Panduan Mengenali dan Mencegah Alergi Makanan pada Bayi

Panduan Mengenali dan Mencegah Alergi Makanan pada Bayi

Alergi makanan pada bayi jadi salah satu kekhawatiran yang muncul ketika akan mengenalkan bayi pada makanan baru. Berikut ini cara mencegah alergi makanan.

Alergi makanan pada bayi adalah salah satu kekhawatiran yang muncul ketika Parents akan mengenalkan bayi pada makanan baru. Tapi jangan khawatir, berikut ini adalah panduan aman untuk Anda ketika memperkenalkan makanan baru pada bayi dan mencegah alergi makanan.

Cara mencegah alergi makanan pada bayi

Kenalkan satu jenis makanan secara bertahap. Setiap kali Anda menawarkan satu makanan baru pada bayi, tunggulah tiga sampai lima hari sebelum mengenalkan makanan lainnya.

Hal ini dilakukan agar Parents bisa lebih mudah mendeteksi reaksi yang dialami oleh tubuh bayi. Jika tidak ada reaksi alergi apa-apa pada tubuh bayi, berarti makanan itu aman dan Parents bisa mencoba dengan makanan lainnya.

Seperti apa reaksi alergi makanan itu?

Reaksi alergi biasanya membutuhkan beberapa menit sampai beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Berikut beberapa ciri yang umum :

  • Kulit memerah atau ruam
  • Bintik-bintik atau kulit berbilur
  • Bengkak di sekitar wajah, lidah, atau bibir

Jika muncul gejala tersebut, segera kontak dokter anak untuk melakukan tes alergi. Bisa jadi, gejala yang muncul disebabkan oleh hal lainnya sehingga Anda tidak perlu melakukan diet tertentu yang tak diperlukan si kecil.

Seperti apa ciri alergi makanan pada anak dan makanan apa saja yang dapat memicu alergi? Buka pada halaman selanjutnya..

Ada berbagai reaksi yang terjadi ketika anak mengalami alergi makanan. Namun, ada tanda umum yang biasanya dialami pada bayi. Diantaranya adalah diare, batuk-batuk, sesak nafas, dan pingsan Jika tanda itu muncul, segeralah periksakan bayi Anda ke dokter.

Makanan-makanan pemicu alergi

Parents, sekalipun beberapa makanan diproduksi khusus untuk bayi, kemungkinan alergi makanan pada bayi masih bisa terjadi lho.

Memang ada beberapa makanan yang lebih berpotensi sebagai penyebab alergi dari yang lainnya. Sebaiknya, tunggu bayi sampai usia 9 sampai 10 bulan dulu sebelum Parents mencoba makanan berikut ini.

Makanan yang berpotensi tinggi jadi penyebab elergi makanan  pada bayi diantaranya adalah: Susu, telur, kacang-kacangan seperti kacang kenari atau almond, ikan, kerang, kedelai, dan gandum. Pikir dua kali ya Parents, sebelum mencoba salah satu pemicu alergi tersebut.

Banyak dokter anak menyarankan agar menunggu sampai bayi Anda berusia 9 sampai 10 bulan sebelum memberikan makanan tersebut. Khusus untuk kerang dan kacang, beberapa dokter anak menyarankan untuk menjauhkan bayi Anda dari makanan tersebut sampai usianya 3 tahun.

Jika ragu, mintalah saran dari dokter Anda. Jangan pernah ragu untuk bertanya maupun mencoba deteksi dini alergi makanan pada bayi.

 

Baca juga:

Benarkah Telur Penyebab Bisul pada Anak?

Si kecil memang hanya membutuhkan ASI sejak lahir, tetapi ketika ia memasuki usia 6 bulan Anda dapat mulai mengenalkannya pada makanan. Makanan yang Anda pilih haruslah tepat agar tidak menimbulkan reaksi alergi pada si kecil. Jika si kecil menunjukkan gejala alergi, Anda dapat segera membawanya ke dokter. Berikut panduan untuk mengenali dan mencegah tanda tanda alergi makanan pada bayi.

Cara Mencegah Si Kecil Alergi pada Makanan

Pada saat usianya memasuki 6 bulan, Anda dapat mulai mengenalkannya pada beberapa bahan makanan. Hal ini dapat menunjang atau mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya. Cara yang tepat untuk mencegah buah hati Anda alergi adalah berikan bahan makanan satu per satu. Lalu berilah jarak sekitar 3 sampai 5 hari sebelum mengenalkan bahan makanan lainnya.

ini Alergi makanan pada bayi ini penyebab alergi makanan pada bayi

Dengan cara tersebut, Anda dapat mencegah si kecil alergi dan dapat mendeteksi bahan makanan yang membuatnya alergi. Sehingga Anda dapat menghindari makanan tersebut di kemudian hari. Selain itu, Anda juga dapat memberikan penanganan yang tepat jika tahu makanan yang membuat si kecil alergi.

Reaksi Alergi yang Dialami Bayi

Tubuh si kecil akan mempertahankan atau berperang dengan makanan yang tidak cocok dengannya. Reaksi yang timbul bermacam macam, tetapi umumnya akan menimbulkan kulit memerah atau ruam, bitnik bitnik atau kulit berbilur, dan bengkak di sekitar wajar, lidah, serta bibir. Tidak jarang si kecil juga mengalami diare, batuk batuk dan sesak nafas. Jika telah terjadi reaksi demikian, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter.

tau Alergi makanan pada bayi Ruam Merah pada Bayi Apakah Tanda Alergi

Makanan Pemicu Alergi

Sebelum si kecil memasuki usia 9 bulan atau 10 bulan, sebaiknya jauhkan ia dari beberapa bahan makanan berikut susu, telur, kacang ikan, kerang, kedelai, dan gandum. Sebelum Anda memberikan makanan dengan bahan tersebut, sebaiknya pertimbangkan kembali. Terutama kerang dan kacang, beberapa dokter menyarankan jauhkan si kecil dari bahan tersebut sebelum berusia 3 tahun untuk menghindari reaksi alergi makanan pada bayi.

mau tau Alergi makanan pada bayi alergi pada bayi

Itulah panduan untuk mencegah terjadinya alergi pada si kecil, sehingga Anda dapat memberi makanan secara bertahap. Selain itu, telah dijelaskan juga mengenai reaksi alergi yang timbul pada tubuh si kecil untuk memudahkan para orang tua. Anda juga telah disarankan untuk menjauhi beberapa bahan makanan yang dapat memicu timbulnya alergi pada si kecil. Semoga bermanfaat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner