TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 6 menit
Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Bisakah mencegah atau mendeteksi autisme sejak dalam kandungan? Bagaimana caranya?

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Bisakah kita deteksi autis sejak dalam kandungan agar hal ini tidak terjadi?

Autism Spectrum Disorder (ASD) yang dikenal juga dengan istilah autis atau autisme merupakan kondisi yang kompleks.

Secara umum, autisme merupakan kelainan perkembangan otak yang membuat penderitanya mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

Kondisi ini menyebabkan gangguan perilaku pada seseorang sehingga membuat ia sulit mengekspresikan diri atau pun memahami pikiran atau perasaan orang lain di sekitarnya. 

Tentunya harapan setiap orang tua adalah bayinya lahir sehat, termasuk tidak memiliki autisme. Namun, bisakah deteksi autis sejak dalam kandungan? Berikut penjelasannya, Parents.

Artikel Terkait: 9 Tanda Hamil Bayi Down Syndrome dan Cara Mencegahnya

Daftar isi

  • Apa Penyebab Autisme pada Janin?
  • Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan, Bisakah Dilakukan?
  • Bagaimana Upaya Mencegah Autisme Sejak dalam Kandungan?

Apa Penyebab Autisme pada Janin?

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Hingga saat ini, faktor penyebab autisme pada janin masih diteliti oleh para ahli. Meski begitu, banyak yang mengatakan bahwa faktor genetik sangat memengaruhi terjadinya kondisi ini. 

Merujuk data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ditemukan bukti penyebab yang memperkuat bayi terkena autisme. Salah duanya komplikasi saat melahirkan dan usia ibu yang sudah lanjut.

Melansir laman Parents, berikut faktor risiko yang berkaitan dengan autisme pada janin:

  • Riwayat Keluarga. Studi pada 2019 menyebutkan jika anak pertama mengalami autisme, maka anak berikutnya 17x berisiko mengalami hal serupa
  • Usia. Usia perempuan saat hamil turut memengaruhi, yakni risikonya lebih tinggi jika kehamilan terjadi di usia di atas 40-50 tahun. Perempuan yang hamil terlalu muda (di bawah 20 tanun) juga memiliki risiko yang sama
  • Defisiensi Zat Besi. Kekurangan zat besi turut meningkatkan risiko autisme pada janin. Hal ini dibuktikan dengan studi pada 2022, ibu yang mengonsumsi asam folat selama hamil risiko autisme pada bayinya berkurang.
  • Polusi Udara. Jauhi paparan polusi udara selama hamil karena risiko autisme meningkat. Utamanya jika jenis kelamin bayinya laki-laki.
  • Obesitas. Berat badan berlebih ibu hamil berkaitan dengan autisme pada janin. Adanya ketidakseimbangan hormon ditengarai memengaruhi perkembangan otak janin.
  • Diabetes Gestasional. Studi pada 2015 menemukan ibu hamil yang mengalami diabetes saat usia kehamilan 26 minggu berisiko memiliki bayi dengan autisme. Jika dibiarkan, diabetes bisa menimbulkan masalah lain seperti persalinan prematur, berat bayi besar, dan risikonya besar untuk bayi menderita obesitas dan diabetes tipe 2 saat dewasa.
  • Jarak Kehamilan. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry menemukan jarak kehamilan 2-5 tahun berisiko lebih rendah melahirkan anak dengan autisme.

Artikel terkait: Rentan Menimpa Anak Laki-laki, Ini 4 Jenis Autisme yang Wajib Parents Ketahui

Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan, Bisakah Dilakukan?

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Mendeteksi tanda autisme sejak dalam kandungan bisa menjadi salah satu upaya pencegahan bermanfaat. Sayangnya, semasa kehamilan, belum ada teknologi akurat yang bisa melihat apakah janin yang dikandung mengidap autisme atau tidak. 

Selain itu, faktor penyebab utama autisme adalah genetika, sehingga sebenarnya kondisi ini tidak bisa diubah. Namun, bisa saja penyebabnya beragam atau kombinasi dari berbagai faktor eksternal yang bisa dicegah. 

Hal tersebut pun selaras dengan studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Penelitian itu menyebutkan, ditemukan adanya perbedaan bentuk otak dan tubuh anak autis sejak trimester kedua. Meski belum ditemukan penyebab pasti, tetapi mereka yakin kondisi ASD ini berkembang dari berbagai macam faktor.

“Beberapa kasus mungkin disebabkan oleh faktor genetik, tetapi bisa juga ada pengaruh dari faktor lingkungan. Namun, kebanyakan kasus bisa terjadi karena interaksi keduanya,” ungkap peneliti medis Paul Wang, M.D, dari Autism Speaks. 

Meski kondisi autisme umumnya tidak dapat dicegah, tetapi Bunda bisa melakukan beberapa hal untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan mengurangi faktor risiko terjadinya autisme.

Melansir berbagai sumber, berikut upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah autisme sedini mungkin sejak dalam kandungan. 

Artikel terkait: Kabar Gembira! Alat Deteksi Dini Autisme Ditemukan, Ini Cara Kerjanya

Bagaimana Upaya Mencegah Autisme Sejak dalam Kandungan?

Berikut upaya mencegah autisme sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan:

1. Hindari Mengonsumsi Obat Sembarangan

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Studi dalam Journal of The American Medical Association menemukan bahwa obat tertentu seperti valproate (obat untuk jenis gangguan saraf) bisa saja meningkatkan risiko autisme saat dikonsumsi selama kehamilan.

Oleh karena itu, apabila Bunda sakit selama hamil, sebaiknya konsultasikan lebih dulu ke dokter sekiranya jenis obat apa yang aman dikonsumsi. 

2. Cukupi Asupan Zat Besi

deteksi autis sejak dalam kandungan

Dalam studi lain, yakni American Journal of Epidemiology menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu kekurangan zat besi berisiko lima kali lebih tinggi mengalami autisme.

Selain itu, zat besi juga memang penting untuk perkembangan sistem saraf bayi secara keseluruhan saat berada di dalam kandungan.

Pastikan Bunda mendapatkan zat besi yang cukup selama hamil.

Anda bisa mengonsumsi makanan seperti daging, telur, roti, sereal atau pun suplemen prenatal agar asupan zat besi bisa terpenuhi. 

3. Perhatikan Kenaikan Berat Badan Selama Hamil

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Selain kekurangan zat besi, peneliti juga menyebutkan bahwa, ibu hamil di atas 35 tahun atau yang mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes dapat meningkatkan risiko melahirkan anak dengan autisme. 

Maka dari itu, selalu perhatikan kenaikan berat badan Anda selama hamil, ya, Bun.

Adapun kenaikan berat badan normal selama hamil bergantung pada Indeks Massa Tubuh (BMI) masing-masing ibu hamil.

Umumnya, untuk ukuran BMI normal, kenaikan berat badan yang baik adalah 11 – 16 kg. 

4. Hindari Paparan Polusi Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Sementara itu, menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard School of Public Health, paparan polusi langsung pada ibu hamil juga bisa menambah risiko terjadinya autisme pada bayi. 

“Polusi mungkin berpengaruh. Tapi tantangannya adalah, memahami komponen polusi udara apa yang sekiranya relevan memengaruhi kondisi ini (autisme), karena polusi udara sendiri bisa melibatkan ratusan bahan kimia dari berbagai sumber,” jelas peneliti bernama Dr. Fallin itu seperti yang dikutip dari laman Parents. 

5. Konsumsi Asam Folat 

deteksi autis sejak dalam kandungan

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Asam folat atau vitamin B9 sangat penting untuk perkembangan otak.

Ibu yang kekurangan jenis vitamin ini saat hamil bisa meningkatkan risiko autisme pada anak.

Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan asam folat selama hamil.

Bisa dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin tersebut atau pun mengonsumsi suplemen folat selama kehamilan dengan dosis tepat.

Artikel terkait: Ini tanda kekurangan asam folat yang bisa membahayakan ibu hamil

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Agar perkembangan janin dalam kandungan bisa terpantau dengan baik, jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan kehamilan rutin.

Selain mengurangi faktor risiko autisme sejak dini, pemeriksaan rutin juga bisa bantu mencegah kondisi kesehatan atau penyakit lain yang mungkin dialami ibu hamil atau pun janin.

7. Hindari Alkohol dan Jangan Merokok

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Agar janin tetap sehat, pastikan Anda tidak mengonsumsi alkohol dan tidak merokok.

Kebiasaan ini sangat berbahaya untuk kesehatan janin apabila masih dilakukan selama kehamilan. 

8. Terapkan Pola Hidup Sehat

deteksi autis sejak dalam kandungan

Selain itu, terapkan juga pola hidup sehat untuk mencegah kondisi autisme pada janin yang dikandung.

Pola hidup sehat ini mencakup, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga, serta cukupi istirahat dan kelola stres dengan baik. 

9. Lakukan Tes Kesehatan dan Vaksinasi Sebelum Hamil

Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!

Selain itu, ada baiknya Anda juga memeriksa kesehatan dan lakukan serangkaian vaksinasi wajib sebelum merencanakan kehamilan.

Selain untuk mencegah faktor risiko autisme, pemeriksaan kesehatan sebelum hamil juga bisa mencegah risiko terjadinya kondisi penyakit lain di kemudian hari. 

Pada dasarnya, belum ada alat deteksi autis dini sejak dalam kandungan hingga saat ini.

Namun, upaya pencegahan autisme tetap bisa dilakukan selama kehamilan dengan menghindari sebisa mungkin faktor risikonya.

Yuk, jaga kesehatanmu, Bunda!

***

Baca juga: 

Anak terlambat bicara atau autisme, ini yang perlu Parents ketahui!

Perlukah anak autis mengonsumsi makanan khusus? Ini jawabannya!

Penelitian: Demam Saat Hamil Tingkatkan Risiko Anak Lahir dengan Autisme

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Bisakah Deteksi Autis Sejak dalam Kandungan? Ini Jawabannya!
Bagikan:
  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti