Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

Tidak sedikit masyarakat yang masih belum memahami berpedaan antara Baby Blues dan Postpartum Depression (depresi pasca persalinan).

Kondisi baby blues atau perasaan sedih yang mucul setelah melahirkan sering kali dialami oleh ibu baru yang baru saja melahirkan. Begitupun depresi pasca persalinan (postpartum depression). Namun, ganguan depresi ini memiliki gejala yang berbeda. 

Pijar Psikologi menyebutkan bahwa Baby Blues bisa dialami hingga 80% wanita hamil dan melahirkan, sementara sekitar 20% wanita hamil dan melahirkan akan mengalami kondisi yang lebih buruk, yaitu Postpartum Depression .

Meskipun sekilas gannguannya tampak serupa, namun penting untuk diketahui bahwa kedua kondisi tersebut berbeda. Sayangnya, tidak semua ibu memahami dan menyadari perbedaan depresi pasca persalinan dan baby blues.

Berikut ini perbedaan depresi pasca persalinan dengan baby blues yang perlu Anda ketahui.

Baby blues pada ibu baru

depresi pasca persalinan

WebMD menyebutkan, hingga 80% ibu baru menghadapi baby blues, atau penurunan mood jangka pendek yang disebabkan oleh semua perubahan tubuh (terutama perubahan hormon) setelah melahirkan.

Seringkali gejala paling kuat dari Baby Blues mulai yang dirasakan oleh ibu baru saat empat sampai lima hari setelah melahirkan, namun secara perlahan kondisi akan tersasa lebih baik seiring bayi menginjak usia satu sampai dua minggu.

Gejala Baby Blues juga dikategorikan lebih ringan dan lebih singkat dibandingkan PPD. Pasalnyam kondisi Baby Blues tidak menyebabkan seorang ibu kehilangan kemampuan mengasuh anaknya atau melakukan kegiatan sehari-hari.

Namun bila berlangsung lebih dari waktu tersebut, kemungkinan gejala depresi pasca persalinan mungkin dirasakan.

American Pregnancy mengatakan penyebab pasti baby blues sampai saat ini masih belum diketahui. Diperkirakan berkaitan dengan perubahan hormon yang yang menghasilkan perubahan kimiawi di otak, sehingga menyebabkan depresi.

Termasuk banyaknya perubaan yang dialami ibu baru sehingga menyebabkan gangguan tidur, dan emosi dari pengalaman persalinan itu sendiri, yang akhirnya memengaruhi munculnya Baby Blues.

Tanda mengalami Baby Blues

  • Merasa selalu sedih (menangis setiap saat), atau menangis tanpa alasan yang jelas.
  • Tidak sabar
  • Lebih mudah tersulut emosi 
  • Kegelisahan
  • Perasaan was-was
  • Kelelahan
  • Insomnia (bahkan ketika bayi sedang tidur)
  • Kesedihan
  • Perubahan suasana hati yang ralatif cepat
  • Konsentrasi yang buruk

Cara mengatasi Baby blues

Mulailah membuat diri lebih nyaman saat perasaan itu datang. Selain itu, jangan lupa melakukan apa yang dibutuhkan tubuh saat sedang mengalami stres.

  • Tidur sebanyak yang Bunda bisa, manfaatkan waktu saat bayi sedang tidur siang
  • Konsumsi makanan yang seat, khususnya yang paling Bunda suka sehingga bisa menimbulkan perasaan menjadi lebih baik dan bahagia
  • Jalan-jalan, olahraga, mendapatkan udara segar dan sinar matahari juga bisa memengaruhi perasaan bahagia.
  • Tak perlu ragu untuk menerima atau meminta bantuan orang lain bila tak sanggup melakukannya sendiri.
  • Bersantai. Jangan khawatirkan tentang pekerjaan rumah apapun, dan fokuslah hanya pada diri Bunda dan bayi.

Depresi pasca persalinan pada ibu baru

d-mer, depresi saat menyusui

Jika perasaan sedih dirasakan lebih lama dari empat sampai lima hari, atau menjadi semakin buruk daripada gejala baby blues, mungkin Bunda mengalami depresi pasca persalinan. Depresi pasca persalinan umumnya dialami paling sedikit 1 bulan dan dapat bertahan hingga 1 tahun setelah melahirkan.

Gejala yang lebih parah dan berlangsung lebih lama ini akhirnya memengaruhi kemampuan Bunda untuk mengurus bayi dan menangani tugas-tugas harian lainnya. 

Tanda depresi pasca persalinan

  • Suasana hati yang tertekan atau perubahan suasana hati yang parah
  • Menangis berlebihan
  • Sulit merasakan ikatan batin dengan bayi
  • Mundur dari keluarga dan teman
  • Kehilangan nafsu makan atau makan jauh lebih banyak dari biasanya
  • Gangguan tidur (insomnia) atau tidur terlalu banyak
  • Kelelahan luar biasa atau kehilangan energi
  • Berkurangnya minat dan kesenangan dalam aktivitas yang biasa Anda nikmati
  • Kemarahan dan amarah yang intens
  • Ketakutan bahwa Anda bukan ibu yang baik
  • Keputusasaan
  • Perasaan tidak berharga, malu, bersalah atau tidak mampu
  • Berkurangnya kemampuan berpikir jernih, berkonsentrasi atau mengambil keputusan
  • Kegelisahan
  • Kecemasan hebat dan serangan panik
  • Pikiran melukai diri sendiri atau bayi Anda
  • Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri

Cara mengatasi depresi pasca persalinan

Saat merasa depresi, Bunda mungkin tidak ingin memberi tahu siapa pun saat merasa tertekan. Tetapi, ketahuilah  bahwa perawatan yang tepat bisa membantu mengembalikan jati diri Bunda kemnbali. Jadi, penting untuk mencari bantuan dengan cepat setidaknya mengatakan apa yang Bunda rasakan pada pasangan.

Jika memiliki gejala depresi pasca persalinan ataupun baby blues tidak kunjung reda setelah 2 minggu, segera hubungi dokter, psikiater atau psikolog yang akan membantu  untuk menemukan akar masalah.

Masalah depresi tentu saja menjadi persoalan yang kompleks karena akan dipengaruhi kondisi bio-psiko-sosial-spiritual. Jika terapi tidak cukup untuk menyembuhkan, bisa saja psikolog atau psikiater akan menyarankan untuk mengonsumsi antidepressant mengobati gejala yang Bunda rasakan.

 

Referensi: WebMD, MayoClinic, American Pregnancy

 

Baca juga: 

Bunda, Kenali 4 Tanda Depresi Paska Melahirkan (Postpartum Depression) Ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner