TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Asam Lambung Sering Naik saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Bacaan 3 menit
Asam Lambung Sering Naik saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Hati-hati, jika kondisi asam lambung disepelekan bisa berbahaya!

Kasus asam lambung pada ibu hamil memang kerap terjadi.

Hal ini pun yang sedang dirasakan Risna, calon ibu yang kini tengah memasuki usia kehamilan 5 bulan.

Ia sering mengeluh kalau sering mengalami nyeri di ulu hati. Selain itu, ia pun tak jarang merasakan sensasi panas di area dadanya.

Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, ia didiagnosis asam lambungnya naik.

Asam Lambung dan GERD

asam lambung pada ibu hamil

Perlu dipahami lebih dahulu bahwa dalam kedokteran sendiri tidak ada istilah penyakit asam lambung.

Namun di dalam lambung itu sendiri memang bersifat asam, namun jika berlebihan zat asam lambung dapat melukai dinding lambung.

Artinya, jika perut sudah merasa sakit dan nyeri, ini menjadi salah satu tanda bahwa lambung sedang mengalami masalah karena terluka, bahkan bisa naik atas kerongkongan.

Dikatakan dr. Boy Abidin SpOG, asam lambung ini benar-benar asam dan kuat. Bahkan, asam lambung bisa membuat besi berlubang.

Asam lambung ini sebenarnya berfungsi sebagai penghancur dan menghaluskan makanan yang dikonsumsi. Ini disebabkan memiliki sifat yang asam.

Biasanya, kondisi naiknya asam lambung ini disebabkan karena tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES) yang ada di lambung.

LES merupakan lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung.

Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus. 

Esofagus adalah saluran antara mulut dan lambung.

Penyakit asam lambung ini juga akhirnya bisa menyebabkan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Gejalanya sering ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Mulut juga terasa lebih pahit dan asam.

Penyebab Asam Lambung Naik pada Ibu Hamil

asam lambung pada ibu hamil

Pada dasarnya asam lambung pada ibu hamil semakin meningkat ini disebabkan karena perubahan hormon pada ibu hamil, sehingga menjadikan kerja pencernaan juga melambat.

Selain itu, pertumbuhan janin di dalam rahim ibu pun ikut memengaruhi.

Hal ini karena bisa menekan makanan dan asam lambung kemudian tertekan naik ke esofagus atau kerongkongan.

Maka tak mengherankan jika kondisi asam lambung pada ibu hamil ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia kandungan ibu.

Selain membuat rasa tidak nyaman, asam lambung pada ibu hamil juga bisa membahayakan jika dibiarkan.

Sebabnya, gangguan asam lambung yang kronis bisa membuat penderitanya mengalami feses berdarah, batuk kering, sakit tenggorokan hingga berat badan turun tanpa alasan jelas.

Karena itu, ibu hamil tidak bisa menyepelekan, dan perlu memahami cara mencegah asam lambung pada ibu hamil agar tidak makin parah.

Cara Mencegah Asam Lambung pada Ibu Hamil

Ini alasan mengapa asam lambung bumil sering naik dan cara mencegahnya

Apa yang perlu dilakukan?

Dikutip dari laman Liputan6 berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu mulas seperti cokelat, makanan berlemak dan pedas, jeruk, tomat, kafein dan minuman berkarbonasi.
  • Usahakan tidak makan dalam porsi banyak. Kunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh sampai makanan benar-benar halus. Hindari juga makan sebelum jam tidur.
  • Tidak langsung berbaring setelah makan. Sebaiknya tetap tegak selama 1 jam setelah makan, misalnya dengan cara berjalan santai.
  • Kunyah permen karet bebas gula setelah makan, minum yoghurt atau segelas susu dan madu. Beberapa bahan tersebut dapat mengurangi produksi asam lambung.
  • Gunakan bantal untuk mengangkat tubuh bagian atas saat tidur. Selain itu, tidurlah dengan menghadap ke kiri agar posisi lambung lebih rendah dari esophagus. Posisi ini dapat mencegah asam lambung naik ke saluran esophagus.

***

Cerita mitra kami
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah

Demikianlah informasi tentang asam lambung pada ibu yang mengandung dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat, Parents.

Baca juga:

Maag Kambuh Saat Hamil? Ini Saran Dokter

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Asam Lambung Sering Naik saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Bagikan:
  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

Layanan Pengaduan Konsumen

PT Tickled Audience Platform (theAsianparent Indonesia)

Kontak Kami Butuh bantuan? Klik.

Email kami: [email protected]

Hubungi kami: +62 21 50986309

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

WhatsApp: +62 853 1111 1010

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti