5 Pantangan untuk Ibu Hamil saat Memasuki Trimester Akhir, Apa Saja?

5 Pantangan untuk Ibu Hamil saat Memasuki Trimester Akhir, Apa Saja?

Memasuki trimester akhir, Bumil perlu memerhatikan pola aktivitasnya. Termasuk aktivitas yang dilarang untuk dilakukan.

Kehamilan di trimester akhir memang memiliki sejumlah risiko, sehingga ada beberapa kegiatan yang menjadi pantangan saat hamil tua. Di waktu ini, kondisi tubuh ibu hamil memang makin rentan, apalagi keadaan janin semakin besar sehingga membuat ibu perlu memerhatikan aktivitasnya sehari-hari.

Lantas, apa sajakah pantangan saat hamil tua? Simak informasinya di sini, ya, Parents.

Pantangan saat Hamil Tua atau Memasuki Trimester Akhir

pantangan saat hamil tua

1. Memakan Daging, Ikan, dan Telur Mentah

Daging, ikan, dan telur yang tidak dimasak secara sempurna memiliki potensi untuk menyebabkan infeksi pada ibu hamil, karena mengandung bakteri atau parasit, seperti Salmonella, Listeria, dan E.coli.

Bakteri ini bisa menyebabkan ibu hamil mengalami persalinan prematur, keguguran, lahir mati, penyakit neurologis yang parah, kebutaan, epilepsi, dan komplikasi kehamilan lainnya. Seram, kan, ya, Bun?

Artikel Terkait: Ibu hamil terkena penyakit tipes, berbahayakah bagi janin? Ini penjelasannya!

2. Melakukan Perjalanan Jauh

pantangan saat hamil tua

Ibu dengan usia kehamilan di atas 36 minggu memang tidak disarankan untuk melakukan perjalanan jauh. Risiko keguguran meningkat menjelang akhir masa kehamilan. 

Biasanya, waktu yang paling aman untuk ibu hamil melakukan perjalanan adalah ketika usia kandungan 12-36 minggu. Namun, sebelum melakukan perjalanan pun, ibu hamil mesti melakukan beberapa persiapan, seperti:

  • Memeriksa kondisi kandungan pada dokter
  • Memastikan keamanan tempat tujuan
  • Memeriksa kelengkapan persyaratan penerbangan saat kondisi hamil
  • Pilih tempat duduk yang mudah mobilisasi menuju kamar mandi
  • Menggerakkan anggota tubuh tiap 30 menit sekali untuk melancarkan peredaran darah
  • Memakai sabuk pengaman di bawah perut
  • Memakai kaos kaki panjang atau stocking untuk mencegah pembengkakan kaki

3. Pantangan saat Hamil Tua: Mengangkat Beban yang Berat

Mengutip dari laman Alodokter, mengangkat beban berat pada sebagian ibu hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah. Membawa beban berat saat hamil juga bisa melemahkan dasar panggul dan sendi.

Ibu hamil juga pastinya merasakan perbedaan mengangkat beban berat ketika sedang mengandung atau tidak. Ketika hamil, postur tubuh ibu ikut berubah. Rahim yang membesar jelas akan membuat otot perut terasa seperti tertarik sehingga mudah menimbulkan kram. 

Saat perut membesar, pusat gravitasi di tubuh Bunda menjadi bergeser ke depan. Hal ini menyebabkan lebih banyak tekanan pada punggung bawah, sehingga sangat rentan ketika Bunda harus mengangkat beban yang berat. 

Selain itu, dengan ukuran perut yang besar, Bunda juga mudah untuk terjatuh. Selain mengangkat beban berat, melansir dari situs Baby Center, ibu hamil juga sebaiknya tidak melakukan gerakan, seperti:

  • Membungkuk atau berjongkok dalam waktu yang lama
  • Mengangkat benda di atas kepala
  • Berdiri untuk waktu yang lama
  • Mengangkat benda berat dari lantai

Ketika hamil, Bunda lebih baik meminta lebih banyak bantuan kepada keluarga atau suami untuk mengangkat beban berat atau menggendong buah hati.

4. Melakukan Posisi Tidur Telentang

pantangan saat hamil tua

Ibu hamil dengan usia kandungan trimester akhir harus menghindari posisi tidur telentang karena menimbulkan banyak komplikasi, seperti:

  • Nyeri punggung
  • Pusing
  • Wasir
  • Sesak napas
  • Tekanan darah rendah
  • Gangguan pencernaan

Posisi tidur telentang juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah, seperti aorta dan pembuluh vena cara inferior. Akibatnya dapat menghambat suplai oksigen ke janin, serta gangguan kehamilan seperti pusing bisa meningkat.

Posisi tidur yang aman untuk ibu hamil di trimester akhir adalah menyamping ke kiri. Menurut situs American Pregnancy, tidur menyamping ke kiri memiliki beragam manfaat bagi ibu hamil, antara lain:

  • Meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke dalam janin
  • Membuat lambung berada di posisi yang nyaman
  • Mengurangi intensitas mendengkur
  • Tidak membebani organ hati
  • Mengurangi risiko pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai, dan tangan

Jika merasa kesulitan membentuk kebiasaan tidur menyamping, Bunda bisa menggunakan bantal untuk memposisikan tubuh menjadi miring ketika tidur. Selain itu, bantal kehamilan juga bisa menjadi pilihan untuk membentuk kebiasaan tidur menyamping.

Artikel Tekait: Wajib Tahu, Bun! Tips Posisi Tidur yang Aman bagi Ibu Hamil di Tiap Trimesternya

5. Berendam di Air Panas atau Melakukan Sauna

Boleh atau tidaknya melakukan sauna ketika hamil sebenarnya masih menjadi perdebatan. Ada yang membolehkan dan ada yang tidak. 

Akan tetapi, sejumlah pakar kesehatan menyebutkan beberapa dampak buruk dari kegiatan berendam di air panas atau melakukan sauna bagi ibu hamil, seperti:

  • Meningkatkan potensi komplikasi kehamilan
  • Meningkatkan kelahiran cacat 
  • Serta, meningkatkan risiko kelainan tulang belakang pada bayi

Risiko tersebut bisa terjadi karena suhu panas memengaruhi suhu tubuh ibu hamil. Akibatnya, tubuh ibu hamil tidak dapat mengeluarkan panas lalu terjadi hipertemia. 

Hipertemia menyebabkan tekanan darah ibu hamil menjadi rendah. Hal ini bisa menyebabkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi pada janin. Janin yang kekurangan suplai oksigen dan nutrisi bisa terlahir dengan berat badan rendah, cacat, stillbirth, atau keguguran.

Demikianlah informasi seputar pantangan saat hamil tua. Bunda juga bisa mengonsultasikan beberapa hal terkait kegiatan atau aktivitas pekerjaan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hamil trimester akhir dengan dokter kandungan.

Baca Juga:

Ingin puasa saat hamil tua? Ini panduannya agar aman bagi janin dan ibu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner