3 Faktor Utama yang Membuat ASI Berkurang, Busui Wajib Tahu!

3 Faktor Utama yang Membuat ASI Berkurang, Busui Wajib Tahu!

ASI bisa saja berkurang karena kebiasaan yang kurang sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol. Selain itu, apa saja penyebab produksi ASI berkurang?

Setiap ibu pasti ingin dapat memberikan ASI kepada bayinya tanpa banyak hambatan. Berbagai usaha pun akan dilakukan agar produksi ASI lancar. Mulai dari mengonsumsi makanan bernutrisi, menamba dengan suplemen, termasuk rutin melakukan pumping. Faktanya, tetap saja ada beberapa faktor yang menjadi penyebab ASI berkurang.

Faktor penyebab produksi ASI menurun memang dipengaruhi berbagai sebab. Contohnya, kondisi kesehatan ibu, pola makan, dan juga gaya hidup. Dengan mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan ASI berkurang, Bunda bisa menghindari hal-hal tersebut guna menjaga ASI tetap lancar kembali.

Berikut adalah beberapa faktor utama penyebab ASI berkurang yang perlu Bunda perhatikan. Yuk, dicatat!

Artikel terkait: Bun, Ini Lho 10 Penyebab ASI Keluar Sedikit. Busui Wajib Baca!

3 Faktor Utama Penyebab ASI Berkurang

Pola Makan

3 Faktor Utama yang Membuat ASI Berkurang, Busui Wajib Tahu!

Meskipun hanya makan sedikit, komposisi ASI tidak akan berubah. Mengutip dari Liputan6, ASI akan tetap mengandung DHA, Asam Lemak Omega 3, Lemak, Karbohidrat, Mineral, Vitamin, Zat Besi, dan juga Kalsium. ASI juga mengandung senyawa imunitas untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Menurut Ariana Dewi Widodo, dokter spesialis anak, jika ibu kekurangan nutrisi, maka yang terkena dampaknya hanyalah tubuhnya sendiri.

“(Jika) Asupan makan kurang, ibu akan kekurangan zat gizi. Untuk produksi ASI, zat besi dan kalsium akan diambil dari tubuh ibu, ini demi memberikan ASI sempurna untuk bayi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, apa yang Bunda makan akan memengaruhi produksi ASI. Oleh sebab itu, menjaga pola makan yang sehat dan asupan cairan dapat membantu melancarkan produksi ASI sekaligus kesehatan ibu.

Bunda bisa mencoba untuk mengonsumsi makanan yang sudah terbukti dapat melancarkan produksi ASI seperti oat, kacang almond, kacang arab (chickpea), dan sayur-sayuran berwarna hijau gelap.

Dikutip dari Very Well, ada beberapa herbal dan bumbu tertentu yang sebaiknya dihindari dalam jumlah berlebihan, seperti peppermint, daun sage, parsley, dan oregano. Konsumsi obat batuk dengan kandungan peppermint atau menthol juga dapat menyebabkan ASI berkurang.

Kesehatan

3 Faktor Utama yang Membuat ASI Berkurang, Busui Wajib Tahu!

Dilansir dari Very Well Family, kondisi kesehatan baik fisik dan mental ibu dapat memengaruhi produksi ASI. Jika Bunda sehat, cukup tidur, dan mempunyai lingkungan yang mendukung Bunda untuk memberikan ASI, tubuh bisa fokus untuk mengolah ASI dengan baik.

Menjadi ibu baru sudah sewajarnya jika kurang istirahat. Melewati proses persalinan, mengurus rumah dan keluarga, serta menyusui bayi baru lahir sesering mungkin akan sangat melelahkan. Jika tubuh kekurangan energi, kelelahan, dan stress, maka produksi ASI akan sangat mungkin berkurang.

Prioritaskan untuk istirahat di berbagai kondisi, misalnya ikut tidur saat bayi tidur atau menghindari begadang agar esok pagi bisa beraktivitas kembali dengan bugar.

Kondisi medis tertentu juga bisa berpengaruh. Penyakit seperti hypothyroid atau anemia bisa menjadi penyebab ASI seret.

Artikel Terkait: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Menyusui Agar ASI Tetap Berkualitas

Gaya Hidup yang Kurang Sehat Jadi Penyebab ASI Berkurang

3 Faktor Utama yang Membuat ASI Berkurang, Busui Wajib Tahu!

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi produksi ASI seperti merokok dan mengonsumsi kafein atau alkohol secara berlebihan.

Konsumsi kafein sebenarnya tidak dilarang, namun kafein dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan dehidrasi dan menyebabkan ASI berkurang. Sejumlah kafein yang dikonsumsi ibu dapat keluar melalui ASI yang diminum bayi sehingga ia akan sulit untuk tidur dan rewel.

Merokok dapat mengganggu produksi hormon oksitosin dalam tubuh yang dapat menstimulasi let down reflex. Let down reflex ini akan mengeluarkan ASI dari dalam payudara. Merokok di dekat bayi juga akan sangat buruk untuk kesehatannya.

Apabila Bunda merokok, hindari merokok setidaknya dua jam sebelum memberikan ASI, atau akan lebih baik jika berhenti sama sekali.

Sama dengan rokok dan kafein, alkohol juga bisa menganggu produksi hormone serta dapat dikeluarkan melalui ASI. Bayi yang terpapar alkohol dari ASI bisa berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Menurut penelitian, bayi yang terlahir dari ibu yang setidaknya sekali mengonsumsi alkohol dalam masa kehamilannya memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi anak yang hiperaktif.

Konsumsi Obat

penyebab asi berkurang

Ada beberapa obat yang dapat mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai konsumsi obat, termasuk obat yang dijual bebas di pasaran atau generik.

Pseudoephedrine, sejenis decongestant yang terkandung dalam beberapa obat pilek, sinus, atau pengobatan alergi dapat menyebabkan ASI berkurang. Apabila Bunda mengalami pilek, sebaiknya menghindari kandungan ini dan bertanya kepada dokter mengenai rekomendasi obat yang aman dikonsumsi selama menyusui.

Penggunaan obat hormon seperti Pil KB untuk mencegah kehamilan juga bisa menyebabkan ASI berkurang. Beberapa diantaranya mengandung estrogen yang dapat menurunkan produksi ASI.

Sebaiknya, Bunda memilih pil KB khusus ibu menyusui atau menggunakan kontrasepsi non hormonal lainnya seperti IUD atau kondom untuk mencegah kehamilan di masa menyusui.

Nah, itu dia 3 faktor penyebab ASI berkurang yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui. Semoga bermanfaat untuk Bunda yang tengah memberikan ASI untuk buah hati tercinta.

Baca Juga:

Relaksasi untuk Melancarkan ASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner