TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Cara Mencairkan ASI Beku agar Nutrisi dan Manfaatnya Tidak Hilang

Bacaan 7 menit
Cara Mencairkan ASI Beku agar Nutrisi dan Manfaatnya Tidak Hilang

Jangan sampai salah, ini cara mencairkan ASI beku secara benar agar nutrisinya tidak hilang, Bun!

Busui tentunya perlu memahami bagaimana cara yang tepat mencairkan ASI beku.

Mencairkan ASI beku memang tidak boleh sembarangan, Bun. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kualitas ASI tetap terjaga dan Busui bisa tetap memberikannya pada bayi dalam kondisi yang segar.

Berikut lengkapnya!

Artikel Terkait: Cara Menyimpan ASI Perah, Tips Penting untuk Ibu Menyusui

Daftar isi

  • Cara Mencairkan ASI Beku
  • Tips Menyimpan dan Mencairkan ASI Beku
  • Cara Aman Menggunakan ASI yang Telah Dicairkan
  • Bahaya Memanaskan ASI

Cara Mencairkan ASI Beku agar Nutrisinya Tidak Hilang

1. Pilih ASI Perah yang Lebih Awal Disimpan

Sesuai dengan prinsip FIFO (first in first out) ASI perah yang lebih dahulu dimasukkan ke dalam lemasi es haruslah yang digunakan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, setiap kali memerahnya dan menyimpan pada wadah, Parents  perlu mencatat tanggal dan jam pada kemasan, agar tahu sudah berapa lama ASI disimpan dan yang mana yang harus dipakai lebih dulu.

ASI yang disimpan di dalam freezer dengan suhu -15°C dapat bertahan lama sampai dengan 2 minggu. Jadi, pastikan ASI sudah digunakan sebelum 2 minggu ya, Bun.

Artikel terkait: Manajemen ASI Perah dan Jadwal Pompa ASI untuk Ibu Bekerja, Catat Bun!

2. Cara Mencairkan ASI Beku

Cara Mencairkan ASI Beku agar Nutrisi dan Manfaatnya Tidak Hilang

Ketika Bunda mencairkan ASI beku dengan benar, ASI akan mempertahankan nutrisinya dan cenderung tidak rusak. Perhatikan langkah-langkah berikut ini untuk mencairkan ASI yang beku.

Cara pertama, keluarkan ASI yang telah lebih dahulu diperah, dan pindahkan ke bagian bawah lemari es atau refrigerator yang mempunyai suhu lebih tinggi.

Biasanya, cara ini membutuhkan waktu lebih lama, yaitu beberapa jam atau dalam semalaman (24 jam) untuk mencairkan ASI yang beku dalam refrigerator.

Bila Bunda ingin segera memberikan ASI perah untuk bayi, cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan mengalirkannya di bawah kucuran air, lalu rendam di dalam baskom air hangat.

Tempatkan air hangat ke dalam wadah lalu simpan ASI beku di dalamnya.

Perlu diingat Bun, gunakan air hangat atau air yang kurang dari 37°C, bukan air panas.

cara mencairkan ASI beku

Selain itu, sebaiknya tidak mencairkan ASI dengan suhu ruangan. Bahkan jangan mencairkannya di dalam microwave atau merebusnya di dalam panci air mendidih.

Jika langkah ini dilakukan, ASI bisa menjadi terlalu panas, akan rusak, serta menciptakan hot spot atau bagian panas dalam ASI, sehingga mulut bayi bisa terbakar.

Cara ketiga mencairkan ASI selanjutnya adalah menggunakan air mengalir. Anda hanya perlu memegang kantong atau botol berisikan ASI di bawah air mengalir. Awali prosesnya menggunakan air dengan suhu ruang atau sedikit dingin. Kemudian, perlahan alirkan airnya ke wadah ASI hingga susu benar-benar mencair.

Setelah ASI beku telah mencair, mungkin Bunda akan melihat dua lapisan susu, antara lain lemak yang ada di lapisan atas dan cairan yang ada di bawahnya.

Nah, untuk menyatukan dua lapisan tersebut, jangan lupa untuk kocok ASI dengan perlahan sebelum memberikannya pada bayi.

3. Jangan Membekukan ASI yang Sudah Dicairkan

Bila ASI sudah dicairkan sebaiknya jangan membekukannya lagi.

ASI beku dapat bertahan di suhu ruangan selama 4 jam. Bila sudah cair lebih dari 24 jam tidak terpakai, lebih baik segera dibuang.

ASI yang sudah dibekukan kemudian dicairkan, dan sudah diberikan pada bayi hanya bisa bertahan 1-2 jam saja.

4. Hindari Mencampurkan ASI Perah dan Beku

Meskipun keduanya sama-sama ASI perah, namun sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan ASI yang baru dipompa dengan yang baru dicairkan.

Supaya kualitas ASI tetap terjaga, simpanlah ke dalam wadah baru yang bersih.

Artikel Terkait: Cara Menghangatkan ASI Perah Sebelum Disimpan dan Diberikan pada Bayi

Pengalaman Ibu Terkait Cara Menyimpan & Mencairkan ASI

cara mencairkan asi beku

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Menyimpan dan mencairkan ASI perlu memperhatikan beberapa poin penting supaya kualitas ASI tetap terjaga nutrisinya.

Berikut ini beberapa tips dan pengalaman para ibu di theAsianparent Community yang berbagi cara menyimpan, serta mencairkan ASI perah dan eksklusif dengan benar:

  1. Beri label pada botol

Setelah memerah ASI, masukkan ke dalam botol atau kantung susu steril. Jangan lupa berikan label bertuliskan tanggal dan waktu saat susu diperah.

  1. Simpan ASI di freezer

Setelah memompa, segera simpan ASI ke dalam freezer. Hindari menyimpan di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar udara luar ketika dibuka.

  1. Perhatikan masa penyimpanan

Adapun masa penyimpanan ASI yang harus diperhatikan sebagai berikut:

  • Dalam freezer suhu -17 derajat celcius, tahan 6-12 bulan.
  • Kulkas dan freezer (2 pintu) suhu rata-rata -10 derajat celcius, awet 3-4 bulan. Sedangkan pada kulkas 1 pintu hanya bertahan 2 minggu.
  • Penyimpanan di dalam kulkas awet 4-8 hari.
  • Disimpan di suhu ruang sekitar 10 jam.
  1. Rutin periksa suhu

Periksakan suhu freezer dan kulkas setidaknya 3 kali dalam sehari. Apabila ASI diperah selama di perjalanan jauh, pastikan jaga susu dalam kondisi dingin.

  1. First In First Out

Saat mencairkan susu, pilihlah ASI yang disimpan lebih awal terlebih dahulu. Jangan dicairkan di suhu ruang, lebih baik pindahkan ASI dari freezer ke kulkas selama 24 jam.

  1. Kocok ASI

Ketika ASI cair, Anda akan melihat lapisan lemak yang terpisah. Sebelum diberikan pada bayi, kocok perlahan susunya agar menyatu.

  1. Jangan cairkan ASI di suhu panas

Hindari mencairkan susu beku dalam microware atau air sangat panas. Hal ini dapat merusak kandungan gizi di dalam ASI.

  1. Jangan dibekukan kembali

ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan atau disimpan kembali. Apabila tidak habis diminum, segera dibuang untuk mencegah bakteri berkembang.

Artikel Terkait: Pemberian ASI Perah dengan Dot, Bolehkah? Ini Ulasannya

Cara Aman Menggunakan ASI yang Telah Dicairkan

Cara cepat mencairkan ASI selanjutnya adalah menggunakan air mengalir. Anda hanya perlu memegang kantong atau botol berisikan ASI di bawah air mengalir. Awali prosesnya menggunakan air dengan suhu ruang atau sedikit dinign. Kemudian, perlahan alirkan airnya ke wadah ASI hingga susu benar-benar mencair. Hindari Mencampur ASI Meskipun keduanya sama-sama ASI perah, namun sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan ASI yang baru dipompa dengan yang baru dicairkan. Supaya kualitas ASI tetap terjaga, simpanlah ke dalam wadah baru yang bersih. Pengalaman Ibu Terkait Cara Menyimpan & Mencairkan ASI Menyimpan dan mencairkan ASI perlu memerhatikan beberapa poin penting supaya kualitas ASI tetap terjaga nutrisinya. Berikut ini beberapa tips dan pengalaman para ibu di theAsianparent Community yang berbagi cara menyimpan, serta mencairkan ASI perah dan eksklusif dengan benar: 1.	Beri label pada botol Setelah memerah ASI, masukkan ke dalam botol atau kantung susu steril. Jangan lupa berikan label bertuliskan tanggal dan waktu saat susu diperah. 2.	Simpan ASI di freezer Simpanlah ASI ke dalam freezer. Hindari menyimpan di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar udara luar ketika dibuka. 3.	Perhatikan masa penyimpanan Adapun masa penyimpanan ASI yang harus diperhatikan sebagai berikut: -	Dalam freezer suhu -17 derajat Celcius tahan 6-12 bulan. -	Kulkas dan freezer (2 pintu) suhu rata-rata -10 derajat Celcius awet 3-4 bulan, sedangkan 1 pintu hanya 2 minggu. -	Penyimpanan di dalam kulkas awet 5-8 hari. -	Disimpan di suhu ruang sekitar 10 jam.  4.	Rutin periksa suhu Periksakan suhu freezer dan kulkas setidaknya 3 kali dalam sehari. Apabila ASI diperah selama di perjalanan jauh, pastikan jaga susu dalam kondisi dingin. 5.	First In First Out Saat mencairkan susu, pilihlah ASI yang disimpan lebih awal terlebih dahulu. Jangan dicairkan di suhu ruang, lebih baik pindahkan ASI dari freezer ke kulkas selama 24 jam. 6.	Kocok ASI Ketika ASI cair, Anda akan melihat lapisan lemak yang terpisah. Sebelum diberikan pada bayi, kocok perlahan susunya agar menyatu. 7.	Jangan cairkan ASI di suhu panas Hindari mencairkan susu beku dalam microware atau air sangat panas. Hal ini dapat merusak kandungan gizi di dalam ASI. 8.	Jangan dibekukan kembali ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan atau disimpan kembali. Apabila tidak habis dalam 2 jam, segera dibuang. Cara Aman Menggunakan ASI yang Telah Dicairkan ASI dapat cepat basi atau tumbuh bakteri apabila cara menanganinya dengan tepat. Berikut beberapa tipsnya yang bisa dicoba: •	Setelah dicairkan, ASI bisa langsung diberikan pada bayi atau disimpan dalam lemari es kembali hingga 24 jam. •	Jangan dibekukan kembali. •	Hindari membiarkan ASI yang telah dicairkan di suhu ruang. •	Apabila ASI tidak habis diminum dalam 2 jam, segeralah membuang sisanya. Anda tidak perlu harus dihangatkan melalui lemari es,  ASI bisa juga langsung diberikan pada bayi dalam suhu dingin atau suhu ruang. Jika dihangatkan, tes terlebih dahulu beberapa tetes susu pada pergelangan tangan. Pastikan suhu yang pas adalah hangat, bukan panas. Selain itu, ASI beku mampu bertahan di suhu ruang hanya dalam jangka waktu 4 jam saja. Sedangkan, ASI beku yang dicairkan dalam lemari es awet hingga 24 jam. Perubahan Kondisi ASI yang Dicairkan Perlu Parents ketahui, ketika ASI beku dicairkan susu akan mengeluarkan aroma khas menyerupai logam, tapi itu bukan pertanda susu telah basi. Aroma tersebut dihasilkan oleh enzim lipase. Menurut Journal of the American College of Nutrition, enzim ini membantu bayi mencerna lemak susu. Mungkin si kecil enggan meminumnya karena rasa susu yang berkurang atau tidak seperti biasanya. ASI yang dicairkan pun bisa terlihat berbeda dari segi warna dan konsistensinya, namun tetap aman digunakan. Pertanyaan Populer Terkait Cara Menyimpan ASI 1.	Bagaimana cara menyajikan ASI dari kulkas? Cara menyajikan ASI dari kulkas bisa dengan sedikit merendamnya dalam air hangat selama 20-30 menit, atau disiram air mengalir. Jangan memanaskan susu menggunakan microwave dan kompor. 2.	Berapa lama ASI bisa disimpan di kulkas? ASI perah yang baru disimpan di lemari es hanya awet hingga 4 hari, sedangkan dalam freezer mencapai 6-12 bulan. Artikel diupdate oleh: Alya Rifayani

ASI dapat cepat basi atau tumbuh bakteri apabila cara menanganinya tidak tepat. Berikut beberapa tipsnya yang bisa dicoba:

  • Setelah dicairkan, ASI bisa langsung diberikan pada bayi atau disimpan dalam lemari es kembali hingga 24 jam.
  • Hindari membiarkan ASI yang telah dicairkan di suhu ruang.
  • Apabila ASI tidak habis diminum dalam 2 jam, segeralah membuang sisanya.

ASI bisa juga langsung diberikan pada bayi dalam suhu dingin atau suhu ruang. Jika dihangatkan, coba tes dengan meneteskan beberapa tetes susu pada pergelangan tangan. Suhu yang pas adalah hangat, bukan panas.

Selain itu, ASI beku mampu bertahan di suhu ruang hanya dalam jangka waktu 4 jam saja. Sedangkan, ASI beku yang dicairkan dalam lemari es awet hingga 24 jam.

Perubahan Kondisi ASI yang Dicairkan

Perlu Parents ketahui, ketika ASI beku dicairkan susu akan mengeluarkan aroma khas menyerupai logam, tapi itu bukan pertanda susu telah basi.

Aroma tersebut dihasilkan oleh enzim lipase. Menurut Journal of the American College of Nutrition, enzim ini membantu bayi mencerna lemak susu.

Mungkin si kecil enggan meminumnya karena rasa susu yang berkurang atau tidak seperti biasanya. ASI yang dicairkan pun bisa terlihat berbeda dari segi warna dan konsistensinya, tapi tetap aman digunakan.

Artikel Terkait: Ciri-Ciri ASI Basi yang Berbahaya Bagi Bayi, Ini Pendapat Ahli Laktasi

Bahaya Mencairkan ASI Menggunakan Microwave dan Kompor

Panas tinggi dari microwave dapat menghancurkan beberapa nutrisi yang ditemukan dalam ASI.

Gelombang mikro juga dapat memanaskan dengan cara yang tidak merata menyebabkan area panas di dalam ASI.

Bintik panas dalam ASI dapat membakar mulut dan tenggorokan bayi Anda.

Menggunakan kompor untuk memanaskan ASI juga tidak dianjurkan. Saat Bunda meletakkan kantung ASI atau wadah berisi ASI di dalam panci berisi air mendidih di atas kompor, itu bisa terlalu panas sehingga dapat merusak nutrisi dalam susu dan membuatnya ASI tersebut panas untuk dikonsumsi si kecil.

Artikel Terkait: Bunda, Ini 3 Penyebab Bayi Menolak Minum ASI Perah!

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Bunda!

How to Defrost Breast Milk

www.verywellfamily.com/how-to-defrost-breast-milk-431752

Breast Milk Storage

www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350

Handling Breast Milk

www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm

Artikel diupdate oleh: Alya Rifayani

Baca juga: 

Catat, Bun! Ini 17 Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman

6 Cara Mengencangkan Payudara setelah Menyusui, Busui Sudah Coba?

5 Perawatan Tubuh Ibu Menyusui yang Bikin Rileks, Yuk Coba!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Cara Mencairkan ASI Beku agar Nutrisi dan Manfaatnya Tidak Hilang
Bagikan:
  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

    Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

  • Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

    Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

    Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

  • Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

    Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti