8 Penyebab Rasa ASI Berubah dan Cara Mengatasinya, Busui Wajib Tahu

8 Penyebab Rasa ASI Berubah dan Cara Mengatasinya, Busui Wajib Tahu

Si kecil enggan menyusui karena rasa ASI berubah? Apa penyebabnya?

Sedang menikmati nikmatnya menyusui, kok, mendadak si kecil enggan menyusu? Jika iya, bisa saja hal ini disebabkan karena rasa air susu Bunda yang berubah. Ya, rasa ASI setiap ibu memang berbeda dan ada beragam penyebab rasa ASI berubah yang memengaruhi intensitas bayi menyusui.

Berbicara tentang rasa ASI, makanan utama bayi ini umumnya gurih dan ada sedikit rasa manis. Rasa manis yang ada berasal dari laktosa, yakni gula susu alami yang diproduksi tubuh ibu. Di samping itu, ASI juga mengandung lemak sehingga membuat teksturnya creamy.

Kendati begitu, rasa ASI tidak berarti selalu sama setiap kali sedang menyusui atau setiap Anda memompanya. Rasa air susu bisa saja berubah bergantung gen, budaya, bahkan dari makanan apa saja yang dikonsumi.

Mau tahu apa saja faktor yang memengaruhi rasa ASI?

8 Penyebab rasa ASI berubah

8 Penyebab rasa ASI berubah

1. Hormon

Ya, perubahan kadar hormon dalam tubuh sedikit banyak memengaruhi rasa ASI yang Bunda hasilkan lho. Utamanya, jika Bunda sedang dalam fase menstruasi atau hamil lagi saat sedang masa menyusui.

Namun, jangan khawatir karena ASI yang diproduksi tergolong aman untuk dikonsumsi bayi. Pastikan fisik Anda sehat dan tidak berada dalam kondisi kehamilan berisiko tinggi.

2. Olahraga

Walaupun menyehatkan, olahraga juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab rasa ASI beubah. Hal ini disebabkan penumpukan asam laktat dalam tubuh yang bercampur dengan rasa asin keringat jika Anda berolahraga terlalu keras.

Untuk meminimalisir hal tersebut dan efeknya pada ASI, berolahragalah secukupnya pada intensitas ringan atau sedang. Jangan lupa untuk rutin membersihkan payudara yang berkeringat terlebih dahulu sebelum menyusui atau memerah ASI.

3. Obat-obatan

Adanya konsumsi obat tertentu juga menjadi pengaruh yang mengubah ASI secara signifikan. Untuk itu, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter jika Anda sedang minum obat-obatan dan bayi memperlihatkan reaksi tenrtentu atau bahkan enggan minum ASI.

Berkonsultasi dengan profesional medis akan membuat mereka mempertimbangkan penggantian jenis obat atau dosis yang sesuai. Apalagi bagi Bunda yang tengah mengalami penyakit tertentu dan diharuskan mengonsumsi obat rutin setiap hari.

Artikel terkait: Teh Pelancar ASI, Benarkah Efektif Meningkatkan Produksi ASI?

8 Penyebab rasa ASI berubah

4. Merokok dan minum minuman beralkohol

Adakah Bunda yang perokok aktif dan gemar mengonsumsi minuman beralkohol padahal sedang menyusui? Faktanya, studi menunjukkan ASI yang diproduksi oleh seorang ibu yang merokok akan menghasilkan ASI yang rasa dan aromanya mirip rokok.

Namun, jika Anda masih sulit untuk berhenti minumlah air putih terlebih dulu dua jam sebelum menyusui. Sebagai informasi, dibutuhkan waktu sekitar dua jam pula untuk menghilangkan efek alkohol pada tubuh dan ASI Anda.

5. Makanan menjadi salah satu penyebab rasa ASI berubah

Apa yang dimakan ibu itulah yang akan dirasakan bayi bukanlah isapan jempol belaka. Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Physiology & Behavior memaparkan sebanyak 18 ibu menyusui yang diberikan kapsul aneka macam rasa menghasilkan ASI sesuai kapsul yang dikonsumsi.

Berbagai macam makanan seperti masakan pedas, bawang putih, asparagus, minuman berkafein, hidangan laut, dan makanan beraroma tajam turut berperan menciptakan aroma kuat pada ASI. Mengurangi terlebih dahulu makanan tertentu adalah langkah yang bijak.

6. Membekukan ASI

Maksud hati agar ASI lebih awet, namun menyimpan ASI perah yang dibekukan di freezer tak jarang bisa menimbulkan bau dan rasa yang berbeda saat nantinya dicairkan.

Hal ini sebenarnya wajar, mengingat adanya kandungan lipase yaitu enzim yang memiliki banyak manfaat salah satunya membantu memecah lemak dalam ASI sehingga mudah dicerna oleh bayi. Namun, kadar terlalu tinggi akan membuat bayi memalingkan wajah karena rasa ASI yang masam.

Centre for Disease Control merekomendasikan agar freezer diatur pada suhu lima derajat Fahrenheit. Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas karena dapat memengaruhi stabilitas suhu susu.

Artikel terkait: Menyusui Kakak dan Adik Sekaligus, Ini 10 Tips Melakukan Tandem Nursing

7. Mastitis

Mastitis merupakan infeksi pada payudara yang dapat menyebabkan ASI memiliki rasa yang lebih kuat dan asin. Biasanya, perawatan mastitis akan mengharuskan Bunda mengonsumsi antibiotik untuk penyembuhan yang tentunya berefek pada rasa ASI. Segera konsultasikan diri dengan dokter atau konselor menyusui jika mengalami kondisi ini saat meng-ASIhi.

8. Perawatan tubuh

Tetap cantik dan ideal ingin tetap Bunda pertahankan kendati sedang menyusui. Namun, perlu digarisbawahi bahwa produk perawatan tubuh seperti losion atau sabun mandi yang diaplikasikan di area sekitar payudara dapat mengubah rasa ASI.

Oleh karena itu, pastikan Bunda membasuh kulit di sekitar area payudara secara berkala sebelum menyusui si kecil agar ia tetap nyaman.

Rasa ASI berubah, bagaimana cara mengatasinya?

8 Penyebab Rasa ASI Berubah dan Cara Mengatasinya, Busui Wajib Tahu

Membuat si kecil tetap tergila-gila dengan ASI Bunda bisa saja terhambat karena beberapa hal. Namun, Anda bisa melakukan langkah berikut untuk mengatasinya:

  • Cek kadar lipase. ASI dengan kadar lipase tinggi biasanya akan terasa asam, berbau seperti sabun, atau berbau tidak enak. Jika sudah begitu, masukkan susu segar Anda ke dalam panci dan panaskan hingga mencapai suhu 180 derajat Fanienheight. Biarkan dingin lalu simpan segera untuk menonaktifkan lipase dan menghentikan proses pencernaan lemak;
  • Hindari makanan tertentu yang berbau tajam sebut saja bawang putih dan asparagus yang akan membuat bayi enggan minum ASI;
  • Cek konsumsi obat dan suplemen. Tak hanya obat, suplemen seperti minyak ikan dan minyak biji rami dapat berkontribusi mengubah rasa ASI. Konsultasikan dengan dokter terkait konsumsi obat. Jika tak memungkinkan untuk menghentikan dosis obat, ganti ASI dengan susu formula agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi;
  • Cek temperatur lemari penyimpanan ASI. Menyimpan ASI dengan cara keliru memengaruhi ASI, untuk itu jagalah agar suhu lemari pendingin tetap normal. ASI yang disimpan dalam suhu hingga 4 derajat di lemari pendingin sanggup bertahan hingga 4 hari. Jika disimpan dengan baik dalam lemari pendingin dengan suhu minimal 18 derajat celcius, ASI bisa bertahan hingga 1 tahun.
  • Hindari stres. Ya, mood tidak menentu juga berpengaruh. Kendati sibuk mengasuh si kecil selalu luangkan waktu untuk melakukan aktivitas favorit dan beristirahat cukup.
  • Ikuti rule of Six. Air susu ibu biasanya dapat bertahan selama enam jam ketika dikeluarkan pada suhu kamar, disimpan di lemari es hingga enam hari, dan dibekukan di freezer selama sekitar enam bulan.

Nah, bagi bunda yang masih menyusui, semoga artikel perihal penyebab rasa ASI berubah ini bermanfaat, ya.

Baca juga : 

7 Makanan ini baik untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui, bayi jadi sehat!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner