Si Kecil Diare, Bun? Inilah 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasinya

Si Kecil Diare, Bun? Inilah 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasinya

Obat diare anak tersedia dalam berbagai jenis dan pilihan di pasaran. Nah, Parents bisa simak di sini untuk beberapa rekomendasinya.

Parents mungkin sedikit bingung dengan banyaknya pilihan obat diare anak di pasaran. Apalagi, diare pada anak adalah jenis penyakit yang tak boleh disepelekan. Jika terlambat ditangani, si kecil bisa dehidrasi, lalu efeknya bisa lebih parah. 

Agar kondisi itu terjadi, maka Parents perlu mengatahui cara menangani diare pada anak, seperti memilih obat diare anak yang tepat. Lantas, apa saja obat yang bisa diberikan kepada anak untuk menangani diarenya?

Nah, berikut ini kami akan berikan beberapa rekomendasinya untuk Parents. Namun sebelumnya, simak terlebih dahulu informasi tentang berbagai penyebab dan gejala si kecil mengalami diare.

Gejala dan Penyebab Diare pada Anak

obat diare anak

Gejala Diare

Anak yang mengalami diare akan menunjukkan gejala seperti:

  • Sering buang air besar
  • Fesesnya lembek karena mengandung banyak cairan
  • Terkadang dibarengi gejala muntah-muntah
  • Anak juga sering mengeluhkan kram pada perut, kembung
  • Serta, suhu tubuh meningkat.

Artikel Terkait: Anak diare, ini hal yang perlu Parents ketahui dan lakukan

Penyebab Diare

Ada berbagai faktor yang menyebabkan anak dapat terjangkit diare. Apalagi, seperti yang Parents ketahui, anak-anak cenderung bermain dengan bebas dan tidak memperdulikan kemungkinan adanya bakteri dan kuman penyakit.

Berikut ini adalah beberapa penyebab diare pada anak.

1. Badan yang Kurang Bersih

Dilansir dari Hellosehat, anak-anak adalah makhluk yang belum memiliki imun tubuh sekuat orang dewasa. Apalagi, mereka cenderung belum mengetahui pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum makan atau menyentuh wajah. 

Tangan anak-anak yang aktif bermain mampu menjadi media paling potensial untuk penularan bakteri penyebab diare, seperti salmonella dan E.coli

2. Keracunan Makanan

Gejala diare anak yang disebabkan keracunan makanan kadang disertai dengan muntah. Keracunan makanan pada anak umumnya disebabkan oleh terpaparnya makanan dengan kuman penyakit penyebab diare atau proses memasaknya yang belum sempurna. 

Rekomendasi Obat Diare Anak

Obat diare anak tersedia di pasaran dan mudah untuk ditemukan di berbagai apotek terdekat di sekitar Parents. Berikut ini adalah beberapa pilihan obat diare yang dapat diberikan kepada anak.

1. Larutan Oralit

obat diare anak

sumber: tokopedia.com

Larutan oralit menjadi salah satu obat yang pas untuk digunakan sebagai penangan pertama ketika anak terjangkit diare. Apalagi oralit sangat mudah ditemukan di apotek.  

Ketika anak terserang diare, umumnya mereka akan mengalami dehidrasi karena banyaknya cairan tubuh yang terbuang bersama feses atau keluar melalui muntah. Larutan oralit mampu mengatasi masalah dehidrasi tersebut dan mengembalikan kadar elektrolit di dalam tubuh.

Pada bayi, Parents bisa mengenal tanda-tanda dehidrasi ketika popoknya terasa lebih ringan dibandingkan biasanya, menangis tanpa air mata, mulut kering, kurang aktif, dan terdapat titik lunak cekung di atas bayi.

Oralit mengandung mineral seperti senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat. 

Mengutip dari laman Hellosehat, dosis pemberian larutan oralit pada anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Bayi, berikan 60-120 mL oralit sehabis diare sambil terus disusui
  • Di bawah usia 2 tahun, larutan oralit diberikan 15 ml per kg berat badan anak atau satu hari sekali untuk mencegah dehidrasi
  • Usia 2-10 tahun: 50 ml per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama atau 120-240 ml sehabis buang air besar. Kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya, untuk mencegah dehidrasi

2. Obat Diare Anak: Lacto-B

obat diare anak

sumber: bukalapak.com

Lacto-B adalah suatu produk suplemen probiotik berbentuk bubuk yang mengandung bakteri baik bagi pencernaan, seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus.

Suplemen probiotik seperti Lacto-B bekerja dengan memerangi bakteri jahat yang menyebabkan infeksi di usus anak. Apalagi, suplemen probiotik tidak hanya mampu memerangi bakteri jahat di susu, melainkan juga mampu meningkatkan imun tubuh anak. Lacto-B bisa diberikan pada anak usia 1-12 tahun dengan dosis 3 kali sehari. 

Cara pemakaiannya cukup mudah. Parents hanya perlu mencampurkan Lacto-B dengan minuman atau makanan anak.

Artikel Terkait: Cegah masalah pencernaan pada bayi jenis makanan ini!

3. Entrostop Anak 

Si Kecil Diare, Bun? Inilah 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasinya

sumber: bukalapak.com

Jika dua pilihan obat di atas, oralit dan Lacto-B tidak bisa Parents temukan, obat komersial seperti Entrostop Anak bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi diare buah hati.

Entrostop anak terbuat dari bahan herbal yang aman, seperti ekstrak daun jambu, teh, dan jahe. Obat ini mengklaim mampu mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan tinja. 

Entrostop anak berbentuk cair dalam kemasan sachet. Untuk dosis, Parents bisa baca petunjuk pemakaian yang tertera di bungkusnya, lalu sesuaikan dengan usia buah hati. 

4. Zinkid Zinc

Si Kecil Diare, Bun? Inilah 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasinya

sumber: Bukalapak.com

Zinkid Zinc adalah produk suplemen zinc yang mampu mengurangi gejala diare dan membuat anak lebih cepat sembuh. Zinkid Zinc bisa diberikan bersamaan dengan larutan oralit.

Bahkan, setelah anak sembuh dari diare, suplemen ini dapat terus diberikan selama beberapa waktu agar kuman penyakit penyebab diare tidak kembali menyerang. Pemberian dosis Zinkid Zinc untuk anak 2 bulan adalah 5 ml, sedangkan untuk usia 6 bulan-5 tahun adalah sebanyak 10 ml.

Artikel Terkait: 5 Manfaat zinc untuk anak, ketahui tanda defisiensinya pada si kecil

5. Obat Diare Anak: Madu Anak Antariksa

Si Kecil Diare, Bun? Inilah 5 Rekomendasi Obat untuk Mengatasinya

sumber: bukalapak.com

Madu dipercaya banyak orang bisa mengatasi diare karena mampu melawan berbagai kuman penyakit, salah satunya bakteri penyebab diare. 

Nah, Madu Anak Antariksa adalah ramuan herbal alami yang mampu mempercepat kesembuhan, melengkapi nutrisi,  meningkatkan nafsu makan, dan melawan bakteri jahat di dalam tubuh si kecil, termasuk kuman penyakit penyebab diare. 

Madu Anak Antariksa mengandung madu asli, temulawak, albumin ikan gabus dan gamat emas. Dosis yang bisa diberikan kepada anak adalah 1 sendok makan 2 kali sehari.

Obat diare anak memang tersedia dalam berbagai pilihan dan jenis di pasaran. Namun, sebaiknya utamakan untuk memilih yang sifatnya alami, seperti suplemen probiotik dan zink terlebih dahulu.

Lalu, jika tidak menjukkan tanda-tanda kesembuhan meski telah minum obat diare anak, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa ditangani dengan tepat.

Sumber: Hellosehat, Bukalapak, Healhtline

Baca Juga:

Anak-anak lebih berisiko alami dehidrasi daripada orang dewasa, apa sebabnya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner