TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi

Bacaan 5 menit
Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi

Si Kecil bisa alami anemia di mana berisiko pada gangguan pertumbuhan anak selanjutnya. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di sini.  

Si Kecil dinyatakan anemia atau kekurangan zat besi? Duh, memangnya anak-anak bisa mengalami anemia, ya, Bunda? Faktanya bisa dan kondisi ini bisa berisiko pada gangguan pertumbuhan anak di masa mendatang. 

Lantas, bagaimana ya, cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

Daftar isi

  • Menilik Kondisi Gizi Buruk di Indonesia
  • Pentingnya Pemenuhan Zat Besi untuk Anak
  • Penyebab Gangguan Pertumbuhan Anak yang Sebabkan Anemia
  • 3 Gangguan Pertumbuhan Anak yang Kekurangan Zat Besi
  • Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak

Menilik Kondisi Gizi Buruk di Indonesia

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar prevalensi gizi buruk kronik pada suatu wilayah adalah 20 persen dari jumlah anak. Bagaimana dengan Indonesia? 

Merujuk data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018, prevalensi gizi buruk di Indonesia lebih dari 27 persen, yang mana angka ini dinyatakan kronis oleh WHO. Masih di tahun yang sama, Riset Kesehatan Daerah (Riskesda) mencatat sebanyak 17,7 persen balita mengalami masalah gizi buruk. 

Seperti yang diketahui bersama, gizi buruk bisa berdampak pada gangguan pertumbuhan anak.

Merujuk laman UNICEF Indonesia, aneka dampak gizi buruk pada anak antara lain sistem kekebalan tubuh menurun, risiko anak mengalami stunting meningkat, dan gangguan otak dalam jangka panjang. Jika dibiarkan, gangguan otak akan mengakibatkan anak kesulitan belajar dan produktivitas kerja terhambat.

Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi

Pentingnya Pemenuhan Zat Besi untuk Anak

Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh, termasuk pada anak-anak. Nutrisi ini membantu tubuh anak memproduksi hemoglobin dan mioglobin, dua protein penting yang bertugas membawa oksigen dalam darah. 

Selain itu, menurut Healthline, zat besi juga berperan dalam metabolisme otot, memelihara jaringan ikat, pertumbuhan fisik, perkembangan saraf, menjalankan fungsi sel, serta memproduksi beberapa jenis hormon.

Jadi, apabila anak tidak mendapatkan nutrisi ini secara cukup, maka semua fungsi itu tidak akan berjalan optimal. Kerja sel-sel dalam tubuhnya terhambat dan tubuhnya juga tidak akan mendapatkan energi yang dibutuhkan.

Efeknya dalam jangka panjang, pertumbuhan anak dan kualitas hidup mereka di masa depan juga akan terganggu. 

Tahukah Bunda? Balita usia 1-5 tahun butuh 7-10mg zat besi yang setara dengan ½ kilogram daging ayam atau 6 liter susu kotak cair lho.

Berikut daftar lengkap kebutuhan zat besi pada anak sesuai usianya menurut Pedoman Penggunaan AKG seperti tercantum dalam Lampiran II Permenkes No.28 Tahun 2019:

  • 1 – 3 tahun: 7 mg
  • 4 – 6 tahun: 10 mg
  • 7 – 9 tahun: 10 mg
  • 10 – 12 tahun: 8 mg

Penyebab Gangguan Pertumbuhan Anak yang Sebabkan Anemia

Tahukah Bunda bahwa makanan mungkin menjadi penyebab utama dari anemia? Selain itu, masih ada beberapa hal penting yang memengaruhinya. Menurut Kemenkes, ini beberapa penyebab anak Indonesia kekurangan zat besi adalah:

  • Pola makan anak yang buruk
  • Jumlah zat besi pada makanan anak tidak sesuai standar.
  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat cepat tapi tidak sebanding dengan asupan zat besi pada tubuh anak.
  • Anak mengalami cacingan atau malaria yang penyembuhannya membutuhkan asupan zat besi tinggi tapi tidak terpenuhi melalui susu atau makanannya sehari-hari. 
  • Celiac atau Crohn, suatu kondisi ketidakmampuan anak menyerap cukup zat besi dari makanan

Ada berada dalam lingkungan dengan sanitasi buruk, air minum tidak bersih dan personal hygiene tidak memadai.

3 Gangguan Pertumbuhan Anak yang Kekurangan Zat Besi

Anak berusia di bawah 5 tahun (balita) memang sangat rentan terhadap defisiensi zat besi. Apalagi jika di 1.000 hari pertama kehidupannya, ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi ini, maka risiko defisiensi zat besi akan semakin tinggi. 

Saat anak kekurangan zat besi (anemia), tubuhnya memang tidak akan serta-merta mengembangkan gejala. Secara berkala, zat besi yang tadinya tersimpan di tubuhnya (sudah ada sejak ia lahir) akan didaur ulang untuk membentuk sel darah baru.

Dan saat tabungan zat besinya semakin menipis, tubuh anak baru akan mengembangkan gejalanya, salah satunya sel darah merahnya mulai melambat. 

Oleh karena itu, jumlah zat besi tambahan yang stabil dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang cepat.

Ini beberapa gangguan pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kekurangan zat besi:

  • Takikardia (tachycardia), yaitu kondisi di mana detak jantung sangat cepat, dan dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
  • Hilang konsentrasi. Pada anak-anak, kekurangan zat besi yang ekstrim bisa menurunkan konsentrasi dan masalah belajar.

Dan pada ibu hamil yang kekurangan zat besi, ia berisiko melahirkan bayi dengan berat rendah dan persalinan prematur.

Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak

Merujuk National Library of Medicine, orang tua harus membantu memenuhi asupan zat besi pada anak dengan memberikan nutrisi atau sumber makanan yang kaya zat besi.

Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi

Zat besi pada makanan memiliki dua bentuk utama, yaitu heme dan non-heme. Makanan zat besi non-heme adalah makanan yang berasal dari tumbuhan, sementara daging dan makanan laut adalah zat besi heme dan non-heme. 

Zat besi non-heme diserap lebih sulit daripada yang jenis heme, baik pada balita dan orang dewasa. Dan untuk mengoptimalkan penyerapannya, dibutuhkan vitamin C. Oleh sebab itu, wajib imibangi asupan zat besi dengan vitamin C karena fungsi vitamin C adalah mengoptimalkan penyerapan zat besi. 

Selain suplemen, vitamin C bisa didapat dari sumber pangan seperti daging tanpa lemak, sereal yang diperkaya, kacang-kacangan, bayam, kismis dan buah kering lainnya, biji labu, telur, kacang hijau, tuna, dan tahu.

Jus jeruk atau buah jeruk segar (terutama jeruk bali), kiwi, brokoli, tomat, stroberi, paprika, papaya, blewah, dan ubi jalar juga merupakan sumber vitamin C yang baik untuk anak.

Selain menu makan sehat dan bergizi, memilih susu pertumbuhan yang tepat bisa membantu memperkaya asupan zat besi pada anak. Namun sebelum memilih, pastikan Bunda memperhatikan kandungan zat besi pada kemasan susu dengan membaca label yang tertera, ya.

Petre, Alina. 2020. Who Should Take Iron Supplements? . https://www.healthline.com/nutrition/iron-supplements-who-should-take

Kementerian Kesehatan RI. 2022. Anemia Defisiensi Besi Pada Anak. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/182/anemia-defisiensi-besi-pada-anak

Cafasso, Jacquelyn. 2020. 10 Iron-Rich Foods Your Toddler Needs. https://www.healthline.com/health/parenting/iron-rich-foods-for-toddlers#supplements

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. https://www.andrafarm.com/_andra_farm/_pdf/Permenkes%20No%2028%20Tahun%202019%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20-%20AKG.pdf

Mayo Clinic. 2018. Autism Spectrum Disorder. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928

Baca Juga:

16 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tertinggi untuk Anak 2 Tahun

Anak Kekurangan Zat Besi, Harus Makan Apa? Pilih Ini Yuk, Parents!

8 Buah yang Mengandung Zat Besi Tertinggi dan Terbaik untuk Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi
Bagikan:
  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti