Bayi jarang pipis normal atau tidak? Kenali gejala dan risikonya berikut ini!

lead image

Waspada bahaya dehidrasi pada bayi jika si kecil jarang pipis!

Bayi jarang pipis menjadi salah satu hal yang kerap dikeluhkan dan dikhawatirkan oleh para orangtua. Meskipun kondisi ini pada umumnya wajar terjadi pada bayi ASI, tetapi tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Bayi jarang pipis berbahaya atau tidak?

bayi jarang pipis 2

Dilansir dari laman Alo Dokter, bayi jarang pipis pada umumnya wajar terjadi pada bayi ASI. Jadi bisa dikatakan bahwa kondisi ini tidak berbahaya. 

Dokter Nadia Nurotul Fuadah menjelaskan volume urin bayi normalnya berkisar antara 1-2 ml/kg berat badan per jam. Jadi bila berat badan bayi masih berkisar antara 2,5-5 kg maka urin yang dihasilkan dalam sehari berkisar antara 60-240 ml dalam sehari. Volume ini terbilang belum banyak. 

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi volume urin bayi, yakni asupan cairan, suhu lingkungan, dan penyakit yang dialami bayi seperti muntah, diare, dan lain sebagainya. 

Perlu diingat bahwa bayi yang mengonsumsi ASI pada umumnya akan pipis lebih sering dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula. Hal ini dikarenakan ASI lebih mampu diserap dengan sangat baik oleh tubuh, sehingga hanya sedikit yang dikeluarkan melalui feses.

Bayi jarang pipis normal atau tidak? Kenali gejala dan risikonya berikut ini!

Selain itu, perlu diingat bahwa sisa metabolisme tubuh tidak hanya dikeluarkan melalui urin tetapi juga melalui keringat, feses, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Nadia menghimbau pada para orangtua agar tidak terlalu khawatir bila bayi jarang pipis atau buang air kecil. 

Secara lebih lanjut, Nadia memberikan beberapa tips untuk mencukupi kebutuhan gizi dan cairan bayi:

  • Berikan bayi ASI eksklusif sesering mungkin, setidaknya 1-2 jam sekali
  • Jangan memberikan bayi makanan dan minuman selain ASI sebelum dia berusia 6 bulan
  • Jaga suhu ruangan tidak terlalu panas dan dingin. Suhu yang terlalu panas dan dingin dapat membuat bayi lebih cepat mengeluarkan cairan
  • Beri bayi pakaian yang nyaman dan hangat
  • Bila bayi jarang pipis, sebaiknya hindari penggunaan popok sekali pakai, gunakan popok kain khusus bayi
  • Tingkatkan kualitas dan kuantitas ASI dengan mengonsumsi banyak cairan dan makanan yang bergizi seimbang

Bila dalam 2×24 jam keluhan tidak juga membaik sebaiknya segera periksakan bayi pada dokter. 

Artikel terkait: Popok kain dan popok sekali pakai, mana yang lebih baik ya?

Hal yang harus diwaspadai saat bayi jarang pipis

bayi jarang pipis

Waspadai bahaya dehirasi saat bayi jarang pipis atau buang air kecil. Adapun beberapa gejala dehidrasi yang harus diwaspadai adalah:

  • Bayi terlihat lemas
  • Bayi rewel 
  • Kehilangan keinginan menyusu
  • Urin berwarna lebih gelap atau menyengat
  • Tidak ada air mata saat menangis
  • Mukosa mulut kering
  • Ubun-ubun besar dan mencekung
  • Kulit kering
  • Popok kering padahal telah digunakan lebih dari 6 jam

Segera periksakan bayi pada dokter bila dia mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas. Ingatlah bahwa dehidrasi pada bayi bisa berakibat fatal dan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti kejang, infeksi saluran kemih, syok hipovolemik, bahkan kematian. 

Semoga informasi ini bermanfaat. 

 

Referensi: Alo Dokter, Kids Health, Klik Dokter

Baca juga

Kenali Tanda Dehidrasi pada Bayi dan Cara Menanganinya ini Sebelum Terlambat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.