TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ditandai Rasa Curiga Berlebih, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Bacaan 4 menit
Ditandai Rasa Curiga Berlebih, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Sering merasa cemas, curiga, atau pun parno bisa jadi gejala gangguan kepribadian paranoid. Simak penjelasan selengkapnya di sini, Parents!

Gangguan Kepribadian Paranoid atau Paranoid Personality Disorders (PPD) merupakan salah satu masalah psikologis. Kondisi ini membuat penderitanya kerap memiliki perasaan parno seperti cemas, takut, hingga curiga berlebihan. Hal inilah yang menyebabkan pasien PPD cenderung sulit percaya pada orang lain bahkan orang-orang terdekat mereka.

Jenis gangguan kepribadian ini lebih sering dialami laki-laki dan biasanya muncul pada usia remaja. Meski begitu, paranoid juga bisa menyerang siapa pun termasuk dapat muncul sejak usia anak-anak. 

Artikel terkait: Suka Menimbun Barang Tidak Terpakai? Waspadai Gangguan Mental Hoarding Disorder

Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Hingga saat ini, penyebab pasti dari PPD belum diketahui. Namun, beberapa ahli menyebutkan bahwa paranoid bisa dipicu oleh faktor psikologis dan biologis seseorang. Faktanya, PPD biasa terjadi pada orang yang memiliki riwayat gangguan mental tertentu. Selain itu, faktor genetik juga bisa saja menjadi penyebab dari jenis gangguan ini.

Lebih lanjut, mengutip WebMD, berikut penyebab dan faktor risiko dari gangguan kepribadian paranoid:

  • Pernah alami trauma psikologis seperti menjadi korban kekerasan seksual, korban kekerasan dalam rumah tangga, atau pun bullying
  • Mengalami stres berat, tekanan batin, hingga burnout 
  • Adanya riwayat atau sedang mengalami gangguan mental tertentu seperti skizofrenia, gangguan kecemasan, serta depresi
  • Kualitas tidur yang tidak baik hingga alami insomnia berat
  • Adanya gangguan pada otak karena penyakit tertentu seperti epilepsi, demensia, dan stroke
  • Gaya hidup yang tidak sehat; mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, atau pun menggunakan obat-obatan terlarang dalam jangka panjang

Ciri-ciri dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ditandai Rasa Curiga Berlebih, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Seseorang dengan gangguan paranoid biasanya tidak memercayai orang lain. Pasalnya, mereka selalu berpikir bahwa orang-orang di sekitarnya kerap memiliki niat jahat yang akan mengancam keselamatannya. Padahal, kenyataannya tidak demikian. 

Maka dari itu, pasien PPD kerap terlihat sebagai seseorang yang tertutup, jarang bergabung dengan lingkar sosial, dan cenderung bersikap cuek pada segala hal. Ada pun beberapa ciri dan gejala PPD lainnya yakni:

  • Tidak bisa memercayai orang lain. Selalu bersikap curiga bahwa orang-orang di sekitar memiliki niat jahat, membenci dirinya, atau bahkan berniat memanfaatkannya. 
  • Ketidakpercayaan panderita PPD menjadikan ia enggan bercerita dan curhat pada orang lain. Mereka khawatir jika curhatan tersebut akan disalahgunakan dan menyerang balik dirinya.
  • Kesulitan tidur dan istirahat karena memikirkan kemungkinan terburuk yang akan menghampirinya.
  • Sulit bekerja dalam tim. Sangat sensitif saat diberikan kritik. 
  • Sulit memahami perasaan sendiri.
  • Emosional dan lebih mudah marah.
  • Perfeksionis, keras kepala, dan percaya bahwa pendapat mereka selalu benar.
  • Sering merasa takut dan cemas berulang.
  • Meragukan kebaikan dan kesetiaan orang lain.
  • Cenderung menjauh dan mengisolasi diri dari lingkungan sosial.

Diagnosis dan Penanganan

Ditandai Rasa Curiga Berlebih, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Gejala paranoid kadang mirip dengan gangguan kepribadian lainnya. Maka, jika Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter jiwa. Pasalnya, mendiagnosis PPD juga tidak bisa dilihat hanya dari gejalanya saja. Dokter perlu mencari tahu penyebab dan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan. 

Saat kondisi PPD sudah terdiagnosis dokter, beberapa langkah penanganan yang kerap diberikan meliputi:

  • Terapi berbicara seperti; Cognitive behavioral therapy (CBT), art therapies, terapi psikodinamik, konseling, serta terapi sistemik dengan anggota keluarga
  • Menggunakan obat-obatan; biasanya diberikan obat antidepresan, anti kecemasan, atau antipsikotik. 

Artikel terkait: Takut Berhadapan dengan Orang Lain? Hati-hati Gejala Antrofobia!

Gangguan Kepribadian Paranoid

Mengobati pasien PPD merupakan hal yang sulit. Faktanya, penderita cenderung tidak percaya pada orang lain. Hal tersebut juga berlaku untuk dokter jiwa dan psikolog. Oleh karena itu, agar kondisi ini bisa ditangani dengan baik, pasien PPD harus memiliki motivasi dan keinginan kuat untuk sembuh. 

Penderita gangguan kepribadian paranoid yang menolak pengobatan juga kemungkinan akan mengalami komplikasi. Seperti, menjalani kehidupan yang kurang fungsional. Kemampuan mereka untuk mempertahankan pekerjaan maupun interaksi sosial yang positif akan sirna. 

Selain itu, meski cenderung sulit, tetapi dukungan dan kasih sayang dari orang-orang terdekat merupakan hal penting yang membantu pasien PPD dalam mengatasi kondisinya. 

Apakah Gangguan Kepribadian Paranoid Bisa Dicegah?

Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan paranoid tidak dapat dicegah dan bisa dialami oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Meski begitu, gaya hidup sehat dan terapi dapat membantu. Kedua hal tersebut dapat membuat seseorang yang rentan terhadap kondisi ini mempelajari bagaimana caranya menghadapi perasaan paranoid yang menghampirinya. 

Artikel terkait: Sering melamun sampai lupa waktu? Hati-hati terkena kondisi kejiwaan ini!

Itulah penjelasan seputar Gangguan Kepribadian Paranoid yang perlu Anda ketahui. Jika Parents atau pun orang di sekitar menunjukkan gejala paranoid, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jiwa. Bantuan profesional sangat diperlukan agar kondisi paranoid bisa segera ditangani secara tepat. 

*** 

Baca juga:

id.theasianparent.com/avoidant-personality-disorder-adalah

3 Gangguan emosi anak, hati-hati salah memberi label padanya!

Waspada Kepribadian Ganda pada Remaja, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Ditandai Rasa Curiga Berlebih, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti