Jangan panik, begini cara mengatasi bayi yang sering gumoh

Jangan panik, begini cara mengatasi bayi yang sering gumoh

Gumoh pada bayi seringkali membuat Bunda khawatir. Apakah gumoh berbahaya? Bagaimana menanganinya, dan kapan gumoh harus dikonsultasikan ke dokter?

Setelah minum susu, tiba-tiba susu keluar lagi dari mulut bayi. Jangan panik Bunda, itu adalah gumoh dan wajar terjadi pada setiap bayi. Gumoh dapat terjadi pada bayi yang minum ASI ataupun susu formula.

Membedakan gumoh dan muntah

gumoh 1

Ibu yang baru memiliki bayi mungkin panik ketika bayinya gumoh. Selintas, kondisi tersebut memang mirip dengan muntah. Perbedaannya, susu yang dikeluarkan saat gumoh hanya sekitar 10 ml saja, sedangkan muntah mengeluarkan lebih banyak susu.

Istilah kedokteran untuk kondisi ini adalah gastroesophageal reflux, terjadi karena pergerakan otot di bagian atas perut yang belum sempurna.

Dalam laman Alo Dokter dijelaskan, saat bayi menyusu maka cairan ASI atau susu formula akan ditelan melalui mulut, lalu turun ke kerongkongan, kemudian ke lambung. Di antara kerongkongan dan lambung, ada cincin otot yang berfungsi sebagai gerbang masuk.

Cincin otot ini akan menutup ketika susu sudah masuk ke dalam lambung. Dengan begitu, susu tidak akan naik kembali ke kerongkongan.

Namun sayangnya, di usia bayi yang masih beberapa minggu hingga 5 bulan, cincin otot tersebut belum bisa menutup dengan sempurna. Akibatnya susu dapat kembali ke kerongkongan. Hal inilah yang menyebabkan bayi mengalami kondisi ini.

Gumoh sering terjadi pada bayi baru lahir dan berkurang setelah bayi menginjak usia 1 tahun. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini mungkin akan berlangsung lebih lama daripada itu.

Cara mengatasi

gumoh 2

Kita dapat mengurangi banyaknya susu yang keluar dengan cara-cara berikut ini:

  • Susui bayi sebelum bayi terlalu lapar. Bayi yang lapar meminum susu terlalu cepat sehingga banyak udara yang ikut tertelan dan terperangkap di dalam perut.
  • Susui bayi sedikit demi sedikit. Jika dia disusui dengan botol, berhentilah setiap 30-50 ml (tergantung usia bayi). Bila dia menyusu ASI, berhentilah setiap 5-10 menit, tergantung kondisi bayi dan kelancaran ASI ibu.
  • Ketika dia menyusu dengan botol, gunakan dot yang pas dengan bayi Anda. Bila lubang dot terlalu besar, aliran susu terlalu cepat. Bila lubang terlalu kecil, aliran susu terlalu lambat dan banyak udara ikut terminum oleh bayi.
  • Setiap menyusu 30-50 ml, gendonglah bayi dalam posisi tegak dengan kepalanya di atas bahu kita. Lalu tepuk-tepuk punggungnya agar dia bersendawa. Bila dia menyusu ASI, lakukan ketika akan beralih ke payudara lainnya.
  • Hindari pemakaian diaper yang terlalu ketat dan jangan menekan perut bayi.
  • Jangan membiasakan bayi tidur tengkurap. Sebaiknya biarkan bayi tidur dalam posisi terlentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan dan kaki. Selain menghindari gumoh, hal ini dapat menghindari sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Artikel terkait: Hal-hal yang harus diketahui orangtua ketika bayi sering gumoh dan cegukan

Apakah kondisi ini berbahaya?

gumoh 3

Kebiasaan gumoh pada bayi dapat berbeda-beda sehingga frekuensinya pun sangat bervariasi. Beberapa bayi mungkin langsung gumoh setelah diberi susu. Namun beberapa bayi lainnya tidak.

Pada umumnya kondisi ini tidak berbahaya, tetapi bila terjadi hal-hal berikut ini, segeralah ke dokter :

  • terdapat darah pada susu yang keluar ketika gumoh
  • membuat bayi tersedak
  • membuat bayi menjadi biru
  • cairan yang keluar terlalu banyak (yaitu muntah)
  • bila mengganggu kenaikan berat badan atau terjadi penurunan berat badan

Bagaimana bila terjadi terus menerus?

Meskipun gumoh umum terjadi pada bayi. Namun dalam beberapa kasus, gumoh bisa menandakan suatu masalah kesehatan yang cukup serius.

Berikut beberapa tanda gumoh yang perlu Parents waspadai:

  • Bayi mengalami gumoh setelah berusia lebih dari satu tahun
  • Si kecil terlihat seperti kesulitan dan kesakitan saat gumoh
  • Bayi mengalami demam hingga 38 derajat celcius
  • Si kecil menangis berlebihan atau rewel
  • Dia menolak susu sehingga berat badannya kurang
  • Kesulitan bernapas
  • Cairan yang keluar berwarna kuning, hijau, atau merah karena disertai darah
  • Jumlah cairan cukup banyak dan terjadi sampai dua jam setelah menyusu
  • Perut bayi tampak penuh dan membuncit
  • Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menandakan gangguan kesehatan seperti alergi susu sapi, sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan, dan penyakit refluks

Bila gumoh terlalu sering terjadi dan Parents menemukan beberapa tanda di atas, segera berkonsultasilah dengan dokter untuk menanganinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengentalkan susu formula yang diminum si bayi, tetapi tindakan ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Parents!

Referensi: About Kids Health, Alo Dokter

Baca juga

Penyebab bayi gumoh dan tanda-tanda yang perlu Parents waspadai

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner