun.

Hal lain yang menyebabkan bayi sering muntah adalah:

  • Mabuk perjalanan
  • Masalah pencernaan
  • Terlalu banyak menangis
  • Batuk
  • Flu
  • Infeksi telinga
  • Alergi makanan
  • Infeksi kandung kemih

Bila bayi Anda sering gumoh, muntah, atau batuk-batuk setelah menyusu lebih dari lima kali sehari, dokter mungkin akan menyarankan untuk memberikan pengental susu khusus untuk susu bayi Anda.

Dokter mungkin juga akan meresepkan antasid khusus bayi yang bisa dicampur langsung dengan susu bayi Anda, untuk membantu menetralkan asam di perut bayi.

Tips untuk mengurangi frekuensi muntah

Bila Parents ingin mengurangi frekuensi muntah atau gumoh, berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba:

Langkah 1: Setelah menyusui, gendong dan posisikan bayi Anda secara vertikal selama sekitar 30 menit, sebelum meletakkannya kembali dalam posisi tidur.

Langkah 2: Hindari tekanan pada perut bayi setelah makan selama 30 menit. Misalnya jangan mendudukan dia di car seat.

Langkah 3: Seringlah menyendawakan bayi Anda untuk membantu mengeluarkan angin di perut. Pelajari caranya di sini: 3 Cara Membuat Bayi Sendawa yang Aman dan Efektif

Langkah 4: Hindari mengajak anak terlalu aktif bermain setelah menyusu.

Kapan harus merasa khawatir?

bayi sering muntah - lead

Meski normal bagi bayi untuk muntah, namun jika ia menunjukkan tanda-tanda berikut ini, Parents harus segera membawa anak ke dokter.

  • Mata cekung
  • Kurang dari 5 kali sehari mengganti popok yang basah
  • Kulit, mulut, dan lidah kering
  • Ubun-ubun cekung
  • Tidak mau minum
  • Muntah tanpa henti selama lebih dari 4 – 6 jam
  • Diare lebih dari 6 kali sehari
  • Napas cepat
  • Kulit pucat atau berwarna keabu-abuan
  • Warna muntahan hijau
  • Darah pada muntahan atau feses
  • Demam lebih dari 39°C selama lebih dari 12 jam
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Dr. Chua Mei Chien, konsultan senior di Departemen Neonatologi KKH mengatakan Parents tak perlu khawatir jika bayi gumoh atau memuntahkan sedikit susu. “Jika bayi masih aktif, dengan berat badan baik dan pola makan serta tidur yang normal, maka Anda tak perlu khawatir,” ujar Dr. Chua.

Namun, Dr. Chua menyarankan jika bayi Anda muntah dan gumoh disertai menolak makan, rewel, menangis keras sepanjang makan atau setelah makan, sering melengkungkan punggung, dan berat badan kurang, ini adalah tanda bahwa ia mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Bayi yang terkena GERD akan menunjukkan gejala berikut:

  • Tidak nyaman dan kesakitan
  • Masalah pernapasan apa pun (ingin muntah, tersedak, batuk, atau bersin)
  • Pneumonia akibat inhalasi isi perut ke paru-paru
  • Pertumbuhan buruk karena nutrisi yang tidak cukup

Jika Parents menyadari bahwa bayi Anda menunjukkan salah satu gejala di atas, segera bawa ke dokter anak. Dokter akan memeriksa apakah bayi Anda mengalami GERD.

Muntah dan gumoh akan berkurang seiring dengan bayi Anda tumbuh besar, dan akan benar-benar berhenti ketika usianya satu tahun.

Namun demikian, ikuti kata hati Anda dan bawa anak ke dokter jika Parents mengalami keraguan.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

*Artikel disadur dari tulisan di theAsianparent Malaysia

Baca juga:

Berbagai Penyebab Bayi Muntah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner