Penelitian: Sperma tidak sehat bisa berisiko sebabkan keguguran

lead image

Hati-hati, kualitas sperma ternyata bisa memengaruhi tumbuh kembang janin. Bahkan bisa berisiko sebabkan keguguran.

Tahukah Parents bahwa menurut penelitian, kualitas sperma buruk juga bisa menyebabkan keguguran berulang pada ibu hamil?

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa keguguran bisa disebabkan beragam faktor.  Keguguran bisa terjadi karena adanya masalah genetik yang memengaruhi perkembangan janin. Dalam beberapa kasus, bumil yang mengalami keguguran spontan disebabkan karena infeksi, diabetes, masalah hormon ataupun kelainan rahim.

Tak hanya itu, nyatanya keguguran juga bisa dipicu karena kondisi sperma yang tidak baik atau rusak. 

Artikel terkait: Sindrom Asherman, perlengketan rahim yang bikin wanita susah hamil, ketahui gejalanya Bun!

kualitas sperma buruk

Bagaimana kualitas sperma buruk dapat menyebabkan keguguran?

Menurut sebuah studi baru, yang dipresentasikan pada pertemuan ENDO 2019 Endocrine Society di New Orleans, LA, kerusakan DNA sperma pria dapat menyebabkan keguguran berulang (RPL).

“Kita tahu bahwa sperma memainkan peran penting dalam pembentukan plasenta, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi yang belum lahir,” kata Channa Jayasena, ketua peneliti dari Imperial College London di London.

Ketika seorang pria memiliki kelainan kromosom dalam spermanya dan kelainan sperma lainnya seperti jumlah sperma, bentuk sperma, dan pergerakan sperma memang berisiki sebabkan keguguran.

Walaupun demikian, memang belum ada angka yang pasti untuk mengukur seberapa sering sperma menjadi faktor keguguran pada ibu hamil. Namun, hal ini masih mungkin terjadi, terutama pada pria yang memiliki bentuk sperma tidak normal atau pria yang memang memiliki tingkat kesuburan yang rendah.

Penelitian ini melibatkan 100 calon ayah, di mana para peneliti melakukan analisis pada tingkat hormon seks seperti testosteron, jumlah dan perilaku sperma, tingkat kerusakan pada DNA sperma dan tes molekuler.

Hasilnya memperlihatkan pria dengan pasangan yang mengalami keguguran memiliki kerusakan DNA sperma dua kali lebih banyak dibandingkan dengan pasangan yang tidak terpengaruh.

Beberapa hal yang menjelaskan kalau kualitas sperma buruk dapat menyebabkan komplikasi, sebagai berikut:

1. Kerusakan kromosom 

Bila ada masalah pada kromosom dari sperma ayah, biasanya wanita rentan mengalami keguguran pada trimester pertama. 

Kromosom yang rusak bisa menyebabkan pembuahan dan embrio juga bisa mendapatkan jumlah kromosom yang salah (bisa terlalu banyak atau terlalu sedikit), sehingga menyebabkan keguguran.

Pada beberapa kasus keguguran ternyata salah satu pemicunya dikarenakan pria memiliki kadar tinggi kromosom abnormal dalam spermanya. 

Artikel terkait: 5 Mitos sperma ini sering bikin salah kaprah, suami wajib tahu!

2. Fragmentasi DNA sperma

Kualitas sperma buruk bisa dipengaruhi karena DNA yang mengalami kerusakan. Kondisi ini disebut dengan sperm DNA fragmentation (SDF) atau fragmentasi DNA sperma. 

SDF sendiri bisa terjadi karena beberapa alasan, yaitu kematian sel, racun lingkungan, dan penyakit atau demam. Karena sperma tidak bisa memperbaiki kerusakan sel, akhirnya inilah yang kemudian menyebabkan ketidaksuburan pria.

3. Gaya hidup

Kualitas sperma buruk bisa dipengaruhi oleh gaya hidup. Seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi obat terlarang dan mengonsumsi minuman beralkohol, kekurangan nutrisi, berat badan berlebih, dan malas berolahraga.

Sehingga banyak faktor yang mengurangi kemungkinan untuk hamil. Termasuk juga penurunan mobilitas sperma dan vitalitas, jumlah sperma yang rendah, dan morfologi abnormal (ukuran dan bentuk sperma). 

Dan perlu diingat, setiap kerusakan sperma bisa menyebabkan masaah kesuburan, jika sel telur bisa dibuahi ternyata juga dapat menyebabkan keguguran,

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan dan kualitas sperma sangat disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat.

 

 

Referensi: Medical Daily, Klik Dokter

Baca juga: 

Wajib tahu! Ini 5 makanan terbaik untuk menambah sperma suami!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.