Parents perlu waspada, penyakit mental seperti skizofrenia juga ternyata bisa terjadi pada anak.
Istilah skizofrenia mungkin masih asing di telinga beberapa orang tua.
Pasalnya, pengidap skizofrenia lebih sering disebut “orang gila” karena mereka sering berhalusinasi, berbuat semaunya, dan sulit membedakan mana kenyataan dan mana khayalan.
Apa Itu Skizofrenia?
Skizofrenia adalah kondisi gangguan mental yang membuat penderitanya berhalusinasi serta tidak bisa membedakan mana kenyataan dan khayalan.
Skizofrenia pada anak sebenarnya sama saja dengan yang bisa terjadi pada orang dewasa.
Bedanya, gejalanya muncul lebih awal seperti saat menjelang remaja.
Apakah Anak Bisa Terkena Skizofrenia?

Bisa. Anak-anak bisa saja terkena skizofrenia.
Kondisi gangguan mental ini memang lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Namun, skizofrenia juga bisa menyerang anak-anak terutama saat menjelang remaja.
Bahkan, beberapa gejala skizofrenia pada anak sering tidak disadari oleh orang tua.
Pasalnya, gangguan mental ini memang sangat jarang terdeteksi pada masa kanak-kanak karena rata-rata baru dideteksi saat remaja atau akhir usia 20-an.
Padahal, jika bisa diidentifikasi sejak awal, orang tua dan petugas medis terkait dapat memberikan pertolongan pertama.
Pasalnya, dampak dari kondisi skizofrenia ini umumnya bisa mengganggu kemampuan berpikir serta mengakibatkan halusinasi dan delusi.
Apa Penyebab Skizofrenia?
Hingga saat ini, penyebab skizofrenia pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, penyebab skizofrenia umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan, struktur otak, dan genetika.
1. Genetika
Genetika memengaruhi perkembangan skizofrenia pada anak.
Jika memiliki orang tua atau saudara yang mengidap skizofrenia, kemungkinan anak mengidap skizofrenia adalah 10 persen.
Namun, bukan berarti jika orang tua mengalami skizofrenia lantas anaknya dipastikan mengalami masalah yang sama.
Memang, genetika bisa menjadi faktor penyebab skizofrenia, tapi belum tentu diturunkan.
2. Struktur otak
Jika memiliki struktur otak yang abnormal, si Kecil berpotensi mengalami skizofrenia.
Sehingga, ini yang akan menyebabkan beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku.
3. Lingkungan
Terkadang, faktor lingkungan memainkan peran penting dalam menyebabkan penyakit kejiwaan kronis ini.
Menurut beberapa penelitian, ditemukan bahwa wanita hamil dengan tingkat stres tinggi dapat menyebabkan skizofrenia pada keturunan mereka.
Selain itu, lingkungan yang memicu skizofrenia, misalnya terjadi infeksi virus di dalam rahim, kehilangan orang tua pada masa kecil, anak mengalami kekerasan fisik, menderita infeksi virus saat bayi, dan kadar oksigen yang rendah selama persalinan.
Apa Gejala Skizofrenia pada Anak?

Gejala skizofrenia pada anak yang biasanya dialami adalah mudah emosi, sering melakukan kekerasan, dan mengisolasi diri dari lingkungan. Berikut lengkapnya:
1. Gejala pada usia di bawah 3 tahun (batita) berkaitan dengan fase perkembangan awal anak, seperti terlambat merangkak, telat bicara dan berjalan, dan lengan mengepak.
2. Gejala pada usia remaja, misalnya turunnya prestasi di sekolah, sulit tidur, depresi, mudah marah, dan penurunan motivasi
3. Gejala menjelang usia dewasa akan lebih kentara lagi, yakni sering mengalami halusinasi, delusi, perilaku yang serampangan, gerakan berlebihan, dan tidak peduli pada lingkungan.
Apabila terdapat gejala tersebut, bisa jadi anak mengidap skizofrenia.
Segera bawa si Kecil ke dokter atau psikolog anak terdekat untuk memastikan diagnosisnya.
Anak mungkin akan dianjurkan untuk menjalani terapi, minum obat antipsikotik, atau latihan keterampilan untuk mengurangi gejala skizofrenia pada si Kecil.
Pertanyaan Populer Terkait Skizofrenia pada Anak
Skizofrenia Muncul pada Usia Berapa?
Skizofrenia biasanya muncul pada masa akhir remaja, yaitu sekitar usia 16 hingga 30 tahun.
Namun, beberapa gejala mungkin bisa terdeteksi sejak awal atau masa kanak-kanak meski jarang terjadi.
Kenapa Anak Sering Halusinasi?
Anak sering mengalami halusinasi biasanya karena kondisi medis serius seperti skizofrenia masa kanak-kanak, gangguan psikotik, atau masalah neurologis tertentu.
Dalam kasus skizofrenia, anak dapat mendengar suara yang tidak nyata atau melihat hal yang tidak ada bagi orang lain, dan fenomena ini jauh lebih sering terjadi pada gangguan psikotik dibandingkan pada anak sehat.
Selain penyakit mental, halusinasi juga bisa muncul akibat infeksi, demam tinggi, penggunaan obat tertentu, atau masalah pada otak seperti tumor atau gangguan perkembangan.
Bagaimana Mendisiplinkan Anak Penderita Skizofrenia?
Untuk mendisiplinkan anak penderita skizofrenia, disarankan menggunakan strategi yang berfokus pada pendidikan perilaku dan modifikasi perilaku, bukan hukuman fisik atau hukuman keras.
Parents dapat menerapkan teknik disiplin lembut seperti batasan jelas, rutinitas konsisten, penghargaan pada perilaku positif, dan dukungan emosional ekstra, sambil tetap berkonsultasi dengan terapis atau profesional kesehatan jiwa anak untuk penanganan yang efektif dan aman.
***
Baca Juga:
Parents, Kenali Perbedaan Antara Stres dengan Penyakit Mental Gangguan Kecemasan Pada Anak ini
5 Gejala Gangguan Mental Pada Anak, Parents Wajib Tahu!
Jangan Abai! Ini Gejala Awal Gangguan Mental pada Remaja yang Perlu Diketahui
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.