TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Suka Menimbun Barang? Waspada Gangguan Mental Hoarding Disorder

Bacaan 4 menit
Suka Menimbun Barang? Waspada Gangguan Mental Hoarding Disorder

Kebiasaan suka menimbun barang-barang di rumah ternyata termasuk gangguan kesehatan mental, lho. Namanya hoarding disorder. Apa cirinya dan bahayanya?

Pernah melihat orang yang punya kebiasaan menimbun barang-barang tidak terpakai di rumah sampai menumpuk? Atau jangan-jangan Anda sendiri suka melakukannya? Waspada! Itu bisa jadi gejala gangguan mental hoarding disorder.

Apa Itu Hoarding Disorder?

hoarding disorder

Mungkin Anda heran, kok bisa gangguan mental ini adalah salah satu bentuk dari obsessive compulsive disorder (OCD)? Bukankah keduanya bertolak belakang? Yang satu menyukai kebersihan dan kerapian, sementara yang lain suka menimbun barang-barang yang tidak jelas.

Mengutip Halodoc, secara medis hoarding disorder memang salah satu bentuk dari OCD yang ditandai dengan kecemasan berlebihan karena tingginya hasrat untuk menyimpan barang yang sudah tidak dipakai lagi.

Mereka cenderung tidak dapat membuang berbagai barang bekas, karena menganggap akan membutuhkannya nanti.

Sementara Romeo Vitelli, Ph.D. dalam laman Psychology Today mengatakan, sebagian besar orang dengan hoarding disorder juga cenderung memiliki masalah kesehatan mental seperti depresi, general anxiety disorder, OCD, dan kecemasan sosial.

Pengidap hoarding disorder sering mengalami masalah serius dengan keluarga dan teman yang dapat memperburuk gejala mereka.

Anak-anak mereka juga dapat mengalami masalah emosional jangka panjang yang bertahan lama, bahkan setelah mereka meninggalkan rumah keluarga (berpindah).

Apa bedanya dengan kemalasan?

malas gerak

Meskipun mirip, faktanya sifat malas dan hoarding disorder itu berbeda. Sifat malas bisa hilang jika seseorang mau atau menemukan motivasi tertentu.

Sementara itu, hoarding disorder sebuah gangguan, yang dapat memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.

Sama halnya seperti OCD atau bentuk gangguan mental lainnya, hoarding disorder juga perlu mendapat penanganan.

Jadi, jika Anda atau orang terdekat memiliki kebiasaan menumpuk barang bekas atau sampah, dan tidak bisa menghentikannya, segera bicarakan dengan psikolog.

Jika itu dibiarkan berlanjut tanpa dapat penanganan, gangguan ini dapat membuat pengidapnya merasa stres, cemas, bahkan menutup diri dari kehidupan sosial.

Mereka mungkin akan merasa malu dengan kebiasaannya menumpuk sampah, tetapi tidak tahu bagaimana cara menghentikan kebiasaannya itu.

Artikel terkait: Mengenal Gangguan Obsesif Kompulsif atau OCD pada Anak

Gejala Hoarding Disorder

hoarding disorder

  • Kesulitan untuk membuang atau berpisah dengan harta milik mereka, terlepas dari nilai aktualnya.
  • Merasa sedih karena berpisah dengan barang-barang miliknya.
  • Membiarkan barang-barang menumpuk sampai ke titik sulit bergerak karena ruangan penuh sesak, seringkali memerlukan intervensi oleh orang lain untuk menyudahinya.
  • Menimbun barang sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk pekerjaan dan hubungan dengan teman atau keluarga.
  • Penimbunan tidak dapat dijelaskan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain, seperti cedera otak, gangguan obsesif-kompulsif, atau penyakit mental lainnya.

Penyebab Hoarding Disorder

Seperti halnya gangguan mental lainnya, penyebab hoarding disorder tidak bisa diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa hal yang dapat memicu munculnya gangguan ini, yaitu:

1. Selalu berpikir: Barang bekas bisa dipakai lagi nanti

jual barang bekas bayi

Untuk barang-barang yang memang dirancang reusable (bisa dipakai lagi) mungkin tidak masalah jika disimpan untuk digunakan kembali.

Namun, pengidap hoarding disorder ini awalnya memiliki kebiasaan berpikir bahwa barang bekas bisa dipakai lagi suatu saat nanti, lantas ia memutuskan untuk menyimpannya. 

Padahal, bisa saja barang tersebut justru tidak disarankan untuk dipakai ulang. Misalnya, botol air mineral, wadah makanan dari restoran, yang sebenarnya untuk sekali pakai saja.

Kebiasaan ini juga dapat menambah barang berukuran besar, seperti televisi yang sudah rusak. Karena yakin bisa diperbaiki kembali, Anda lalu menyimpannya. Namun, nyatanya barang itu berakhir menumpuk menjadi gunungan sampah. 

Artikel terkait: Anak rentan alami gangguan kesehatan mental, orangtua jadi salah satu pemicunya

2. Kepuasan tersendiri pada barang bekas yang memiliki kenangan

Menurut Anxiety and Depression Association of America, hoarding disorder juga bisa terjadi karena adanya kepuasan tersendiri yang dirasakan ketika menyimpan suatu barang bekas.

Alasannya, bisa jadi karena benda tersebut memiliki kenangan tersendiri.

Misalnya, menyimpan sobekan tiket bioskop yang ditonton bersama pasangan, berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Jika dibuang, dia akan merasa kehilangan kenangan.

Cerita mitra kami
Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak

3. Pengidap pernah mengalami peristiwa traumatis

Suka Menimbun Barang? Waspada Gangguan Mental Hoarding Disorder

Pengalaman akan kejadian traumatis dan penuh tekanan di masa lalu dapat memicu seseorang mengalami gangguan mental ini. 

Misalnya, kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan benda berharga karena kebakaran.

Berbagai kejadian tersebut dapat membuat seseorang lebih senang menyimpan barang bekas yang sebenarnya harus dibuang, karena merasa takut kehilangan.

4. Mengidap gangguan mental lain

Hoarding disorder pada dasarnya adalah bentuk dari OCD. Jadi, gangguan ini juga bisa terjadi akibat adanya gangguan mental lain yang diidap, seperti OCD, gangguan kecemasan, atau depresi. 

Semoga informasi tentang hoarding disorder ini bisa bermanfaat untuk Anda, Parents. 

Baca juga:

Prilly Latuconsina Mengaku Idap Gangguan Mental OCD, Berbahayakah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Suka Menimbun Barang? Waspada Gangguan Mental Hoarding Disorder
Bagikan:
  • Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

    Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

  • 14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

    14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

  • Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
    Cerita mitra kami

    Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA

  • Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

    Apa Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh? Ini Penjelasannya!

  • 14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

    14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

  • Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA
    Cerita mitra kami

    Cara Baru Menjaga Kenyamanan Rumah Selama Ramadan bersama LEKA

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti