Waspada gejala Postpartum Psychosis, keinginan untuk menyakiti bayi

Waspada gejala Postpartum Psychosis, keinginan untuk menyakiti bayi

Kenali dan jangan abaikan gejala Postpartum psychosis berikut ini

Postpartum psychosis adalah gejala depresi yang dialami ibu setelah melahirkan. Gejalanya jauh lebih parah dibandingkan baby blues dan postpartum depression.

Banyak yang tidak tahu, jenis depresi yang satu ini. Sifatnya yang spontan, cepat datang dan cepat menghilang, namun efeknya bisa menghancurkan.

Postpartum psychosis adalah alasan ada seorang ibu yang tega menyakiti bahkan membunuh bayinya sendiri. Hal ini karena penderita depresi psikosis akan mengalami halusinasi dan delusi, yang membuatnya tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah.

postpartum psychosis adalah 2

Postpartum psychosis adalah gejala depresi yang jauh lebih parah dan harus diwaspadai. Karena bisa membahayakan bayi.

Vera Itabiliana, seorang psikolog anak di Rumah Mandiri Anak Depok, menyatakan bahwa depresi psikosis ini menimpa sekitar 13% perempuan di seluruh dunia.

“Di negara berkembang, angkanya lebih besar lagi. Yakni 20%,” ucapnya saat ditemui di acara peluncuran komunitas Orami Birth Club di Galleries Lafayette, Pacific Place Jakarta, Rabu (6/12).

Depresi yang juga dikenal dengan sebutan postnatal psychosis ini, haruslah diwaspadai. Karena bisa membahayakan ibu dan bayi. Psikosis pasca melahirkan jauh lebih berbahaya dibandingkan baby blues dan postpartum depression. 

Artikel Terkait : Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

pospartum psychosis adalah 1

Vera menjelaskan postpartum psychosis adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis.

Alasan ibu depresi pasca melahirkan gagal mencari pertolongan

Kasus depresi pasca melahirkan banyak menyerang kaum ibu dan berujung pada tindakan nekat menyakit anaknya atau bunuh diri.

Banyak ibu baru melahirkan yang alami depresi. Sayangnya, hanya sedikit yang benar-benar mencari pertolongan pada profesional.

Salah satu alasan, ibu tak tahu bahwa apa yang ia alami adalah depresi setelah melahirkan. Akibatnya, banyak ibu yang justru menghukum dirinya sendiri dengan menganggap bahwa dirinya adalah ibu buruk. Saat mengalami rasa tidak menentu seperti itu, ia merasa masalahnya adalah diri sendiri.

Di dalam hati, ia merasa, “Saya adalah ibu yang buruk,” “Seharusnya saya tidak merasa seperti ini,” “Jika ibu lain bisa bahagia saat punya anak, kenapa aku tidak?”

Baca juga alasan lainnya, selengkapnya di sini

Gejala Postpartum Psychosis

Waspada gejala Postpartum Psychosis, keinginan untuk menyakiti bayi

Ada beberapa gejala postpartum psychosis yang sebaiknya diwaspadai oleh setiap ibu

Kondisi ini biasanya terjadi secara spontan atau mendadak, Bun. Paling sering, hal ini terjadi pada 2 minggu pertama pasca melahirkan.

Bun, beberapa gejala yang sebaiknya diperhatikan antara lain :

  • Ibu mengalami delusi atau keyakinan aneh
  • Mengalami halusinasi seperti melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada
  • Mood menjadi berubah-ubah, seperti menjadi lebih mudah kesal
  • Jadi lebih hiperaktif
  • Menjadi lebih paranoid atau lebih mudah curiga
  • Lebh sulit untuk tidur atau beristirahat
  • Jadi lebih sulit berkomunikasi

Artikel Terkait : Baby blues pada ayah juga bisa terjadi, ini cara mencegahnya

Faktor risiko postpartum psychosis

Memang, kondisi ini bisa mungkin terjadi pada siapa pun. Namun, acap kali ada kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko dibandingkan dengan kondisi lainnya, Bun.

Beberapa faktor risiko tersebut antara lain :

  • Riwayat kesehatan mental pribadi terkait dengan kehamilan atau pasca kelahiran, seperti Baby blues atau postpartum depression maupun kondisi lainnya.
  • Riwayat gangguan bipolar dalam keluarga
  • Mengalami episode postpartum psychosis sebelumnya.

Butuh bantuan ahli secepatnya

Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 5% tingkat bunuh diri berkaitan erat dengan kondisi ini pada ibu. Keselamatan bayi pun bukan tak mungkin bisa terancam karena kesehatan mental ibu terganggu. Hal ini karena perempuan dalam kondisi ini ibarat tengah ‘beristirahat’ dari kehidupan nyata, Bun.

Melakukan hal-hal yang sifatnya irasional bisa saja dilakukan pada seseorang yang mengalami kondisi ini. Oleh Karen itu, ibu yang mengalaminya sebaiknya segera diobati, jangan hanya didiamkan.

Orang-orang di sekitar sang ibu pun hendaknya peka akan kondisi yang dialami. Segera bujuk ibu untuk memeriksakan diri dan berobat pada dokter dan psikiater.

Bila Bunda pernah merasakan gelaja Postpartum psychosis atau melihat ibu lain memiliki gejala tersebut, jangan diabaikan ya. Segera cari bantuan medis agar bisa segera ditangani.

Sumber : Postpartum Support International

Baca juga:

Bunda, kenali 4 tanda depresi paska melahirkan atau postpartum depression ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner