Amankah bumil bepergian dengan pesawat terbang? Berikut penjelasannya!

Amankah bumil bepergian dengan pesawat terbang? Berikut penjelasannya!

Aman nggak ya Bumil traveling naik pesawat terbang? Hal apa saja yang harus diperhatikan? Simak penjelasan ini yuk Bun!

Seringkali terjadi kasus ibu melahirkan dalam penerbangan. Hal ini tentu menjadi peristiwa yang membahagiakan karena si kecil yang ditunggu akhirnya lahir ke dunia. Namun, tak sedikit pesawat terbang yang terpaksa mendarat darurat karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan penumpang. Lalu, amankah ibu yang sedang hamil naik pesawat terbang? Apa saja sih syarat ibu hamil naik pesawat?

Berapa usia kehamilan yang aman Bumil bepergian?

Jika Anda memiliki riwayat kehamilan yang normal dan sehat, tak masalah kok Bun untuk pergi ke tempat tertentu dengan pesawat.

Setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda kapan usia kehamilan yang diperbolehkan untuk ikut terbang, namun trimester kedua atau usia kehamilan 14-27 minggu dinilai sebagai waktu terbaik untuk bepergian dengan pesawat.

Fase tersebut dinilai aman karena ibu hamil sudah melewati masa rentan kandungan. Keluhan kehamilan seperti mual dan muntah, kelelahan, dan risiko keguguran sudah berkurang di masa ini.

Sementara itu, ibu hamil di atas usia 36 minggu biasanya sudah tak diizinkan naik pesawat. Jika tetap harus naik, Anda harus menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan menuntut pihak maskapai jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama penerbangan.

Untuk Bunda yang hamil janin kembar, pihak maskapai menerapkan usia kehamilan maksimal 32 minggu boleh terbang yang harus disertai surat keterangan dokter.

Bumil tetap ingin terbang saat hamil, jangan lupakan hal ini…

Terbang saat hamil sudah aman, lalu apa hal yang harus diperhatikan?

Syarat ibu hamil naik pesawat #1 : Cek kebijakan maskapai

Berhubung setiap maskapai tentu memiliki kebijakan yang bervariasi, pastikan Anda mengecek syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum memesan tiket. Tanyakan kebijakan apa yang berlaku untuk penumpang hamil, dan tanyakan dokumen medis apa yang dibutuhkan menjelang waktu keberangkatan.

Tak ada salahnya Bunda juga mengecek rencana asuransi kesehatan, jika di tengah penerbangan Anda membutuhkan bantuan kesehatan dan aspek apa saja yang ditanggung oleh polis asuransi yang diikuti.

Syarat ibu hamil naik pesawat #2 : Rutin berkonsultasi ke dokter

Bun, tentu berbeda rasanya terbang saat sedang hamil. Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar kehamilan dan janin dalam kandungan selalu sehat. Untuk itu, beberapa bulan sebelum bepergian dengan pesawat sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter dan tanyakan segala hal yang ingin diketahui.

Pastikan Bunda yang akan terbang mengetahui cara menanggulangi bengkak di area kaki yang mungkin kambuh di tengah penerbangan. Gunakan alas kaki yang nyaman dan lakukan gerakan ringan di dalam pesawat untuk menjaga aliran darah tetap lancar.

Tanyakan juga pada dokter risiko yang mungkin dialami selama penerbangan, dan catat nomor telepon medis jika suatu saat dibutuhkan.

Jangan lupa lakukan vaksinasi yang dibutuhkan agar tidak tertular penyakit, misalnya flu dan virus berbahaya lainnya.

Syarat ibu hamil naik pesawat #3 : Perhatikan asupan nutrisi

Asupan nutrisi yang bergizi penting untuk diperhatikan agar tumbuh kembang janin tidak terganggu. Pastikan Anda menyediakan camilan buah segar selama penerbangan seperti anggur, plum, jeruk yang menyehatkan dan mengenyangkan.

Hindari makanan pedas dan makanan yang mengandung gas seperti kacang-kacangan, kol, brokoli dan minuman berkarbonasi yang akan membuat perut tak nyaman dan memicu diare.

Selalu siap sedia air putih ya Bun agar kebutuhan cairan dalam tubuh tercukupi dan terhindar dari dehidrasi.

Bumil DILARANG terbang jika…

Berkonsultasi dengan dokter penting Bun untuk mengetahui kondisi kehamilan, serta adakah risiko tertentu yang harus diwaspadai selama penerbangan. Jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini sebaiknya menahan diri untuk bepergian dengan pesawat:

  • Kehamilan pertama untuk Anda yang berusia 35 tahun atau lebih
  • Kehamilan kembar
  • Kondisi plasenta tidak normal
  • Perdarahan vagina yang mengkhawatirkan
  • Destinasi tujuan yang rentan virus berbahaya

Di samping itu, dokter biasanya tak akan merekomendasikan ibu hamil naik pesawat dengan sejarah keguguran, kehamilan ektopik, riwayat bayi lahir prematur serta ibu hamil yang memiliki risiko tekanan darah tinggi, diabetes atau preeklamsia selama kehamilan.

Referensi : BabyCenter, WebMD, Cheap Flights, American Pregnancy Association

Baca juga :

Kata pakar: Pentingnya traveling untuk hubungan suami istri, juga hubungan orangtua dan anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner